Belajar memahami "Wiring" Audio Mobil

Punya mobil dengan tema BT90’s (Back to the nineties) ternyata menyisakan satu pekerjaan rumah yang cukup penting dalam kenyamanan berkendara. Bukan mesin atau tampilan , tetapi perangkat audio.

Yup, apalagi Head Unit (HU) lawas merek Fujitsu Ten yang hanya dapat ‘memutar’ kaset sudah hampir tidak bisa digunakan lagi karena rongga/slot memasukkan kasetnya sudah dijejelin uang kertas seribuan sama si kecil. Lagipula emangnya masih ada yang jual kaset ?? Wkkk..

Pada saat pulang kantor, seringkali angkot yang saya tumpangi malah memiliki perlengkapan audio yang lebih ‘mumpuni‘ dan ‘canggih‘ :-D. Angkot 08 jurusan Citeureup- Ps.Anyar banyak yang sudah dilengkapi dengan Head Unit DVD, USB, TV juga dengan Amplifier lengkap dengan Kapasitor dan Subwoofer. Masak sih sama angkot aja kalah….hehehe, selidik punya selidik sebenarnya kalo mau menggunakan produk buatan China, bisa membangun sistem audio yang ‘lumayan’ juga loh, paling nggak = angkot gaul!. %-(  Wkkkk…

Masalahnya utamanya,  saya kurang begitu paham dengan kosep,wiring dan istilah audio mobil, beruntung saya mengikuti milis ANC, banyak rekan yang dengan senang hati membantu menjelaskan. Berikut rangkuman tanya-jawabnya , saya  kopas dari percakapan di milis, semoga bermanfaat.

http://autos.groups.yahoo.com/group/all_new_corolla/message/18778

Dimulai dengan pertanyaan ini

rekan milis

mau tanya soal audio di ANC dong.., soalnya masih awam baget soal sistem audio dan istilahnya

1. kalo 2 spekaer di belakang itu sebutannya apa ya ?
2. terus kalo 2 speaker di pintu depan itu apa ?
3. kalo dipadukan dengan power 4 channel itu bisa mencakup keempat spiker + tambahan twitter nggak ?
bisa termasuk tambahan subwoofer nggak ? (asumsi saya saat ini yang dua speaker di balakang itu bukan subwoofer)
4. oh iya crossover itu gunanya apa ?
5. satu lagi kalo subwoofer itu mesti bikin boks ya ? berarti harus dibagasi dong ? nggak ada tempat lain ? kalo di bagasi gimana suaranya bisa kedengeran ?
hehe

sori  ya banyak nanya.. 😀

thanks

Balasan Mas Adi

Mau coba jawab sambil nunggu makanan turun..
1. Disebutnya Rear Right & Rear Left
2. Disebutnya Front Right & Front Left
3. Rear dan Front itu sumber suaranya sama..krn satu sumber itu R & L (sepasang). Jadi RR itu sebenernya sama dengan FR. Kalau ke-empat2-nya mau diperkuat dengan Amplifier, Amplifiernya harus 4 Channel.
4. Satu suara yang masuk ke speaker bisa dipilah2 jadi tiga bagian, yaitu nada rendah, Middle, tinggi. Karena setiap jenis speaker mempunya range frequency tertentu.
Yang rendah disalurkan ke subwoffer (freq. responsenya bagus utk nada rendah), yang tinggi disalurkan ke tweeter (freq. responsenya bagus utk nada tinggi).
Yang memilihan nada/frequency itu disebut crossover. Kalau dibaginya 3 namanya 3-ways. Kalau cm 2 namanya 2-ways.
Ada juga yang namanya crossover active…suara dipilahnya sebelum diperkuat amplifier. Setelah dipilah baru masuk ke masing2 aplifier. Biasanya Aplifier high-end dibagian depannya ada crossover-nya. Jadi keluar dari Amplifier langsung di feed ke subwoffer atau tweater.
5. Subwoffer mutlak harus ada box nya. Karena ukuran conusnya besar dan gerakannya juga besar, jadi harus dibuatkan box yang maksudnya untuk meredam self resonance dari si conus itu. Kalau enggak, dia akan bergetar sendiri, memproduksi suara sendiri yang mengacaukan sumber suara yang sebenernya mau dikeluarkan.
Ukuran/volume box tersebut ada rumusnya, juga dipengaruhi oleh subwoffer yang mau dipakai.
Mudah2an kebayang yaa penjelasan ini…

Balasan Mas Christ

1. rear speaker
2. front spk
3. 4 ch bisa dibikin :
– 2 ch ke depan + 2 ch bridge jadi 1 untuk sub (spk blkg ga usa pake power)
– 2 ch ke tweeter depan + 2 ch ke midbass depan (full active system)
– 2 ch spk depan + 2 ch spk belakang

4. memisahkan sinyal frek treble (high freq) dan frek rendah/bass
5. sub yg memakai box lebih baik daripada sub free air. biasanya suara bass nya lebih deep

CMIIW… cuma nubie

Balasan Saya

ohh bisa begitu utk ampli ya?

kalo misal 2 twitter, 2 spk depan , 2 spk blkng , pake ampli 4 channel
bisa? jadinya kan 6? tanpa sub tentunya..

kalo pake sub , ntar bagasi nggak muat buat dijejelin sepeda.. hehe 😀

Balasan Mas Christ

bisa

jadinya ga full active (pasif x-over nya tetap di pakai untuk spk depan). jadi 2 ch untuk spk depan (woofer/midbass + tweeter) dan spk blkg

gw sih lebi rekomen 2 ch spk depan dan 2 ch di bridge mono untuk sub ..

