“Split Second” Tikungan 100 Km/Jam

Setelah mengenal karakteristik mesin dan handling motor ini, saya berjanji pada diri sendiri tidak akan menikung pada kecepatan diatas 100 km/jam.

Kawasaki Ninja 650 2017, dengan tenaga motor sebesar 68 ps , kecepatan 160 km/jam bisa dicapai dengan mudah pada ruas jalan lurus tertentu di luar kota. Rasa tegang, takut dan khawatir menjadi satu, tetapi entah kenapa enggan juga menurunkan ‘throttle‘. Kadang kalo udah ingat emak-emak bawa matik dan anak SD menyebrang jalan akhirnya saya turunkan juga kecepatannya.

Jalan lurus kadang membuat kita lupa diri, tetapi tikungan panjang merupakan ancaman utama berkedara motor dengan tenaga besar dan berlimpah.

Beberapa kali saya mendapati speedometer menunjukkan angka 100 km/jam ketika melibas tikungan panjang di luar kota.

Hal ini sangat menakutkan buat saya, dan berjanji akan mengenali karakteristik kecepatan diatas 100 km/jam tanpa melihat speedometer.

Seringkali , karena dibutuhkan konsentrasi ekstra dalam mengamati jalan di kecepatan tinggi, instrumen kecepatan dan putaran mesin tidak bisa dipantau dengan mudah.

Kadang insting dan hapalan kondisi yang seringkali memberikan petunjuk seberapa cepat dan seberapa besar putaran mesin saat itu. Dalam kondisi tersebut seringkali dibutuhkan keputusan yang sifatnya “split second“.

Menurut kamus urban populer “Split second” artinya “A very brief moment in time“, dalam kurun waktu yang sangat singkat, bisa dalam sekejap kedipan mata.

“Setan” Tikungan Panjang

“Setan Pengoda” dalam berkendara seringkali terjadi ketika motor akan melahap tikungan panjang yang mulus, kadang saya sendiri takjub dengan kecepatan saat itu.. , dan disinilah biasanya awal malapetaka terjadi.

Pengalaman ini saya bagi agar sesama pemula seperti saya ini dapat mengantisipasi dan tidak melakukan hal konyol ketika suatu saat anda dalam posisi yang sama.

ABS is dead

Motor-motor baru jalan raya dengan kapasitas mesin (cc) dan tenaga besar saat ini biasanya sudah dilengkapi dengan Anti Braking System (ABS). Sebenarnya fitur ini ditujukan agar letika terjadi tindakan pengereman, ban tidak terkunci dan menjadi slip karena pengendara menekan atau menginjak rem terlalu keras.

Pada motor yang  dilengkapi ABS , ada sensor mekanik dan ditansferkan secara digital yang membaca kondisi ban slip. Lalu sensor akan memberikan intruksi agar pad rem dilepas sedikit demi sedikit (‘menendang’ balik tuas/pedal rem) supaya ban tidak mengunci.

Menurut buku petunjuk dan pengalaman pribadi, fitur ini sangat berguna pada jalan kering dan normal tidak bergelombang, tetapi menjadi berbahaya pada jalan licin karena hujan, bergelombang , berlumut maupun jalan dengan kerikil.

Pada layar instrumen, akan ada indikator khusus bila motor melalui jalan rusak bergelombang, ini artinya peringatan keras menandakan  ABS tidak akan berfungsi masimal.

Saya merasakan kekurangan ini pada saat menikung panjang dengan kecepatan di ruas jalan yang terbuat dari beton ( non asphalt). Di suatu malam di sebuah ruas tikungan panjang jalan raya Bogor, untuk menjaga kestabilan, saya mulai menekan tuas rem depan dan belakang pada saat yang besamaan ketika motor akan masuk tikungan.

Kaget bukan main ketika saya merasakan bagian belakang motor mulai slip kehilangan traksi tak terkendali, ABS tidak bisa bekerja di jalan licin tipikal beton dan badan motor pun mulai terhempas perlahan ke arah kanan.

Hebatnya manusia, dalam kondisi kejepit tersebut, semua indra mulai bekerja dalam hitungan detik, ketika melihat speedometer, kecepatan ada diatas 90 km/jam. Dan yang bisa saya lakukan hanyalah pasrah dengan tetap menjaga posisi tuas gas, rem dan badan agar tidak melakukan perubahan mendadak yang bisa mempengaruhi momentum motor yang diluar kendali, Paling sial harusnya motor terhempas pembatas jalan sebelah kanan.

Sepanjang tikungan panjang tersebut, ban belakang slip nggak karuan. Saya hanya berharap tikungan tersebut segera habis saja supaya saya bisa menegakkan badan motor.

Bila pada akirnya saya selamat, nggak tau juga. Ketika tikungan habis dan motor tidak terhempas, saya hanya bersyukur dan sedikit gemetar.

Pesan semesta , kalo lihat tikungan panjang yang mulus pikir-pikir dua kali.

*Diditho.com manage by Gagas Lintas Media in partnerhsip with Netfit.id

Good Job Team, let’s rock the dev world!

Bagi saya, saat-saat yang paling membanggakan dan membahagiakan adalah ketika menyaksikan anggota team bisa tampil untuk berbagi dengan para developer dan anggota komunitas lainnya.

Berbagi di WordPress Meetup Jakarta itu sesuatu untuk komunitas dan kalian.

Good Job Team, let’s rock the dev world!

Sampai saat ini saya selalu percaya rasio 30:30:30. Bahwa seorang pemimpin / leader / manager harus membagi prioritas menjadi tiga bagian. 30 persen untuk mengelola tugas departemen bersama anggota team, 30 persen berikutnya mengelola pekerjaan manajerial, 30 persen sisanya untuk coaching dan counseling anggota team.

Eh, lalu 10 persen sisanya buat apa ? oh sisakan itu untuk area ini –> ” Shit Happens ” …

*Diditho.com manage by Gagas Lintas Media in partnerhsip with Netfit.id

Let’s aim very high, Everest Base Camp!

Apa? EBC ? Everest Base Camp! serius ?! Begitu kira- kira tanggapan percakapan di sebuah group WhatsApp beberapa hari yang lalu.

Seingat saya, obrolan mengenai Pendakian ke Base Camp Everest hanyalah obrolan ringan disela-sela Trekking Gunung Rinjani beberapa bulan sebelumnya.

Setelah selesai dengan Gunung Rinjani, kami memulai perbicangan mengenai perjalanan berikutnya di tahun 2017. Beberapa pilihan pastinya lebih menantang dari Pendakian Gunung Rinjani.

Mulai dari Gunung Kerinci di Sumatra, Gunung Kinabalu di Sabah Malaysia sampai dengan Tambora di ujung timur Indonesia. Seingat saya, beberapa menyebutkan tujuan Tambora menjadi agenda pendakian berikutnya.

Beberapa yang menyebut kembali Rinjani langsung disambar dengan celetujan ” Aduh jangan Rinjani lagi deh, lainnya”

Termasuk pendakian ke Basecamp Everest juga menjadi salah satu topik. Everest ? yang sepertinya saat itu memang hanya topik intermezzo yang tidak terlalu penting.

Setan kecil

Setelah beberapa hari saya renungkan dan mencari-cari informasi mengenai pendakian Everest Base Camp ternyata secara perlahan dan pasti menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan yang lebih dalam.

Hemmm…, Everest Base Camp ? Kenapa tidak ? kata ‘setan kecil’ dalam hati.

Bulan April tahun ini saja sudah ada orang-orang biasa yang siap menikmati perjalanan ke salah satu tempat paling indah di dunia.

Saat touring kemarin juga ada salah satu rider ubanan, mungkin umurnya 50 tahun keatas yang juga sedang menyiapkan perjalanan ke Everest Base Camp. Tambah semangat!!

Bila tahun 2017 belum kesampaian, sepertinya harus diagendakan untuk 2018.

*Diditho.com manage by Gagas Lintas Media in partnerhsip with Netfit.id

WordCamp Jakarta 2017, Drop-in dan Must-Use (MU) Plugins

Di WordCamp Jakarta 2017  saya memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman penggunaan WordPress di lingkungan Enterprise. Sesaat setelah presentasi, beberapa audience yang hadir menanyakan hal-hal detail mengenai materi yang saya sampaikan tersebut. Blog post ini adalah upaya saya untuk mendetailkan materi presentasi tersebut.

Saat ini WordPress tidak hanya digunakan sebagai bloging platform, kode yang terbuka (opensource) dan penambahan fungsinya yang modular melalui konsep Themes dan Plugins menjadikan WordPress sebagai salah satu aplikasi web dengan pangsa pasar terbesar di dunia.  Kemudahan dan kecepatan implementasi (learning curve) yang luar biasa singkat membantu banyak pihak untuk membuat sebuah website.

Dengan mudah kita dapat menemukan implementasi WordPress untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari penggunaan pribadi sampai dengan implementasi website kebutuhan bisnis, seperti website profile perusahaan, lowongan kerja, eCommerce sampai dengan portal portal berita kelas dunia seperti Time.Com dan Quartz.Com.

wp big brand.PNG

Kemudahan dan luasnya implementasi tersebut seringkali menimbulkan persepsi bahwa WordPress hanya untuk kalangan hobi atau pengerjaan websiye dengan kebutuhan yang minimal atau standar.

Bagaimana dengan kebutuhan yang kompleks seperti untuk menakomodasi model bisnis perusahaan besar ( enterprise ) ?

Untuk menjadikan WordPress dapat bekerja dengan baik dalam skala enterprise, dibutuhkan beberapa pengaturan yang biasanya tidak pernah disentuh oleh para pengguna WordPress biasa.

Pada umumnya, pengguna WordPress hanya mengenal ‘Themes’ untuk mengubah serta memperkaya tampilan dan ‘Plugins’ untuk menambah berbagai fitur dan kemampuan sebuah website agar sesuai dengan model atau solusi yang diinginkan.

Mu-Plugin dan Drop-in Plugins

Konsep Plugins mungkin yang menjadikan WordPress bisa sangat modular dan fleksibel sehingga  tingkat adaptasi WordPress menjadi sangat cepat dan masif. Saat ini 28% situs di dunia menggunakan WordPress.

Berdasarkan pengalaman membuat purwarupa website peruisahaan menggunakan WordPress selama 2 tahun lebih, pada akhirnya Themes dan Plugins tidak akan cukup dan seringkali malah membuat sebuah website sulit untuk mendapatkan performa terbaiknya.

Untuk menjadikan sebuah situs WordPress bisa mendapatkan skalabilitas, performa dan keamanan yang lebih baik sebenarnya bisa dilakuan dengan menggunakan / mengoptimalisasi fitur ‘mu-plugins’ dan ‘drop-in-plugins’.

Lalu, apa yand dimaksud dengan ‘mu-plugins’ dan ‘drop-in plugins’, apa bedanya dengan ‘reguler plugins’ ?

Biasanya, pengguna biasa hanya mengenal regular Plugins atau yang biasanya dikenal dengan nama Plugins. Untuk artikel ini kita sebut saja dengan istilah Plugins Reguler. Fitur ini dapat diakses dan dikelola secara langsung dan mudah melalui menu dashboard WordPress.

Instalasi , aktifasi dan pengaturan Plugins dapat dilakukan oleh siapapun yang memiliki hak akses Administrator.

Sedangkan berikut adalah penjelasan mengenai mu-plugins’ dan ‘drop-in plugins’,

Drop-in Plugins

Merupakan PHP files yang fungsinya dapat menggantikan beberapa fungsi utama (core) WordPress seperti koneksi ke database ( database connection ) dan tembolok (cache).

Lokasinya berada di /wp-content/[dropins-file-name].php

Beberapa contoh drop-in plugins yang cukup populer adalah advance-cache.php dan LudicrousDB.

LudicrousDB is an advanced database interface for WordPress that supports replication, fail-over, load balancing, and partitioning, based on Automattic’s HyperDB drop-in.

LudicrousDB can manage connections to a large number of databases. Queries are distributed to appropriate servers by mapping table names to datasets.

A dataset is defined as a group of tables that are located in the same database. There may be similarly-named databases containing different tables on different servers. There may also be many replicas of a database on different servers. The term “dataset” removes any ambiguity. Consider a dataset as a group of tables that can be mirrored on many servers.

Configuring LudicrousDB involves defining databases and datasets. Defining a database involves specifying the server connection details, the dataset it contains, and its capabilities and priorities for reading and writing. Defining a dataset involves specifying its exact table names or registering one or more callback functions that translate table names to datasets.

Dengan LudicroudDB yang membaca konfigurasi beberapa database MariaDB yang dibuat master-master menggunakan Galera Cluster, WordPress dapat mengenali multiple database dan melakukan prioritas server database mana untuk write, mana untuk read.

Berikut contoh koneksi database menggunakan array , tinggal tambahkan saja array-array lainnya untuk koneksi ke database lain. Dua koneksi pertama untuk read, lalu koneksi (array) ketiga untuk write.

$wpdb->add_database( array(
	'host'     => DB_HOST_1,     // If port is other than 3306, use host:port.
	'user'     => DB_USER,
	'password' => DB_PASSWORD,
	'name'     => DB_NAME,
	'write'    => 0,
	'read'     => 1,
	'dataset'  => 'global',
	'timeout'  => 0.2,
) );
$wpdb->add_database( array(
	'host'     => DB_HOST_2,     // If port is other than 3306, use host:port.
	'user'     => DB_USER,
	'password' => DB_PASSWORD,
	'name'     => DB_NAME,
	'write'    => 0,
	'read'     => 1,
	'dataset'  => 'global',
	'timeout'  => 0.2,
) )
$wpdb->add_database( array(
	'host'     => DB_HOST_3,     // If port is other than 3306, use host:port.
	'user'     => DB_USER,
	'password' => DB_PASSWORD,
	'name'     => DB_NAME,
	'write'    => 1,
	'read'     => 0,
	'dataset'  => 'global',
	'timeout'  => 0.2,
) )

Perlu menjadi catatan penting, sinkronisasi antara database server tidak dilakukan oleh WordPress atau Plugin LudicrousDB, tetapi dilakukan oleh Galera Cluster yang diaktifkan di MariaDB.

Must-use (Mu)  Plugins

Plugins reguler itu seperti pisau bermata dua, bisa sangat memudahkan dalam mencari solusi tetapi kemudahan itu seringkali membawa dampak buruk ke performa WordPress.

Makin banyak Plugins yang aktif, beban server menjadi lebih berat dan waktu pemrosesan juga menjadi semakin lama.

Hal ini karena WordPress membaca dan mengeksekusi seluruh Plugins yang aktif untuk tiap page yang direquest oleh pengguna biasa maupun request-request aneh yang dilakukan berbagai ‘bot’ seperti bot mesin pencari sampai dengan bot iseng yang biasanya mencari celah kemanan WordPress.

Bila developernya malas atau ‘kotor’ dalam membuat kode pemrograman, seringkali fungsi yang tidak dibutuhkan juga ikut dieksekusi di berbagai halaman yang sebenarnya tidak membutuhkan fungsi tersebut.

Dengan Must-use (Mu) Plugins , kita sebenarnya memiliki peluang untuk mengendalikan Plugins apa saja yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi yang diinginkan.

Tidak perlu lagi semua Plugins dijalankan disetiap page request

Must-use (Mu) Plugins memiliki karakteristik sebagai berikut

  • Berlaku di WordPress Single dan Multisite
  • Lokasinya berada di … /wp-content/mu-plugins/my-first-mu-plugins.php
  • Selalu aktif karena otomatis aktif ketika berkas .php sudah diupload
  • Dieksekusi sebelum Plugins reguler dieksekusi.
  • Tidak bisa dinonaktifkan

worpress mu plugins sample

Berikut adalah contoh sederhana implementasi must-use plugins dengan nama file terimakasih.php.

<?php
add_filter( 'the_content', function( $content ) {
    return $content . '<p>Terimakasih!</p>';
} );

Didalam berkas tersebut ada sebuah ‘filter’untuk menampilkan kata ‘Terima Kasih’ pada seluruh halaman post WordPress.

Hemm sepertinya nggak ada yang spesial ya dengan contoh diatas, bisa dilakukan oleh Plugin reguler.

Sebentar…, contoh berikutnya sedikit lebih kompleks tetapi sangat berguna untuk menjaga dan meningkatkan performa WordPress.

Tengok kembali diparagraf awal, makin banyak Plugin reguler, dapat menurunkan performa WordPress.

Berikut adalah implementasi must-use plugins untuk mematikan plugin reguler “Contact Form 7” di halaman-halaman yang memang tidak membutuhkan fungsi plugin tersebut.

Plugin “Contact Form 7” hanya akan akktif di halaman dengan slug ‘/contact/’ saja, sedangkan di halaman lain plugin tersebut akan diunregister alias tidak akan diload alias mati.

<?php
$request_uri = parse_url( $_SERVER['REQUEST_URI'], PHP_URL_PATH );

add_filter( 'option_active_plugins', 'unregisterd_cache_plugin' );

function unregisterd_cache_plugin( $plugins ){
        global $request_uri;
        $is_contact_page = strpos( $request_uri, '/contact/' );
        $unnecessary_plugins = array();
        // conditions
        // if this is not contact page
        // deactivate plugins
        if( false === $is_contact_page ){
                $unnecessary_plugins[] = 'contact-form-7/wp-contact-form-7.php';
                        }
        foreach ( $unnecessary_plugins as $plugin ) {
                $k = array_search( $plugin, $plugins );
                if( false !== $k ){
                        unset( $plugins[$k] );
                }
        }
        return $plugins;
}

Walaupun sepertinya sepele, dampak metode ini sangat luar biasa untuk meningkatkan performa loading halaman-halaman WordPress.

Bayangkan bila pada sebuah halaman kita dapat mematikan 15 dari 20 Plugin yang aktif!

Untuk mendapatkan contoh-contoh lain penggunaan metode ini, silahkan menggunakan mesin pencari dengan bantuan keyword ‘WordPress disable plugin‘ atau ‘WordPress options_active_plugin‘.

Untuk mengunduh materi presentasi ini  bisa mengunjungi tautan di situs slideshare. Semua berkas materi sudah diunggah oleh rekan-rekan di Automattic.

Terimakasih pada para penyelenggara WordCamp Jakarta 2017, Automattic, organizer, volunteer, speaker, community dan participant.

wordcamp jakarta closing

 

*Diditho.com manage by Gagas Lintas Media in partnerhsip with Netfit.id

Berburu Frame Slider Ninja 650 Tahun 2017

evotech performance frame sliderMengendarai motor dengan mesin multi silinder dan kapasitas cc (cubical centimeter) besar memiliki resiko yang lebih dibandingkan dengan mengendarai motor produksi masal pabrikan lokal yang kapasitas mesinnya dibatasi agar sesuai dengan market dan regulasi umum berkendara dan pajak di Indonesia.

Tenaga yang berlimpah dan bobot yang biasanya diatas 200 kg membutuhkan pengamanan ekstra dari sisi cara berkendara mapun dari sisi kelengkapan motor itu sendiri.

Menghancurkan motor seharga Sedan Honda Brio baru pastinya bukanlah sesuatu yang menyenangkan, dibanggakan atau bisa diterima dengan lapang dada.

Motor Jatuh dan Baret

35098642724_f5de40f2f8_k
Kawasaki Ninja 650 versi tahun 2017

Beberapa bulan lalu ketika mengeluarkan motor Kawasaki Ninja 650 dari garasi dengan cara mundur, pijakan kaki saya tiba-tiba tidak kuat karena ada perbedaan ketinggian pijakan yang saya tidak antisipasi sebelumnya.

 

Motor mulai miring perlahan dan tak tertahankan jatuh rebah dalam gerakan lambat menimpa saya di sisi sebelah kanan. Dasar memang kurang latihan, segala kekuatan yang dikeluarkan tidak ada artinya untuk membuat motor tesebut tetap berdiri tegak.

Ajaibnya saya tidak terluka sama sekali karena sepertinya pihak pembuat motor sudah memperhitungkan hal ini.

Motor akhirnya berada dalam posisi tidur rebah tapi tumpuannya ditopang oleh bagian khusus di footstep  yang berbentuk bulat. Sepertinya tonjolan kecil berbentuk bulat di bagian bawah footstep punya maksud tersendiri sebagai tumpuan motor bila dalam kondisi rebah.

Bagaimana dengan fairing ? Memmm.. karena jatuhnya pelan, fairing hanyak baret. Tetapi yah lumayan baretannya tidak bisa hilang dan beberapa area stiker juga terkelupas.

Hal yang paling memalukan sebenarnya terjadi ketika saya berusaha sekuat tenaga untuk mengangkat motor tersebut kedalam posisi tegak, tiga kali (3x) mencoba dengan kekuatan ngeden yang maha dashsyat, tetap saja ‘kuda besi’ besi itu tetap dalam posisi rebah.

Butuh bantuan orang dewasa lain untuk membantu mengangkat motor tersebut ke posisi tegak.

Semenjak hari itu saya mulai berhati-hati saat memindahkan motor tanpa bantuan tenaga mesin, sebisa mungkin tidak boleh miring, semua harus dilakukan dalam posisi tegak.

Untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut pada body, fairing, rangka, aksesori dan komponen motor, akhirnya saya mulai mencari berbagai macam informasi tambahan dengan bantuan paman di Google.

Salah satu topik yang selelau muncul adalah perlindungan motor menggunakan spare part after market tambahan bernama frame slider.

Frame Slider adalah salah satu komponen atau sparepart after market tambahan yang vital untuk ‘menyelamatkan’ kerusakan parah ketika motor jatuh dalam posisi diam maupun bergerak.

