Rekomendasi Lapo untuk ‘Lidah’ Non Batak di Jabodetabek

Bila saya pikir-pikir dan rasa-rasa, Lapo terbaik untuk ‘lidah’ non Batak itu adalah Lapo Ni Tondongta Senayan yang berada di belakang gedung MPR dan DPR.

Sayangnya, semenjak persiapan Asian Games 2018, Lapo tersebut menghilang karena lokasinya harus dibongkar, digusur dan direnovasi untuk mempercantik venue lapangan tembak Senayan yang akan digunakan tanding atlet ‘bedil’ Asia.

Apa itu Lapo ?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lapo berasal dari kata lepau. Dahulu istilah ini merujuk kepada beranda di belakang rumah yang dipergunakan sebagai dapur.

Di Sumatra, tempat ini selalu identik dengan rumah makan. Sesuai dengan aksen Batak, lepau terlafal menjadi lapo.

Di Medan, Lapo adalah sebutan untuk rumah makan tradisional yang menyajikan makanan khas daerah Medan.

Menilik pada arti katanya, Lapo sebenarnya merupakan kedai atau warung. Jadi di Medan kata Lapo bisa berarti kedai minum, kedai kopi, dan lain sebagainya

Di Jakarta dan sekitarnya, seperti transformasi yang terjadi di kota-kota besar lainnya, Lapo juga artinya tempat makan yang menyediakan masakan khas Sumatra Utara.

Lapo Ni Tondongta Senayan

Tutupnya Lapo Ni Tondongta Senayan mendapat ulasan dari situs berita nasional dan juga netizen.

Pasa masa kejayaannya, Lapo Ni Tondongta Senayan merupakan tempat favorit berbagai kalangan. Mulai dari pekerja kantoran sampai dengan pejabat dan artis ibukota.

Merupakan salah satu tempat berkumpulnya berbagai kalangan alias ‘melting pot‘ kehidupan Kota Metropolitan Jakarta.

Apakah tidak ada lokasi baru pengganti ?

Beberapa hari sebelum Lapo Ni Tondongta Senayan tutup, saya sempat datang untuk merasakan ‘santapan terakhir’ dan juga sedikit ngobrol dengan salah satu pengelola.

“Susah Oom nyari tempat baru, kita kan jualan makanan beginian, nggak banyak tempat yang mau terima”, ujar sang pengelola.

Bagi saya, Lapo Ni Tondongta Senayan punya kesan tersendiri, karena sebenarnya saya dan teman-teman SMA di Gonzaga, beberapa kali sering ketempat ini ketika pulang sekolah.

Biasanya bila ada teman yang berulang tahun, atau memang sekedar iseng, kita datang secara rombongan ke tempat ini.

Lokasinya yang strategis, dekat dengan Gelora Bung Karno (GBK), membuatnya menjadi tempat ideal bagi anak ‘Jaksel’ yang ingin merasakan kuliner non halal selepas beraktifitas di sekitar Senayan.

Baik itu beraktifitas dari Lapangan Softball, track lari Gelora Bung Karno ataupun selepas ekstra kulikuler menembak.

Ya, kita anak Jaksel, ekskulnya kita aneh dan ‘borju’, menembak!

Ekskul

Pertanyaan besar ketika Lapo Ni Tondongta Senayan ‘menghilang’ alias berhenti berjualan dibelakang gedung MPR DPR adalah, kemanakah mereka pindah ?

Sehingga sampai sekarang kok saya nggak yakin bila ada Lapo Ni Tondongta yang mengaku pengganti atau penerus Lapo Ni Tondongta Senayan.

Sampai detik-detik terakhir mereka berhenti beroperasi, pengelola belum menemukan tempat pengganti dan lebih ke pasrah berhenti beroperasi.

Hal inilah yang saya membuat artikel blog ini, sejak Lapo Ni Tondongta Senayan berhenti beroperasi dan menghilang dari peradaban, saya sering mencoba masakan Batak lain di berbagai Lapo di sekitar Jabodetabek.

Bila saya membuat artikel Lapo terbaik, artinya hanya ada satu dong, tetapi untuk kasus Lapo ini sebenarnya agak sulit menentukan yang terbaik.

Hal ini dikarenakan ‘penyakit’ inkonsistensi rasa hidangan di tempat makan di Indonesia, mungkin kekayaan bumbu nusantara mengakibatkan bervariasinya rasa masakan yang seharusnya diekspektasi sama dan memiliki standarisasi komposisi.

Nasi Goreng saja yang sudah menjadi ‘national pride’ rasa dan bentuknya bisa bermacam-macam karena tidak ada standarisasi yang jelas.

Mungkin yang tepat memang menggunakan istilah rekomendasi saja, rekomendasi Lapo untuk lidah non-batak di Jabodetabek.

Tanpa memperpanjang polemik, berikut adalah rekomendasi tiga tempat makan Babik! eunaaaaak yang masuk kategori Lapo pasca tutupnya Lapo Ni Tondongta Senayan!

Lapo Marpadotbe, Rawamangun

Terkenal dengan Babi Goreng yang enak banget gurih, wangi rempah2, kulitnya garing tapi dagingnya lembut.

Singkong Tumbuk yang lembut, dimasak dengan bunga kencong karena di masak dengan daun singkong muda sehingga daunnya tidak keras.

Tempatnya cukup bersih meski tidak mewah.

Memiliki menu B2 Goreng yang memiliki rasak gurih yang unik karena dimasak dengan sejenis bahan kelapa mirip serundeng.

Lapo Marpadotbe menawarkan beragam hidangan masakan Batak Toba.

Hidangan andala lainnya antara lain B2 panggang, hidangan ikan “arsik” yang diolah secara tradisional, hidangan sayur singkong, tahu susu kerbau, dan hidangan khas batak lainnya.

Salah satu keunikannya adalah Sambal Andaliman yang terkenal dengan campuran darah B2.

Hidangannya disiapkan dengan baik, rasanya lezat, dan menurut beberapa teman , rasanya sebenarnya berbeda dari restoran Batak Toba lainnya di Jakarta.

https://maps.app.goo.gl/SWdbA7pEvC71hykq9

Harganya moderat lah, tidak terlalu mahal atau murah.

Sangat ramai di hari Jumat saat jam makan siang. Bila ingin berkunjung sebaiknya Anda menggunakan layanan Taksi dan sejenisnya karena tempat parkirnya yang terbatas.

Lapo Tobasi, Kota Bogor

Kuliner non halal di Kota ini berpusat di area Kota Tua Pecinan, Jalan Suryakencana. Pastinya didominasi dengan masakan dari negara Tiongkok.

Untuk menemukan Lapo, anda harus menjelajah daerah lainnya dan ada satu Lapo yang rasanya enak sekali di Kota Bogor.

Namanya Lapo Tobasa, berada di Jalan Pemuda dekat atau sebelum pintu masuk Stadiun Padjajaran.

Tempatnya unik, karena menggunakan bangunan rumah biasa. Bila anda berkunjung jangan harap tempat ini seperti restoran atau warung, tempatnya lebih mirip rumah tinggal biasa tetapi tetap dijaga bersih dan nyaman untuk makan.

Babi Panggang dan Sangsangnya enak, sangat direkomendasikan untuk lidah yang pernah merasakan Lapo Ni Tondongta Senayan pasti tidak akan kecewa.

Ketika menyajikan B2 Panggang selalu ditanya. “Pake darah nggak ?”

Ya ini karena tidak semua bisa makan dengan bahan tersebut, sepentahun saya, ada juga menu makanan dari budaya Jawa yang juga menggunakan darah, namanya Saren.

Alamat lengkapnya di Google Maps adalah Lapo Tobasa, JL Pemuda No. 9B, Tanah Sareal, RT.05/RW.07, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129

https://maps.app.goo.gl/SusNG2fjcoSLWt5s5

Bagi yang ingin merasakab B2 sangsang, panggang, Ikan Arsik dan hidangan lainnya di Kota Bogor, tempat ini layak dikunjungi.

Lapo Ni Tondongta Blok M Square

Menurut kabar beberapa teman, ini adalah ‘penerus‘ Lapo Ni Tondongta Senayan. Setelah mencicipi berberapa kali, saya tetap tidak merasakan bila ini adalah penerusnya.

Entahlah, seperti ada sesuatu yang salah saja atau kurang tepat.

Bisa saja benar mereka adalah orang yang sama, atau sanak saudara atau relasi keluarga dan kerabat bisnis lainnya, tetapi atmosfer senayannya sudah tidak ada, ‘ruh’nya sudah hilang entah kemana.

Lokasinya unik, berada di bagian bawah Blok M Square. Jangan sampai salah bila berkunjung, ada dua bagian Food Courd di gedung ini, satu sisi untuk makanan Halal dan satunya lagi Non Halal.

Pastikan ketika masuk, pengunjung ‘mendarat’ di area yang tepat ‘Kuliner Toba’.

Menyantap makanan Lapo di dalam gedung seperti Blok M Square rasanya sangat berbeda bila dibandingkan disantap di area makan outdoor seperti di Senayan, rasanya tidak akan pernah sama lagi, karena perangkat masak dan lingkungannya sudah berbeda.

https://maps.app.goo.gl/8rRuK4yyTgtB2wM38

Kenapa saya masukkan kedalam rekomendasi ?

Ya lebih sebenarnya rasanya lumayan lah, not bad, tetapi sungguh, menurut saya rasanya tetap berbeda dengan Lapo Ni Tondongta Senayan.

Anthony Bourdain; Kisah Hidup, Pencapaian, dan Pengaruhnya dalam Kultur Arus Utama

Anthony Bourdain adalah salah satu sosok paling berpengaruh di dunia kuliner dan media. Kehidupannya penuh dengan petualangan, kreativitas, dan perjuangan batin yang mendalam.

Dalam biografi “Down and Out in Paradise: The Life of Anthony Bourdain,” kita mendapatkan gambaran lengkap tentang perjalanan hidupnya, dari masa remaja hingga puncak ketenaran, serta akhir hidupnya yang tragis.

Berikut ini adalah kisah hidup Bourdain yang penuh warna, pencapaian luar biasanya, serta pengaruh besar yang ia tinggalkan dalam kultur arus utama.

Awal Kehidupan dan Masa Remaja (1956 – 1974)

Anthony Michael Bourdain lahir pada 25 Juni 1956 di Kota New York dan tumbuh di Leonia, New Jersey.

Keluarganya sangat menghargai seni dan pendidikan; ayahnya, Pierre Bourdain, adalah seorang eksekutif di industri musik, sementara ibunya, Gladys Bourdain, bekerja sebagai editor di The New York Times.

Bourdain muda, kanan, berfoto dengan ayahnya, Pierre, dan saudaranya, Christopher, di Long Beach Island, New Jersey pada tahun 1970. Pierre Bourdain adalah seorang eksekutif musik di Columbia Records. Istrinya, Gladys, adalah seorang editor untuk The New York Times

Meskipun tumbuh dalam lingkungan yang intelektual dan nyaman, Bourdain muda sering merasa terasing dan gelisah.

Saat remaja, Bourdain menemukan pelarian dalam sastra dan film, yang kemudian berkembang menjadi ketertarikan pada dunia kuliner.

Perjalanan keluarga ke Prancis ketika Bourdain masih remaja menjadi momen penting dalam hidupnya.

Di sana, ia mencicipi tiram mentah untuk pertama kalinya—pengalaman yang ia gambarkan sebagai “wahyu” pencerahan yang memantik hasrat dalam dirinya untuk mengeksplorasi makanan dan budaya, sebuah minat yang kelak akan mendefinisikan seluruh kariernya.

Pendidikan dan Awal Karir Kulinernya (1975 – 1997)

Setelah menyelesaikan sekolah menengah, Bourdain melanjutkan pendidikan ke Vassar College, tetapi ia segera menyadari bahwa kehidupan akademik tidak cocok untuknya.

Ia kemudian keluar dan mendaftar di Culinary Institute of America (CIA) pada tahun 1975. Di CIA, yang pastinya bukan sebuah badan inteligen yang memiliki singkatan sama, Bourdain menemukan panggilan hidupnya dan mulai mengasah keterampilannya sebagai koki.

Setelah lulus dari CIA pada tahun 1978, Bourdain memulai karirnya di dapur restoran-restoran di kotas New York.

Bourdain, kiri, terlihat pada tahun 1970-an bersama sesama koki di Provincetown, Massachusetts. Ia kemudian masuk sekolah kuliner sebelum bekerja di berbagai restoran di kota New York. UPPA/Photoshot/Newscom

Tahun-tahun ini penuh dengan kerja keras, tetapi juga memperkenalkan Bourdain pada dunia bawah tanah penggunaan narkoba di kalangan pekerja restoran.

Ia terlibat dalam penggunaan heroin, kokain, dan zat-zat lainnya—sebuah perjuangan yang ia ceritakan dengan kejujuran brutal dalam bukunya.

Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, Bourdain bekerja di berbagai restoran, termasuk Supper Club, One Fifth Avenue, dan Sullivan’s, sebelum akhirnya menjadi koki eksekutif di Brasserie Les Halles pada tahun 1998.

Di Les Halles, Bourdain menemukan momentumnya, baik sebagai koki maupun sebagai penulis, dan mulai menulis tentang pengalamannya di dunia kuliner, yang kelak akan mengubah hidupnya.

Terobosan dengan “Kitchen Confidential” dan Perjalanan Menuju Ketenaran (1998 – 2000)

Pada tahun 1999, Bourdain menulis artikel “Don’t Eat Before Reading This” untuk The New Yorker.

Artikel ini memberikan pandangan tanpa filter tentang dunia dapur restoran, mengungkap sisi gelap industri kuliner yang jarang diketahui publik.

Bourdain berpose di apartemennya di New York pada tahun 1997. Tiga tahun kemudian, ia menerbitkan buku terlarisnya “Kitchen Confidential: Adventures in the Culinary Underbelly.” Jack Manning/The New York Times/Redux

Artikel ini menjadi dasar bagi bukunya, “Kitchen Confidential: Adventures in the Culinary Underbelly,” yang diterbitkan pada tahun 2000.

Kitchen Confidential segera menjadi bestseller internasional, mengubah Bourdain dari seorang koki New York menjadi selebriti global.

Buku ini bukan hanya kisah tentang makanan; itu adalah pandangan jujur tentang kehidupan di balik dapur, penuh dengan cerita tentang penggunaan narkoba, tekanan ekstrem, dan solidaritas di antara pekerja restoran.

Keberanian dan gaya penulisan Bourdain yang lugas dan sederhana membuatnya menjadi sosok yang sangat dihormati para pekerja dan pelaku di dunia kuliner.

Transisi ke Televisi dan Pencapaian Global (2001 – 2012)

Kesuksesan Kitchen Confidential membuka pintu bagi Bourdain ke dunia televisi. Pada tahun 2001, ia memulai acara “A Cook’s Tour” di Food Network, yang memperkenalkan penonton pada petualangan kulinernya di seluruh dunia.

Meskipun acara ini sukses, Bourdain merasa terbatasi oleh format yang terlalu komersial, dan ia mencari kesempatan lain untuk mengekspresikan dirinya dengan lebih bebas.

Kesempatan itu datang dalam bentuk “No Reservations,” sebuah acara yang mulai tayang di Travel Channel pada tahun 2005.

No Reservations memberikan Bourdain kebebasan untuk menjelajahi tempat-tempat yang tidak biasa, dan menceritakan kisah-kisah di balik makanan dan budaya yang ia temui.

Acara ini menjadi fenomena global, memenangkan banyak penghargaan, termasuk dua Primetime Emmy Awards.

Dalam No Reservations, Bourdain menunjukkan sisi lain dari dunia kuliner, menyoroti tempat-tempat yang jarang dikunjungi oleh wisatawan dan memberikan suara kepada orang-orang kecil, terpinggirkan yang jarang didengar.

Dari pasar malam di Asia hingga desa-desa terpencil di Afrika, Bourdain membawa penonton pada perjalanan yang mendalam dan penuh makna.

Kehidupan Pribadi: Pernikahan, Perceraian, dan Pergolakan Batin (1985 – 2017)

Di balik layar, kehidupan pribadi Bourdain penuh dengan tantangan. Ia menikah dengan Nancy Putkoski pada tahun 1985, tetapi pernikahan mereka berakhir dengan perceraian pada tahun 2005.

Karir Bourdain yang semakin sibuk membuatnya sering jauh dari rumah, yang akhirnya merenggangkan hubungan mereka.

Tak lama setelah perceraian, Bourdain bertemu dengan Ottavia Busia, seorang profesional seni bela diri Italia. Mereka menikah pada tahun 2007 dan memiliki seorang putri, Ariane.

Pernikahan ini membawa kebahagiaan baru bagi Bourdain, tetapi juga menghadirkan tantangan baru.

Karirnya yang semakin sibuk membuatnya sulit untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesional, yang pada akhirnya menyebabkan perpisahan secara baik-baik dan penuh dengan kedamaian pada tahun 2016.

Pada tahun 2017, Bourdain mulai menjalin hubungan dengan aktris Asia Argento, yang ia temui selama pembuatan Parts Unknown di Roma.

Hubungan mereka menjadi sorotan media, terutama karena Argento adalah salah satu pemimpin gerakan #MeToo.

Meskipun hubungan mereka tampak romantis dari luar, di dalamnya terdapat dinamika yang rumit dan intens, yang menambah tekanan pada hidup Bourdain.

“Parts Unknown” dan Puncak Karir (2013 – 2018)

Pada tahun 2013, Bourdain meluncurkan acara baru, “Parts Unknown,” di CNN. Acara ini melampaui eksplorasi kuliner dan memasuki wilayah politik, sosial, dan budaya yang kompleks.

Parts Unknown adalah puncak dari semua yang Bourdain pelajari selama bertahun-tahun, dan ia menggunakan platform ini untuk memberikan suara kepada mereka yang sering kali terabaikan.

Parts Unknown tidak hanya membawa penonton ke tempat-tempat eksotis, tetapi juga menyelami isu-isu global yang sering diabaikan oleh media arus utama.

Bourdain menggunakan acara ini untuk mengeksplorasi budaya yang terpinggirkan dan berbicara tentang ketidakadilan sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Acara ini memenangkan banyak penghargaan, termasuk beberapa Emmy Awards dan Peabody Award.

Bourdain bertemu dengan Presiden Barack Obama di Hanoi, Vietnam, pada tahun 2016.

Salah satu momen paling berkesan dalam Parts Unknown adalah ketika Bourdain bertemu dengan Presiden Barack Obama di Hanoi, Vietnam, pada tahun 2016.

Pertemuan ini terjadi di sebuah warung makan sederhana, di mana mereka berbicara tentang budaya, politik, dan kehidupan sambil menikmati hidangan lokal.

Momen ini menjadi simbol dari pendekatan Bourdain terhadap makanan sebagai jembatan untuk memahami budaya dan manusia.

Dalam wawancara ini, Bourdain menunjukkan kemampuannya untuk menggabungkan humor, wawasan mendalam, dan empati, menjadikannya salah satu episode yang paling berkesan dalam sejarah televisi kuliner.

Pergulatan dengan Kesehatan Mental dan Ketergantungan pada Obat-Obatan

Meskipun Bourdain menikmati kesuksesan besar dalam karirnya, ia terus bergulat dengan masalah kesehatan mental dan ketergantungan pada obat-obatan.

Martin Schoeller / AUGUST

Penggunaan narkoba telah menjadi bagian dari hidupnya sejak masa muda, dan meskipun ia berhasil menghentikan penggunaan heroin, pergulatan dengan kecanduan dan depresi tetap menjadi bayang-bayang dalam hidupnya.

