Merawat dan melakukan modifikasi pada kendaraan roda empat (mobil) seringkali membutuhkan tindakan pada komponen yang terbuat dari besi (metal).
Tindakan pada komponen besi tentunya harus dengan mesin khusus dan seringkali harus melibatkan mesin bubut.
Mesin bubut sangat banyak manfaatnya untuk perawatan dan modifikasi kendaraan. Mulai dari meratakan piringan rem cakram yang tidak rata, meratakan plat kopling, membuat adapter PCDvelg (rim) dari lubang empat (4) ke lima (5) dan sebaliknya, dan juga untuk membuat center ring bagi kendaraan yang menggunakan velg non standard.
Salah satu bengkel bubut yang sangat terkenal akan reputasinya adalah Bengkel Bubut Gelora Teknik Sarinande, atau orang-orang sering menyebutnya dengan nama ‘Sarinande‘.
Bengkel ini terletak di Jl. R.S Fatmawati No.36 Jakarta Selatan. Telepon (021) – 7694296. Lokasinya tepat setelah Pasar Mede bila berkendara dari arah perempatan TB Simatupang.
Beberapa hari lalu, saya ‘terpaksa’ berkunjung kembali ke bengkel bubut ini. Pergantian velg ke ukuran 17 inchi menyebabkan setir mobir bergetar pada kecepatan 120 km keatas.
Bagi pemilik mobil yang mengganti velgnya ke ukuran lain, wajib menambahkan ‘spacer‘ atau sering juga disebut ‘ring‘ atau ‘center ring‘ agar velg dan dudukan roda dapat ‘bertemu’ dengan baik.
Dengan menambahkan / mengisi celah antara velg dan dudukan dengan material besi (metal), niscaya gejala stir bergetar pada kecepatan tinggi akan hilang.
Biayanya tidak mahal, untuk satu (1) ban biayanya sebesar Rp 50.000,- (ukuran kecil) dan Rp 75.000 (ukuran besar). Waktu pengerjaan untuk keempat ban terhitung cepat, bila tidak ada antrian berarti, bisa dikerjakan dalam waktu kurang dari satu (1) jam.
Sampai saat ini, saya sudah tiga (3) kali menggunakan jasa teknisi di Sariande untuk mengilangkan getar di kemudi dan saya sangat puas dengan hasilnya.
Gelora Teknik Sarinande sangat direkomendasikan! (..ini bukan iklan..)
Bagi saya, bulan Mei adalah bulan yang ditunggu-tunggu, bukan masalah bonus atau ulang tahun, tapi lebih karena pada bulan tersebut biasanya ada event Otomotif Tumplek Blek.
Sebagai pemilik dan penggemar mobil era tahun 90 an atau sering disingkat dengan nama Back To Nineties (BT 90’s), acara yang diselenggarakan oleh Tabloid Otomotif terbesar di Indonesia ini wajib saya kunjungi. Beli sih nggak, cukup cuci mata saja dan mengupdate referensi aksesoris otomotif, terutama untuk kendaraan tahun 90 an.
Berikut bebarapa cuplikan gambar dari area BT 90’s acara Otomotif Tumplek Blek 2012 yang diambil menggunakan kamera handphone Samsung Wave II (S 8530).
Beberapa waktu lalu, jarum speedometer(pengukur kecepatan) pada mobil all new corolla (anc) 97 yang saya kendarai tiba-tiba bergerak meloncat-loncat seperti tupai. Tak lama kemudian bergerak normal kembali, selang beberapa waktu kejadian tersebut terulang kembali, jarum speedometer kembali meloncat-loncat.
Pada awalnya, saya abaikan gejala ini, sampai beberapa hari kemudian alat penunjuk kecepatan (speedometer) tersebut tidak bergerak sama sekali ketika mobil digunakan.
Segera saya bertanya ke milis ANC, kuat dugaan hal ini karena kabel speedometer telah putus. Bertanya ke milis/komunitas adalah cara terbaik untuk menghemat waktu, menambah wawasan dan terlebih tidak perlu takut dibohongi montir.
Pada mobil All New Corolla (ANC) , kabel speedometer terbagi menjadi dua bagian (atas-bawah), sehingga kita harus memastikan bagian mana yang putus. Cara memeriksanya cukup mudah, bongkar saringan udara dan periksa kabel yang ada di bawahnya. Akan terlihat kabel 2 bagian yang dipisahkan oleh drat, buka (putar) dratnya dan periksa kabel mana yang putus. Setelah itu segera ganti!
Ngomong-ngomong kenapa alat penunjuk kecepatan ini harus segera diganti? kan tidak akan membuat mobil mogok ?
Bikin mogok atau mengurangi performa sih nggak, tapi tanpa speedometer pastinya odometeryang harusnya menjadi patokan maintenance (mengganti oli, dll) tidak akan berjalan.
Beberapa waktu lalu, saya berniat untuk mengganti audio mobil standar bawaan pabrik yang sudah berumur dan mengeluarkan suara ‘menyedihkan’ :-& . Setelah mencari dari berbagai sumber ( referensi di milis, forum , pencarian paman googledan tanya-tanya ke toko audio) akhirnya bulan ini saya niatkan melakukan instalasi audio mobil dengan harga yang murah meriah (low budget) tapi dengan hasil yang cukup memuaskan.
SPL (Sound Presure) atau SQ (Sound Quality) nggak gitu penting buat saya, kuping saya nggak begitu sensitif , yang penting peremajaan sistem audio dan sedikit modifikasi (upgrade).
Setelah mempejari konsep wiring komponen audio mobil dengan membaca skema yang sederhana, akhirnya langkah berikutnya saya putuskan untuk mencari (hunting) komponen audio mobil. Konsentrasi pencarian saya fokuskan di Taman Puring (TamPur) dengan alasan Pasar Mobil Kemayoran (PMK), dan Duta Mas Fatmawati (DTMF) terlalu jauh dari lokasi kerja saya. Plus, bila saya ke Toko Variasi Audio Mobil di Pasar Palmerah, mereka mematok harga lumayan tinggi untuk berbagai komponen audio, yang tentunya juga sulit ditawar dibandingkan dengan TamPur. Dengan memanfaatkan satu (1) jam waktu makan siang, saya dapat leluasa pulang-pergi TamPur.
Alasan lainnya yang juga jadi pertimbangan utama saya memilih TamPur, karena di TamPur terkenal dengan barang jualan yang bisa ditawar ‘gila-gilaan‘. Sebagai saran, bila membeli produk apapun di TamPur, surveilah dulu di Internet, kemudian tawarlah dengan sepertiga (1/3) atau setengah(1/2) harga, jangan takut, itu hal biasa di TamPur. Perlu diketahui, toko audio mobil di TamPur tidak hanya menjual barang bekas (second) banyak juga barang baru yang bisa ditawar dengan sadis! Sedikit tips untuk menawar komponen audio mobil , tawarlah langsung dengan setetenga (1/2) harga. Juga tanyakan apakah barang bekas, refurbis atau baru, menurut saya mereka jujur kok 🙂
Soal keamanan dan kenyaman, percaya deh nggak seseram cerita-cerita seperti Pasar Rumput atau Pasar Ular, apalagi tepat mepet disebelahnya ada kantor Polisi. Sebelum saya melakukan penawaran dan pembelian, saya bertanya-tanya keliling kios dulu selama dua (2) harian, dan ini tidak masalah bagi para pedagang di TamPur, nggak bakal dicuekin atau disewotin apalagi dipaksa-paksa. Paling cuma capek aja, karena keliling-keliling.
Beberapa komponen audio yang saya beli di TamPur sebagai berikut, saya sengaja sertakan status baru/bekas, bukaan harga penjualnya , harga tawar saya dan hasil penawaran (deal), sebagai gambaran untuk anda. Syukur-syukur bisa menawar lebih murah lagi. Bener…tawar lagi saja, karena barang-barang berikut bisa saya tawar tanpa susah payah…
1. Speaker Pioneer (TS-G1643R) , 2 Way Speaker ,180 Wats Max Power
[baru] :^O [Rp 550.000] :)] [Rp 300.000] :-bd [Rp 300.000]
TS-G1643R speakers are excellent choices to replace a bad set of factory 6-1/2″ speakers. Their two-way design handles 160 watts max. power (30 watts nominal) and feature Pioneer’s extremely strong and lightweight IMPP™ Composite Cone Woofer, for improved sensitivity and reduced distortion.
You don’t get just basic, run-of-the-mill features either. The Conex Damper delivers higher power handling and deeper bass, and the 1-3/16” Balanced Dome Tweeter with High-Energy Neodymium Magnet reproduces highs with great performance and musicality.
These speakers are designed with a shallow mounting depth for easy install into a wide variety of vehicles. Speaker Grilles are included.
Sebenarnya saya tidak membutuhkan komponen ini, karena speaker yang saya pilih merupakan tipe Coaxial yang memiliki tweeter built-in, lebih ‘aman dari ‘inceran’ jahil si kecil . Harusnya tweeter dikombinasikan dengan speaker mid bass. Karena speaker kecil ini sudah terpasang oleh pemilik mobil sebelumnya 😀 , saya biarkan saja tetap terpasang, yahhh… lumayanlah buat ‘ngangkat’ suara vokal.
1″ Horn Loaded Titanium Tweeter Flush mount aluminum housing Ferrofluid cooled Neodymium magnet 12dB/Octave passive crossover included Backed by one year manufacturer waranty Rated Input Power: 120W Impedence: 4ohm Freq. Resp. 3KHz – 22KHz SPL 94dB
Digunakan sebagai ‘penampungan’ sementara arus listrik yang akan digunakan untuk memberi daya pada Power Amplifier. Alat ini akan berfungsi seperti ‘tanki air’ , menerima arus langsung dari Accu kemudian disalurkan lagi ke komponen berikutnya (amplifier). Disarankan untuk memilih Capacitor Bank yang memiliki fitur pemutus arus bila Head Unit (HU) mobil dimatikan (biasanya dudukan kakinya ada tiga), hal ini untuk mencegah accu ‘terkuras’ ketika kondisi HU mati.
Berhubung Subwoofer 12 inch dan speaker coaxial memiliki material yang tebal, maka daya yang lumayan besar sangat dibutuhkan untuk ‘menggerakkan’ piranti tersebut, mau tidak mau saya harus memasang Power Amplifier4 Channel. Rencananya dua (2) channel untuk speaker dan dual (2) lagi akan di bridge untuk subwoofer. Saya tidak menggunakan monoblock dengan alasan harga , space, daya dan kerumitannnya, plus kuping saya nggak begitu sensitif.
6.HeadUnit AVT AV R 6088
[bekas] :^O [Rp 700.000] :)] [Rp 350.000] :-bd [Rp 400.000]
Head unit Meerk AVT , buatan China ini memiliki feature:
Flip-down and Detachable Panel USB and SD Card MP3 File/Folder Name Display Compatible with CDDA/HDCD/VCD/SVCD/DVD/MP3/MP4/CD-R/RW, DVD-R/RW, DVD+R/RW, DVD-ROM DVD Setup Clock Display NTSC/PAL Compatible OSD (On Screen Display) Seek and Preset Scan 45watts x 4 Channels Max Power Output Bass/Treble/Balance/Fader Control 2-channels x 2V Line-out Remote Control
Menariknya, semua barang yang saya beli bergaransi 6 bulan dengan nota yang menggunakan kop Buana Audio walaupun saya membelinya di dua (2) toko audio yang berbeda.
7. Instalasi
Berhubung instalasi audio mobil sangat erat dengan sistem kelistrikan, saya putuskan untuk menyerahkan pemasangan kepada instalatur di sebuah toko variasi di Pusat Onderdil Pasar Palmerah. Salah pasang bisa-bosa ECU mobil bisa ‘terbakar’ habis.
Setelah survey beberapa kali, akhirnya saya putuskan melakukan instalasi di Karunia Jaya Motor, Ps. palmerah Lt. III Blok B No 60 jakarta Pusat. Posisinya tepat di akhir tikungan jalan keluar dari area onderdil. Pemiliknya bernama Koh Hendry dan setting audio oleh keponakannya yang dibantu oleh satu orang teknisi. Biaya Intalasi dan setting Rp 150.000 saja , diluar biaya kabel listrik, sekring, kabel data, kabel remote pemutus arus, RCA , socket dan Kotak Sub Woofer dan penutupnya.