Evotech Performance

Pencarian frame slider untuk motor Kawasaki Ninja 650 keluaran tahun 2017 bukan perkara mudah. Mungkin karena termasuk keluaran baru, spare part tersebut tidak tersedia di toko , bengkel biasa dan resmi maupun toko online seperti Bukalapak dan Tokopedia. Kalaupun ada hanya spesifik untuk motor sejenis keluaran tahun sebelumnya, yang mana pastinya tidak bisa plug and play.

Ketika belum ada di market Indonesia, saya pun melakukan pencarian di eBay, Amazon dan AliExpress. Sempat ada harapan ketika frame slider yang dimaksud ada di Amazon, sayangnya seller tersebut tidak bisa melakukan shipping ke Indonesia.

Saya sempat melupakan misi pencarian frame slider tersebut selama beberapa minggu, sampai pada akhirnya saya iseng-iseng lagi memasukkan keyword pencarian “frame slider kawasaki ninja 650 2017”.

Setelah pindah beberapa halaman, akhirnya saya sampai pada situs e-Commerce yang dikelola oleh perusahaan di Inggris dan dijalankan di platform Shopify. Hemm.. , saat itu saya sama sekali belum pernah berbelanja di platform e-Commerce Shopify.

Nama situs yang menarik perhatian saya adalah Evotech Performance. Dengan menggunakan batuan filter pada navigasi utamanya, saya dapat menemukan spare part khusus untuk Kawasaki Ninja 650 2017 , tentunya frame slider juga ada di hasil filter tersebut.

evotech performance

Pada bagian blog situs tersebut ternyata ada ulasan khusus mengenai product lauch spare part after market Kawasaki N650 2017 dan Z650  dengan judul Kawasaki Z650 & Ninja 650 – Evotech Performance 2017 Product Launch

Pertamakali saya berinteraksi dengan layanan e-Commerce Shopify, tidak ada keraguan sedikitpun untuk langsung melakukan transaksi di situ ini. Selain situs sudah dilengkapi dengan koneksi SSL (HTTPS), lainnya yang membantu saya untuk yakin langsung bertransaksi adalah notifikasi di sebelah kanan bawah yang memberi informasi rating situs ini.

Selain itu ada promo free shipping dari United Kingdom (UK) ke Indonesia. Uhuy..!!

Setelah memilih frame slider yang dimaksud, akhirnya saya memasukkan informasi identitas diri dan alamat pengiriman. Untungnya pembayaran membolehkan dilakukan melalui PayPal, menambah rasa aman bertransaksi karena saya tidak harus memasukkan infromasi kartu kredit ke pihak ketiga.

ketika status pembayaran PayPal disetujui, sistem situs Evotech Performance langsung memberikan notifkasi yang sesuai mengenai status pembayaran, selang beberapa saat dilanjutkan dengan informasi shipping yang bisa dilacak.

Sayangnya informasi shipping hanya bisa dilacak terakhir pada saat barang dipindahtangankan ke ekspedisi Internasional menuju Indonesia. Selebihnya tinggal berharap – harap cemas saja.

Sekitar seminggu, akhirnya barang tersebut sampai juga dirumah, dibungkus rapi dan memiliki komponen lengkap sesuai dengan informasi di situs maupun penunjuk pemasangan yang bisa kita unduh juga di situs Evotech Performance.

img_20171021_084852698335178.jpgimg_20171021_084637978281560.jpgimg_20171021_084626908394800.jpg

Pada situs tracking shipping juga akhirnya diberikan status ‘delivered’ dan dicantumkan juga sejarah perjalanan barang tersebut.

track 1

Tahapan Berikutnya adalah Pemasangan

Memasang frame slider membutuhkan kunci momen (torque wrench), atau setidaknya bila tidak menggunakan kunci dengan pengukur kekuatan sebaiknya diserahkan saja ke montir yang sudah terbiasa melepas dudukan mesin bawaan pabrik dengan silinder bawaan frame slider after market ini.

Di Bogor, ada satu bengkel khusus moge ( motor gede ) yang lumayan terkenal, DANNE MOTOR. Pemiliknya ramah dan montirnya cekatan. Berikut hasil akhir pemasangan frame slider Evotech Performance di Motor Kawasaki Ninja 650 2017.

Tidak membutuhkan waktu lama, mungkin sekitar 10 menit, frame slider bisa terpasang dengan baik.

img_20171021_120052479190854.jpgimg_20171021_115950436412362.jpg

Semoga membantu … , selamat berkendara and please be safe.

*Diditho.com manage by Gagas Lintas Media in partnerhsip with Netfit.id