Bourdain berbicara secara terbuka tentang perjuangan ini, baik dalam wawancara maupun dalam tulisannya.

Ia menyadari bahwa kesuksesan dan ketenaran tidak selalu membawa kebahagiaan atau kedamaian batin.

Bahkan di puncak karirnya, Bourdain sering merasa terasing dan tertekan, dan perjuangan ini akhirnya menjadi terlalu berat untuk ditanggung.

Akhir Tragis dan Warisan yang Tinggal (2018)

Pada tanggal 8 Juni 2018, dunia dikejutkan oleh berita kematian Anthony Bourdain. Ia ditemukan meninggal dunia di kamar hotelnya di Kaysersberg, Prancis, saat sedang syuting episode Parts Unknown.

Dugaan awal menunjukkan bahwa Bourdain meninggal karena bunuh diri, dan kabar ini menghancurkan banyak hati para penggemarnya di seluruh dunia.

Bourdain dan istri keduanya, Ottavia, membuat tato ular bersama di South Beach, Florida, pada tahun 2011. Keduanya bercerai pada tahun 2016

Kepergiannya yang tiba-tiba memicu diskusi luas tentang kesehatan mental dan tekanan yang sering kali tidak terlihat yang dialami oleh tokoh-tokoh publik.

Meskipun Bourdain tampak sebagai sosok yang kuat dan penuh semangat di depan kamera, ia berjuang melawan kegelapan dalam dirinya sendiri, yang pada akhirnya kegelapan ini berhasil mengalahkan cahaya kehidupan Bourdain.

Pengaruh Anthony Bourdain dalam Kultur Arus Utama

Anthony Bourdain tidak hanya mencapai kesuksesan besar dalam dunia kuliner dan televisi, tetapi juga meninggalkan pengaruh yang mendalam terhadap kultur arus utama atau budaya pop global.

Dia mengubah cara kita memandang makanan di televisi dengan menyajikan pendekatan yang lebih naratif dan investigatif, di mana makanan bukan hanya objek, tetapi juga alat untuk mengeksplorasi budaya, sejarah, dan isu-isu sosial.

Bourdain menunjukkan bahwa makanan bisa menjadi pintu masuk untuk memahami dunia dengan cara yang lebih kompleks dan mendalam.

Selain itu, Bourdain menginspirasi generasi baru pelancong untuk mencari pengalaman yang lebih autentik dan mendalam.

Ia mendorong orang untuk menjelajahi sudut-sudut dunia yang kurang dikenal, tempat di mana mereka bisa terhubung langsung dengan budaya lokal. Ini memicu tren perjalanan yang lebih berfokus pada pengalaman lokal yang asli dan pemahaman budaya yang lebih dalam.

Salah satu dampak terbesar Bourdain adalah kemampuannya untuk memberikan platform kepada orang-orang dan tempat-tempat yang sering kali diabaikan oleh media arus utama.

Bourdain mengunjungi negara-negara yang sedang mengalami konflik atau krisis, memberikan ruang bagi suara-suara lokal untuk berbicara tentang perjuangan mereka, sering kali dalam konteks yang sangat manusiawi dan empatik.

Dengan cara ini, Bourdain membantu meningkatkan kesadaran global tentang isu-isu yang kurang mendapat perhatian, seperti dampak perang, ketidakadilan sosial, dan kemiskinan.

Pada salah satu acara Bourdain, berani menkritik praktek aristokrasi kerajaan Inggris dengan menolak melakukan toast alias sulang bersama.

Bourdain juga mengajarkan bahwa makanan adalah lebih dari sekadar bahan bakar; itu adalah cerminan dari budaya, identitas, dan sejarah.

Melalui acara-acaranya, Bourdain menunjukkan bagaimana makanan bisa menjadi simbol dari kebanggaan nasional, perjuangan kelas, atau warisan budaya.

Dia menantang penonton untuk melihat makanan dengan cara yang berbeda—sebagai alat untuk memahami kehidupan orang lain, mengenali perbedaan, dan merayakan keanekaragaman.

Gaya narasi Bourdain yang jujur, penuh empati, dan sering kali brutal, menciptakan standar baru dalam pembuatan konten televisi dan digital.

Banyak acara dan dokumenter yang muncul setelah Parts Unknown terinspirasi oleh pendekatan Bourdain yang berfokus pada cerita yang otentik dan mendalam.

Anthony Bourdain bersama komedian W. Kamau Bell di Kenya.Cable News Network: Time Warner Company

Ia membuka jalan bagi lebih banyak pembuat konten untuk menggabungkan elemen-elemen jurnalistik, dokumenter, dan narasi pribadi dalam karya mereka, menciptakan genre baru yang melampaui batasan-batasan tradisional dalam televisi kuliner.

Namun, pengaruh Bourdain tidak hanya terbatas pada makanan dan perjalanan. Ia juga menyuarakan isu-isu sosial yang penting.

Misalnya, keterlibatannya dalam gerakan #MeToo melalui hubungannya dengan Asia Argento menunjukkan komitmennya terhadap keadilan gender dan mendukung korban pelecehan.

Dia juga sering kali menggunakan platformnya untuk mengadvokasi hak-hak pekerja, mengkritik eksploitasi dalam industri makanan, dan mendukung gerakan untuk pangan yang adil dan berkelanjutan.

Di samping itu, Anthony Bourdain menjadi figur yang mewakili keberanian untuk menjalani hidup sesuai dengan prinsip dan hasrat pribadi.

Kepribadiannya yang tidak takut mengambil risiko dan selalu ingin tahu, membuatnya menjadi panutan bagi banyak orang di seluruh dunia.

Generasi baru koki, penulis, dan pembuat film sering menyebut Bourdain sebagai inspirasi mereka, baik dalam cara mereka bekerja maupun dalam cara mereka memahami dunia.

Salah satu warisan Bourdain yang tak terduga namun signifikan adalah peningkatan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental.

I’ve been wanting to paint Anthony Bourdain for years, glad the stars finally aligned. Thank you Pinos Vino e Cucina for the perfect wall. – Scott Marsh

Kepergiannya yang mendadak menyoroti realitas bahwa masalah mental dapat mempengaruhi siapa saja, bahkan mereka yang tampak sukses dan bahagia di permukaan.

Diskusi tentang kesehatan mental yang muncul setelah kematiannya telah membantu mengurangi stigma dan mendorong lebih banyak orang untuk berbicara secara terbuka tentang perjuangan mereka sendiri.

Warisan Anthony Bourdain

Warisan Anthony Bourdain adalah pengingat bahwa kultur arus utama , alias budaya dan media pop dapat menjadi alat yang kuat untuk menghubungkan orang-orang di seluruh dunia, memperkenalkan ide-ide baru, dan mendorong diskusi tentang isu-isu penting.

Melalui karya-karyanya, Bourdain membantu memperluas wawasan kita tentang dunia dan menginspirasi generasi baru untuk melihat lebih jauh dan mendalami lebih dalam dalam segala hal yang mereka lakukan.

Pengaruh Bourdain dalam budaya pop akan terus terasa, baik melalui karya-karya yang ia tinggalkan, maupun melalui cara ia menginspirasi generasi baru untuk hidup dengan rasa ingin tahu, keberanian, dan ketulusan.

Ia menunjukkan bahwa kita semua memiliki kekuatan untuk membuat perubahan dalam cara kita memandang dunia dan berinteraksi dengan orang lain, menjadikan dunia ini tempat yang lebih terbuka, inklusif, dan penuh rasa hormat terhadap perbedaan.

Referensi :

Burger Paling Enak di Jakarta

Jakarta, kota yang tak pernah tidur, memiliki banyak sekali pilihan kuliner untuk memanjakan lidah para pecinta makanan. Salah satu tempat yang patut dicoba adalah Lawless Burgerbar, tempat di mana kamu bisa menemukan burger paling enak di Kota Jakarta, bukan hanya makanan burger biasa, melainkan seni kuliner yang diciptakan dengan cinta akan musik cadas,

Tsahhhhhhhh……..

Hamburger, atau sederhananya burger, adalah makanan yang terdiri dari isian—biasanya patty daging giling, biasanya daging sapi—yang dimasukkan ke dalam irisan roti atau roti gulung.

Hamburger sering disajikan dengan keju, selada, tomat, bawang bombay, acar, bacon, atau cabai; bumbu seperti saus tomat, mustard, mayones, relish, atau “saus spesial”, dan sering ditaruh di atas roti biji wijen.

Lawless Burgerbar mengusung konsep heavy metal lengkap dengan dekorasi bernuansa gelap dengan gambar berbagai rock band dan musik rock non-stop ini ternyata berhasil mencuri perhatian para pecinta burger, karena bukan hanya dekor tempatnya saja yang keren, rasa burgernya juga enak banget gila!

Bagaimana Sejarah berdirinya Lawless Burgerbar ?

Pada tahun 2009, Arian dan Sammy Bramantyo mendirikan Howling Wolf, sebuah toko merchandise musik merangkap studio tato. Salah satu tujuan utama di balik membuka toko tersebut adalah untuk mempermudah distribusi produk-produk Grup Band Seringai.

Kemudian, tahun 2011, Howling Wolf melakukan merger dengan Pistone, toko dan bengkel modifikasi sepeda motor klasik yang salah satu pemiliknya adalah Gofar Hilman. Usaha baru ini diberi nama Lawless Jakarta, yang kemudian berkembang untuk mencakupi bengkel motor custom, Lawless Garage; perusahaan rekaman independen, Lawless Jakarta Records; dan restoran burger, Lawless Burgerbar

Kenapa Paling Enak ?

Pastinya saya bukanlah seorang ahli di bidang kuliner, atau seseorang yang punya pendikan dan sertifikasi di bidang gastranomi, ini hanya pendapat pribadi dan rasa lidah pribadi berdasarkan pengalaman melahap berbagai Burger di masa lampau.

Mengenal Burger pertamakali itu, buger dorong, Alias abang penjual Burger yang menjual burgernya menggunakan gerobak sepeda yand ditenagai dengan kayuhan pedal sepeda.

Dahulu bahagia banget melihat gerobak sepeda burger ini, walaupun saat itu nggak ada duit juga buat belinya, terlalu mewah untuk kantong.

Lawless Burgerbar ‘Burger’, dibandingkan dengan Burger produksi restoran cepat saji seperti Burger King, McDonalds sampai dengan Kentucky Fried Chicken, Lawless Burger memiliki tekstur daging yang jauh lebih empuk dan ‘juicey’ banget.

Bila dikunyah berasa banget ada kesan basah dan luber dimulut.

Ini menurutu saya, definisi paling enak.

Bagi kalian yang penasaran, ini dia daftar menu Lawless Burgerbar beserta harganya berdasarkan data bulan Agustus 2023 :

Eyehateburgs

  • Sabbath Burger, Single: Rp57.000, Double: Rp73.000
  • The Lemmy, Rp149.00
  • Motlet Burg, Single, Rp65.000,Double: Rp89.000
  • Philly Anselmo, Rp79.00,
  • The Great Southern Trendkill, Rp49.000
  • Madballs, Rp45.000
  • Enter Sandwich, Rp95.000
  • Joey Bellodona, Rp47.000
  • Butterkill, Single: Rp52.000, Double, Rp69.000

Junior Burgers

  • Butterkill Jr: Rp35.000
  • Sabbath Burger Jr: Rp37.000
  • Motley Burg Jr: Rp42.000

Side by Side, Do or Die

  • Judas Fries, Rp23.000
  • Jalapenostic Front, Rp39.000
  • Mozpit, Rp49.000
  • Municipal Wings, Rp45.000
  • Stryper, Rp47.000
  • Splaterthrash, Rp85.000

Lawsless Burgerbar dapat kalian temukan pada alamat berikut ini

Lawless Burgerbar, Kemang, Jakarta

Jl. Kemang Selatan VIII No.67K 7, RT.7/RW.2, Bangka, Kec. Mampang Prpt., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730

https://maps.app.goo.gl/ZtkfhtgUf9GEjDYi8

Lawless Burgerbar, Menteng Jakarta

Jl. H. Agus Salim No.60, RT.8/RW.4, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10230

https://maps.app.goo.gl/heh5aPnM4m9MCr6i7

Lawless Burgerbar, Blok M, Jakarta

Jl. Melawai 5 No.67 Blok M, RT.3/RW.1, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160

https://maps.app.goo.gl/bNsRQFizcPLaD2sk8

Lawless Burgerbar, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta

Jl. The Golf Island Boulevard Kel, Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14460

https://maps.app.goo.gl/PKfe3M78UfohWEhB6

Lawless Buergerbar, Pondok Indah Mall 3 (PIM 3). Jakarta

Jl. Kartika Utama No.1, RT.6/RW.3, Pd. Pinang, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12310

https://maps.app.goo.gl/aeiJ1m6v6MmUHFxY6

Referensi





Gorengan Paling Maknyuss..

Sukun adalah nama sejenis pohon yang berbuah. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk, yang mirip roti setelah dimasak atau digoreng. Karena itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai “buah roti” (Ingg.: breadfruit; Bld.: broodvrucht, dll.).

Sukun sesungguhnya adalah kultivar yang terseleksi sehingga tak berbiji. Kata “sukun” dalam bahasa Jawa berarti “tanpa biji” dan dipakai untuk kultivar tanpa biji pada jenis buah lainnya, seperti jambu klutuk dan durian. “Moyangnya” yang berbiji (dan karenanya dianggap setengah liar) dikenal sebagai timbul, kulur (bahasa Sunda), atau kluwih (bahasa Jawa), kulu (bahasa Aceh), kalawi (Minang). Di daerah Pasifik, kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai nama, seperti kuru, ulu, atau uru. Nama ilmiahnya adalah Artocarpus altilis.

sumber : wikipedia

Pasar Ah Poong, Keren Tapi Masih Kurang…

Hari sabtu kemarin (22/12) , kami sekeluarga pergi makan siang ke Pasar Ah Poong  (Pasar Air Sentul City) yang berlokasi di belakang Mall Bellanova Sentul, Jawa Barat. Spanduk dan  baliho besar minggu sebelumnya ternyata cukup membuat kami penasaran.

Lapar disabtu siang , ternyata merupakan dorongan yang paling kuat untuk mengeluarakan mobil dari garasi dan berkendara ke Sentul Selatan.

IMG_2909

Kesan pertama kami ketika melihat konsep tempat makan di pinggir sungai sungguh memberi suasana baru . Yah tahu sendirilah selama ini yang terbayang kali ciliwung, ihik! Kena ciprat airnya aja langsung gatal-gatal.

Pihak pengembang sentul sepertinya benar-benar serius menggarap konsep tempat kuliner baru ini, oh iya dan ternyata tidak hanya kuliner saja. Belakang baru terlihat lebih jelas, ada konsep wisata air yang sedikit mirip Damnoen Saduak Kanal & Floating Market di Bangkok, art galery dan taman publik.

Aliran sungai di sepenjang tempat makan dan taman publik tidak sederas di bagian lainnya, sehingga perahu-perahu kecil bisa berkeliaran. Sepertinya landasan sungai dibangun ulang sehingga tidak ada riak sama sekali.

Setelah melewati jembatan, akhirnya kami bergegas untuk memesan makanan, dan disinilah kesan pertama yang terbangun melalui suguhan lanskap yang indah mulai sedikit ‘runtuh’.

IMG_2917

Tempat makannya mengadopsi konsep foodcourt modern seperti di Mall Jakarta, harus menggunakan kartu yang ditopup di kasir utama. Ini nggak nyaman, nggak keren dan nggak praktis bagi pengunjung. Dengan konsep ini pengunjung diharuskan melalui berbagai prosedur dan pastinya ada sisa kredit di kartu.

Ngantrinya panjang, lama dan sulit mendapatkan tempat duduk. Menurut salah satu karyawan, hal ini terjadi pada hari sabtu dan minggu.

Booth pilihan makanan sedikit menolong kekesalan kami, pilihan makanannya lumayan beragam dan enak-enak. Sepertinya pihak pengelola benar-benar memilih menu kuliner yang memang sudah teruji, beberapa diantaranya cukup terkenal di Kota Bogor.

IMG_2939

Setelah menutup menu makan siang dengan es doger dan tahut gejrot cirebon, kami mulai menyusuri area lainnya. Diawali dengan menyusuri jembatan gantung lainnya, akhirnya kamu sampai ke sebuah taman yang ditata dengan rapi. Tamannya cukup luas dan sepertinya layak disebut area publik.

Beberapa pengunjung tampak cukup ceria berada di taman ini, sepertinya dikarenakan banyak obyek yang bisa dijadikan latar belakang foto. Tidak hanya lanskapnya yang indah, beberapa patung dan instalasi seni juga cukup keren dan provokatif.

IMG_2950

Saat berada di taman, anak kami sangat senang berlari dan bermain, jalan setapaknya panjang, berliku , tertata rapi dan tiap beberapa meter memiliki alat bermain dengan konsep sains. Ada parabola yang bisa menghantarkan suara,  pipa untuk telepon dan beberapa lainnya.

Tapi tetap saja, beberapa fasilitas tidak berfungsi dan sepertinya kurang terawat, ini tipikal Indonesia banget, bisa bangun tapi lemah di perawatan. Berharap saja, tiga buah jembatan gantung nggak tiba-tiba putus seperti di Tenggarong.

Setelah si kecil puas bermain dengan berbagai fasilitas yang ada, kami melanjutkan ke bagian pinggir sungai. Ini keren!, bagian pinggir sungai dibangun sedemikian rupa membentuk teras dan tangga. Sepertinya pihak pengembang punya rencana khusus untuk area ini, bisa jadi bikin aksi teater atau konser pinggir sungai.

IMG_2922Ekplorasi kami di area publik dan pinggir sungai harus berakhir dengan rintik hujan yang mulai turun dengan deras. Perahu-perahu yang sedang hilir mudik di sungai juga harus segera menepi.

Secara keseluruhan kami senang mendapatkan pengalaman baru, tapi sepertinya pihak pengembang masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk kenyamanan di foodcourt dan perawatan fasilitas ruang publik.

Klapertart Huize – Bogor

KlapertartBogor, merupakan salah satu kota tujuan liburan sejak jaman penjajahan Belanda, mungkin karena udaranya yang sejuk dan alamnya yang indah para expatriat betah di kota ini. Selain meninggalkan jejak bangunan era kolonial, mereka juga meninggalkan jejak kuliner bernama Klapertart!

Klapertart adalah kue khas Belanda yang sangat lezat dengan bahan dasar kelapa muda yang diiris tipis dan direbus. Bahan lainnya adalah mentega, susu, gula pasir, tepung terigu dan telur yang dicampur menjadi satu adonan

Di Indonesia , bila anda berulang tahun, pastinya rekan kerja anda berharap ada traktiran atau setumpuk makanan di sudut meja kantor. Berhubung kantor lagi kering dan dompet tipis, tadi malam saya putuskan untuk memesan Klapertart Huize di Bogor.

Menurut istri saya, toko ini buka 24 jam, maksudnya mereka memproduksi Klapertart siang-malam tanpa henti untuk memasok kebutuhan Klapertart di seantero Kota Bogor. Ketika kami mengambil pesanan jam 22:00 masih tanpak kesibukan para pegawainya.

Toko/Resto Klapertart Huize ini beralamat di Jl.Pangrango No.8, Bogor, Indonesia 16121. Telepon : 2518321527. Situs : http://triplecombo-snack.com/Lokasinya tepat di seberang Resto Kedai Kita, samping Hotel Mirah.