Balasan Mas Adi

Bisa aja.
2 ch untuk speaker depan (pake 2buah crossover 2-ways utk kiri dan kanan), ke mid-bass speaker dan tweater.
Lalu untuk belakang jangan persis seperti yang depan, karena signal suaranya persis sama.
Jadi yang belakang untuk subwoffernya, 2 channel dibikin bridge (RR-RL) supaya power 2x lbh gede. Dengan begitu subwoffernya cukup satu aja.

Balasan Pak De Narko Soendoro

Ada orang yang mobilnya dikasih nama, tapi baru kali ini ada yang nanya speaker mobilnya belakang & depan dikasih nama apa ….xixixixixi
Tambahan tweeter (twitter bukannya jejaring sosial??), bisa dilakukan dgn menghubungkan paralel, atau kalo mo efektif dipasangi cross-ver, tapi bukan Suzuki SX-4.
Cross-over gunanya utk memisahkan nada tinggi dan nada rendah yang dikeluarkan oleh amplifier.
Subwoofer itu mengeluarkan nada rendah, pada dasarnya semua speaker mulai dari subwoofer s/d tweeter harus pakai box, cuman utk nada tinggi tidak diperlukan tabung resonansi seperti utk subwoofer/nada rendah ……
Tabung resonansi utk subwoofer bisa dibuatkan box kayu, pakai seluruh bagasi atau seluruh cabin (kalo kuat jantungnya) ….. nada rendah lebih mudah merambat via media logam (body mobil), jadi mo ditaruh di bagasi atau di ruang mesin tetap saja kedengaran.

Semoga membantu.

Narko

Balasan Mas Ruli

dan subwoofer itu omnidirectional koq … tidak menunjukkan arah sumber suara … so ditaro di mana aja mah pastinya masuk ….
ane dulu bikin box di bagasi … dashboard depan jadi longgar2 juga koq gara2 ntu sub …..
walhasil … smua plastik interior se mobil jadi brisik kreket kretek …..
…selesai ….
Tambahan Mas Adi
Iya bener…kuping kita gak sensitif terhadap nada rendah, dentuman bass lebih terasa rambatannya daripada denger pake telinga.
Jadi mau ditaruh dimana aja gak terlalu berpengaruh.
Balasan Penutup dari saya

hehe..iya ya tweeter bukan twitter..:-D
thanks all

Balasan dari Bro J. Hung Tjoen

niubie ikut nambahin ajah yah om, untuk subwoofer kalo si om gak mau pake box besar2 dibagasi bisa pilih yang type free-air dia akan memanfaatkan bagasi mobil jadi boxnya, tapi ini gak bisa sebulat yang pake box, tapi untuk di telinga sih masih OK lah, cara lain bikin kotak sub atai subwoofer yang kecil ajah tapi wattnya yang agak besar minimal 300-450 watt RMSmisalnya kicker solobaric S8L5 atau S8L7, kenapa pilih yang ini karena menurut saya ini sub ukuran 8 inchi tapi bisa menghasilkan suara dengan frekuansi dan kekerasanya mendekati 10 inchi…
bikin box sesuai rekomendasi pabriknya, lali supaya suara tembus ke depan dek belakang harus dibolongi diberi pipa 3 -4 inchi terus atasnya yang bolong ditutupi pake grill speake 4 inchi supaya rapi….

untuk jaman sekarang sudah banyak yang memasang mid-high di atas dashboard sebesar 2-3 inchi , jadi fungsinya sekaligus tweeter , keuntungannya bisa di CUT lebih rendah dari pada tweeter, sehingga suara vokal yang dihasilkan dan front image akan lebih baik…

saran ajah kalo mau upgrade audio:
1. siapkan budget yang mau dikeluarkan,
2. system seperti apa yang akan dianut.
3. usahakan beli Head unit yang ada 3 set pre-out RCA, untuk ke depannya..supaya kalo mo upgrade gak usah tuker2 HU lagi..
4. untuk type suara:
untuk SQ bisa pilih brand Alpine/clarion/ pioneer.
untuk SPL bisa pilih brand pioneer/kennwood/sony
ini kebetulan saya punya manual power yang 6 channel bisa full aktif, didalamnya ada skema pemasangannya jadi temen2 disini bisa dapet gambaran…

Regards
J. Hung Tjoen.

Balasan dari Mas Ruli

kalu sub aktif 6 inch udah ada blon ??
nda bisa ya, woofer 6 inch dijadiin subwoofer (mainin cross over di LPF 75-120 hz) ?  emang nda bisanya kaya gimana ?
Tambahan dari Mas Ruli
2 channel juga bisa
cari HU merek serius … konek langsung ke speaker merek serius
tu ampli 2 channel buat sub deh … sub yang doble koil nda usah dibridge … syukur2 dari HU nya udah ada sub out (udah punya xover untuk sub … so tuning2 dari hu langsung)
Balasan dari Bro J. Hung Tjoen
kalo 6 inchi kurang nendang om.. minimal 8 deh…

…..dan sisa percakapannya….

seperti biasa , banyolan ala member Milis ANC 😀

 

 

3 Comments Belajar memahami "Wiring" Audio Mobil

  1. Pingback: Instalasi Audio Mobil Murah Meriah | diditho{dot}net

  2. Pingback: Instalasi Audio Mobil Murah Meriah | diditho{dot}net

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *