The State of Metallica 2013 Indonesia.

Konser band musik Metallica pada tanggal 25 Agustus 2013 di Jakarta kemarin, memang sudah berlalu beberapa waktu. Namun, efeknya masih terasa sampai sekarang. Saya masih membeli dan mengunduh lagu-lagi cadas dari iTunes.

Dari PanterA sampai System Of a Down (SOAD) saya borong dari iTunes. Salah saya juga sih tidak menyimpan kasetnya dengan baik.

Oleh sebab itu tidak salah pula kan bila saya sedikit mengulas kenangan mengenai Metallica. Huekkk!!

Bila dilihat dan diingat sekilas, pembahasan mengenai konser metallica tersebut mayoritas berkisar pada acaranya yang super heboh, kali ini saya hanya ingin sedikit bernostalgia.

Satu hal yang menarik dan membekas dari Metallica adalah pengaruhnya pada saya dan mungkin teman seangkatan saya . Ketika konser kemarin, saya jadi teringat akan kondisi 20 tahun lalu. Bagaimana Metallica membawa nuansa tersendiri pada era 80an dan awal 90an. Itu loh… era dimana komunisme berakhir, breakdance, sepatu roda dan Ikang Fauzi… haah…

Percaya atau tidak, hampir semua teman SMP saya memiliki Album Black. Ini juga album Metallica sata-satunya yang saya beli dari hasil menyisihkan uang saku.

Metallica ini memang berbeda dengan grup band cadas lainnya seperti Sepultura atau Iron Maiden yang bisa dipastikan segmented.

SeingatĀ  saya, Metallica ini adalah satu-satunya band metal yang bisa dicintai anak-anak, tua-muda, ataupun laki-laki perempuan. Penganut Jenis musik apapun saat itu, mayoritas juga ‘menyukai’ metallica.

Penggemar musik Jazz macam musik dari Dave Koz, penikmat klasik sampai dengan pengkoleksi lagu melow macam Air Suply hampir dipastikan juga ‘mendengarkan’ dan ‘membicarakan’ Metallica.

So, tidak heran, konser kemarin sangat masif, besar tetapi juga tertib. Penggemar Metallica sebenarnya bukan hanya penikmat musik cadas, semua orang yang ‘berjuang’ dan ‘besar’ di era tersebut sepertinya membawa ‘metallica’ di dirinya masing-masing.

dah segitu aja.., ini jam 22:32, masih dikantor… , pulang dulu..

 

Belajar memahami "Wiring" Audio Mobil

Punya mobil dengan tema BT90’s (Back to the nineties) ternyata menyisakan satu pekerjaan rumah yang cukup penting dalam kenyamanan berkendara. Bukan mesin atau tampilan , tetapi perangkat audio.

Yup, apalagi Head Unit (HU) lawas merek Fujitsu Ten yang hanya dapat ‘memutar’ kaset sudah hampir tidak bisa digunakan lagi karena rongga/slot memasukkan kasetnya sudah dijejelin uang kertas seribuan sama si kecil. Lagipula emangnya masih ada yang jual kaset ?? Wkkk..

Pada saat pulang kantor, seringkali angkot yang saya tumpangi malah memiliki perlengkapan audio yang lebih ‘mumpuni‘ dan ‘canggih‘ :-D. Angkot 08 jurusan Citeureup- Ps.Anyar banyak yang sudah dilengkapi dengan Head Unit DVD, USB, TV juga dengan Amplifier lengkap dengan Kapasitor dan Subwoofer. Masak sih sama angkot aja kalah….hehehe, selidik punya selidik sebenarnya kalo mau menggunakan produk buatan China, bisa membangun sistem audio yang ‘lumayan’ juga loh, paling nggak = angkot gaul!. %-(  Wkkkk…

Continue reading Belajar memahami "Wiring" Audio Mobil