Selain Klapertart, tempat ini juga menjual berbagai menu lainnya seperti Macaroni Schotel, Pastel Tutup, Sweet Snacks, Savory Snacks, dll.

Soal enak atau tidak..mmmmmm.., sulit juga… masalahnya bagi saya makanan itu hanya ada dua jenis, enak atau enak banget!

Kuliner Semarang, Nasi Ayam Simpang Lima

Beatles WannaBeSemarang merupakan salah satu Kota yang saya sering kunjungi dalam rangka dinas kerja. Pilihan kuliner di Kota Semarang dapat dipastikan sangatlah banyak dan beragam , dengan sedikit bantuan dengan mesin pencari, anda bisa dengan mudah menemukan artikel mengenai kekayaan kuliner Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Menjadikan saya agak malas untuk ngeblog soal kuliner kota ini.

Tadi malam, seperti biasa , kami kembali mengunjungi Tenda Makan Nasi Ayam Ibu Sami, entah kenapa saya tetap ‘tergoda’ harus menceritakannya (ngeblog) kepada anda. Lokasinya yang berada di pusat kota, berada di kawasan Simpang Lima, dikelillingi banyak hotel, menjadikan tempat ini ideal bagi para pelancong untuk mencicipi cita rasa Semarang.

Nasi Ayam Ibu SamiLesehan Nasi Ayam ini terletak di emperan sebuah gedung disalah satu sudut Simpang Lima. Untuk memudahkan anda, gedung tersebut ditempati oleh Restoran Pizza Hut (semoga belum pindah). Terpenting, tempat makan ini baru buka jam 22:30 WIB keatas dan menyuguhkan hidangan sampe pagi hari. Jadi bila ingin berkunjung kesini, datang saja jam 23:00 WIB. Pastikan perut anda dalam keadaan kosong, dijamin anda bakal minta porsi tambahan.

Nasi Ayam Ibu SamiSebenarnya apa sih istimewanya Nasi Ayam ini ? Selain dari letaknya yang strategis dan jam bukanya yang unik, pastinya rasa makanannya yang ‘wueenak‘ banget. Saat anda datang , segeralah duduk lesehan dan anda akan dihidangkan menu reguler Nasi Ayam, menurut saya mirip banget sama Nasi Liwet Solo. Satu porsi terdiri dari Nasi, Telur, Ayam Suwir, Krecek dan Kuah Santan Gurih yang disajikan hangat.

Nasi Ayam Ibu SamiUniknya lagi, tempat makan ini benar – benar menyediakan semua yang anda inginkan dari seekor ayam, kecuali bulu ayam tentunya. Dari dagingjeroan, kepala, ceker , kulit sampe jengger dapat anda nikmati sebagai santapan lauk yang nikmat. Hidangan ayam yang benar-benar ayam seutuhnya!

Midori, Makanan Jepang Aman DiKonsumsi

sushi - wiki.jpgBeberapa bulan terakhir ini, kami sekeluarga lagi ketagihan dengan makanan Jepang, terutama Sushi, Udon dan Sashimi. Bila budget bulanan masih sedikit berlebih, hampir tiap perjalanan ke Kota Bogor kami sempatkan untuk makan di salah satu Resto Jepang, seringnya ke Midori karena sering diskon. 😀

Namun, hobi baru tersebut sedikit ‘terganggu’, pada tanggal 11 Maret 2011 lalu terjadilah kejadian yang menggemparkan dunia itu. Berita mengenai kebocoran radiasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Jepang yang diakibatkan oleh Gempa 8,9 Skala Richter ‘mengalir’ dengan deras.

Langsung terlintas kekhawatiran saya dalam mengkonsumsi makanan Jepang. Pemberitaan  mengenai paparan radiasi radioaktif pada  sayuran dan susu yang diproduksi dalam radius tertentu dari PLTN semakin menambah kegelisahan.

Walaupun dampak paparan radiasi mengkonsumsi produk tersebut setiap hari selama setahun ‘hanya’ sama dengan paparan radiasi 1x CT scan, tetap saja menimbulkan pertanyaan di benak saya.

Apakah aman mengkonsumsi makanan Jepang yang rata-rata diimpor? Dari mana saja bahan baku makanan Jepang yang dijual di Indonesia ? Bagaimana cara pemeriksaannya ?

Walaupun sudah berita prosedur pemeriksaan berbagai bahan makanan dari Negara Matahari Terbit, saya tetap penasaran. Akhirnya saya sampaikan pikiran penasaran tersebut via kontak email Dayu Group, pemilik merek dagang Midori.

To : [email protected]
From : Me
Date : Wed, Mar 30, 2011 at 11:39 AM
Subject : tanya tentang safety makanan

Body:

Sebenarnya hampir tiap minggu saya makan di Midori Bogor, tapi semenjak gempa yang menghasilkan radiasi PLTN di jepang, saya jadi ragu.
Bagaimana Midori meyakinkan saya untuk tetap mengkonsumsi makanan jepang ini

Terimakasih
br,
didit

Jawaban

ReplyTo : [censored]
From : [email protected]
Date : Wed, Mar 30, 2011 at 11:39 AM
Subject : tanya tentang safety makanan
KepadaYth,
Bapak Didit
Di Tempat

Dengan hormat,

Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan Bapak menjadi pelanggan Midori Bogor.
Kami ingin menginformasikan kepada Bapak, kami telah mendapatkan Sertifikat Keamanan Makanan dari supplier bahan makanan (yang diimpor dari Jepang), bahwa semua bahan makanan yang kami pesan adalah aman dikonsumsi. Kebanyakan bahan makanan yang kami pesan dari Jepang adalah bahan kering (bumbu-bumbu) dan sudah kami pesan untuk stok 3 bulan. Pemesanan dilakukan sebulan sebelum terjadinya musibah di Jepang.

Untuk ikan segar, kami tidak beli dari Jepang, melainkan :
* Ikan Salmon dari Norwegia
* Ikan Tuna dari Bali
* Daging dari Australia
Sedangkan sayuran, kami beli dari petani organik lokal.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Semoga bisa meyakinkan Bapak, bahwa bahan makanan yang kami gunakan di restoran kami aman. Terima kasih.

Salam
Manajemen

Awalnya saya tidak begitu berharap dapat balasan secara personal dan sudah bersiap untuk berhenti makan Sushi. Setelah menerima email balasan yang berjarak  6 hari tersebut akhirnya saya tidak ragu lagi untuk mengkonsumsi Sushi.

Dalam hal ini saya memberi ’empat jempol’ bagi Dayu Group (Midori), tindakan anda untuk membalas surat elekronik (surel) saya tidak hanya menyelamatkan satu (1) pelanggan. Para pengunjung blog inipun pastinya memiliki informasi yang postif tentang produk anda.

Arigato!

Midori Cabang Bogor :
Jl. Raya Pajajaran No. 53 Babakan, Bogor 16151
Telp. (62-251) 838.1155, 838.4411

To             : [email protected]
Date        : Wed, Mar 30, 2011 at 11:39 AM
Subject  : tanya tentang safety makanan

Perburuan Malam Hari Kuliner Banjarmasin (2)

lontong orari

Bulan ini, saya dan beberapa rekan memiliki kesempatan mengunjungi kembali Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Seperti beberapa tahun sebelumnya, berburu kuliner menjadi agenda selingan yang wajib dilakukan. Dengan panduan dari teman-teman di Banjarmasin Post, waktu yang singkat tidak menghalangi kami menemukan kuliner Banjarmasin yang berbeda dan sangat unik.

Penerbangan siang yang kami gunakan dari Jakarta mengakibatkan sempitnya waktu yang bisa digunakan untuk berburu kuliner di Kota Banjarmasin, itupun harus malam hari. Terkendala waktu yang sempit, awalnya kami khawatir tidak dapat menemukan kuliner malam hari di kota ini. Beruntung kami memliki rekan ‘lokal’ yang memandu kami menikmati Kota Banjarmasin pada malam hari yang tetap ramai dan bertaburan dengan tempat makan yang bermacam-macam.

Lontong Orari

Tempat makan ini baru buka siang hari, tetapi masa hidupnnya bisa sampai dini hari, sampai jam 4 pagi menurut beberapa rekan di Banjarmasin Post. Bila para penikmat ‘dunia malam‘ di Kota Banjarmasin sudah harus mengakhiri aktivitasnya dengan mengisi perut yang kosong, tempat makan inipun bisa sangat ramai pada jam 01:00 dini hari.

lontong orari

Lontong Orari ala Kota Banjar ini sangat mirip dengan lontong sayur yang biasa ditemukan dan  disantap pagi hari di Jakarta, tetapi dengan tambahan suguhan lauk yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain (baca:Jakarta). Selain tambahan pilihan telur ayam bulat, juga ada tambahan ayam dan Ikan Haruang. Telur dan ayam tentunya sudah biasa, Ikan Haruang Haruan atau biasa disebut Ikan Gabus tentunya sangat berbeda dan memiliki cita rasa unik bila dipadu dengan ketupat/lontong dan sayur. Ikan Haruang yang disajikan sepertinya telah digoreng terlebih dahulu, sehingga tidak akan terasa eneg‘. Ikan yang bertekstur crispy dan disantap dengan kuah sayur sangat mengetarkan 8-} lidah.

Bila memesan porsi ini, berhati-hatilah! Porsi satu artinya anda akan dihidangkan dua buat lontong/ketupat yang berukuran sangat besar! >:D< Sangat disarankan untuk memesan setengah porsi saja, menu anda akan disajikan dengan satu buah lontong/ketupat.

Sate Ayam di tempat makan Lontong Orari

sate ayam

Di bagian depan (tempat parkir) rumah makan Lontong Orari terdapat tempat bakaran sate ayam yang aromanya sangat menggoda. Pesanlah sebagai teman makan Lontong Orari, anda akan mendapatkan sensasi rasa sate ayam yang luar biasa :)>- . Ukuran daging sate ayamnya lumayan besar, tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Ketika digigit terasa sangat crunchy, rasa dan tekstur bakarannya pun ‘meleleh‘ =P~ di lidah. Salah satu menu sate ayam yang sangat direkomendasikan.

Lontong Orari beralamat di Jalan Pahlawan / Kampung Melayu ,Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sate Bulus

Wikipedia Bulus

Sebelum membahas makanannya, apa sih bulus itu? Menurut Wikipedia Indonesia , Bulus (Amyda cartilaginea) adalah adalah sejenis labi-labi (kura-kura berpunggung lunak) anggota suku Trionychidae. Disebut berpunggung lunak karena sebagian perisainya terdiri dari tulang rawan dan tempurung punggungnya (karapas) dilapisi oleh kulit tebal dan licin. Dalam bahasa Inggris, hewan ini dikenal dengan nama Asiatic softshell turtle atau common softshell turtle; dalam bahasa Madura disebut ketempah.

Di kutip dari wiki “Di masyarakat-masyarakat tradisional di Indonesia barat, bulus biasa diburu untuk dimakan dagingnya. Orang Tionghoa juga menyukainya dan kerap dimasak sebagai pi oh. Perdagangan hewan ini untuk keperluan konsumsi di pelbagai bagian dunia mencapai jumlah berton-ton perhari, sehingga mengancam kelestarian populasinya di alam[2]. Oleh sebab itu IUCN menetapkannya ke dalam status Rentan (VU, Vulnerable).”

Hewan ini terutama hidup di perairan yang tenang, berarus lambat[1]. Di sungai atau anak-anak sungai, danau, dan kolam, termasuk kolam pemeliharaan ikan. Memangsa ikan dan hewan-hewan kecil lainnya, bulus biasa bersembunyi dalam lumpur atau pasir di dasar perairan.

Dari kedua deskripsi diatas, bila anda menganut aliran pro konservasi binatang langka sebaiknya anda tidak mengkonsumsi binatang ini. [-X Bagi yang ajaran agamanya melarang konsumsi binatang yang hidup di dua alam juga sebaiknya mencari informasi tambahan mengenai status haram dan halalnya.

Di luar ‘cerita’ yang saya sebutkan sebelumnya ternyata ada rumah makan yang menjual daging bulus ini di Banjarmasin. Sempat terkejut juga ketika membaca daftar menu yang tertulis. Harga Sate bulus Rp.5000,- per tusuk! (Agustus 2010), lumayan mahal tentunya :-SS .  Lebih mahal seribu rupiah dari Sate B2 :@) yang juga ada dalam daftar menu. Sate Bulus ini disajikan dengan bumbu warna merah yang juga biasa disajikan dengan menu itik/bebek panggang khas Banjarmasin.

pose di rm siong

Daging Bulus ini memiliki tekstur yang mirip daging B2, rasa manisnya juga sangat mirip. Bedanya hanya pada kondisi daging Bulus yang lebih basah walaupun sepertinya sudah dibakar dengan cukup lama. Rasanya?? Hemmm..diluar bayangan binatangnya sih :-& lumayan enak :)>- …Hehehe…

Alamat tempat makan Sate Bulus di warung SIONG,  teletak di Jalan Veteran no.74 B / 11 ,Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Lumayan, dengan waktu hanya semalam bisa dapat dua tempat makan yang unik.