Note: Gambar diambil dari berbagai sumber tanpa ijin :-p
Punya mobil dengan tema BT90’s (Back to the nineties) ternyata menyisakan satu pekerjaan rumah yang cukup penting dalam kenyamanan berkendara. Bukan mesin atau tampilan , tetapi perangkat audio.
Wiring dasar Audio Headunit, speaker, amplifier, capacitor bank dan subwoofer
Yup, apalagi Head Unit (HU) lawas merek Fujitsu Ten yang hanya dapat ‘memutar’ kaset sudah hampir tidak bisa digunakan lagi karena rongga/slot memasukkan kasetnya sudah dijejelin uang kertas seribuan sama si kecil. Lagipula emangnya masih ada yang jual kaset ?? Wkkk..
Pada saat pulang kantor, seringkali angkot yang saya tumpangi malah memiliki perlengkapan audio yang lebih ‘mumpuni‘ dan ‘canggih‘ :-D. Angkot 08 jurusan Citeureup- Ps.Anyar banyak yang sudah dilengkapi dengan Head Unit DVD, USB, TV juga dengan Amplifier lengkap dengan Kapasitor dan Subwoofer. Masak sih sama angkot aja kalah….hehehe, selidik punya selidik sebenarnya kalo mau menggunakan produk buatan China, bisa membangun sistem audio yang ‘lumayan’ juga loh, paling nggak = angkot gaul!. %-( Wkkkk…
Punya masalah dengan Engine Control Unit (ECU) untuk All New Corolla (ANC) ? Sebenarnya ini posting untuk merangkum ‘perbicangan’ di milis ANC. Jadi ini hanya Bookmark agar tidak lupa dan berguna bagi pemilik mobil laiinya.
Permasalahan , diposting oleh Teddy Akbar :
Dear all rekan2 ANCers,
Mo tanya, kali2 ada yg ud punya pengalaman yg sama.
Minggu lalu mobil saya ANC 1.6-’97 gas langsamnya tinggi ( gak mau turun) di kisaran 1500-1700 rpm. Dibawa ke bengkel setelah cek sana sini termasuk discan ternyata ada yg korslet di ECUnya (diagnosa awal servo di throttle body nya yg rusak)
Sama bengkel disaranin ganti ECU copotan seharga 2.1 jt atau diservis dgn biaya 1.5 jt!
Saya bilang ntar dulu deh, mo cari second opinion dulu.
Kira2 ada yg tau specialis service ECU atau alternatif perbaikan lain?? & kira2 brp biayanya?
Thanks before, Teddy
Rekomendasi rekan Danang Kuntoro :
klo sy dulu kesini mas
HB Car Computer JL. Semeru raya no. 74. Grogol. Jakarta barat. (021-5670567) dgn koh hendry / willie
dulu sih kena 750rb aja
Permasalah selesai, posting kembali oleh Teddy Akbar :
Mau share aja nih,
Makasih buat mas Danang yg udah ngasih ref ke HB car computer (Ko Hendri)
Setelah dicek ama ko hendri emang kemaren masalah berhub dgn ISCV nya jg, karena ISCVnya udah gak bagus kerjanya makanya pengaruh ke resistor idle gas di ECUnya (resistornya kebakar)
ECU sebenernya bisa dibenerin dgn biaya 1jt tapi karena motherboardnya ada bagian yg kebakar hasilnya gak akan bisa optimal, gak bisa normal seperti semula & takutnya bakalan merembet ke sirkuit yg lain.
Akhirnya ditawarin ECU copotan dari astra (TT seharga 2jt), diremapping ulang biar agak ngacir, setelah dipasang, langsung ngacir mobil ane, hehehe….
O ya, sebelumnya ditest pake ECU copotan dari singapore, langsung tokcer, tapi engine check nyala terus tapi didiagnosa gak ada apa2. Intinya kalo mo pake ECU copotan dari singapore harus dicheck bener2 karena katanya ada beberapa circuit yg berbeda dg ECU lokal.
Regards, Teddy
.
HB Car Computer JL. Semeru raya no. 74. Grogol. Jakarta barat. (021-5670567) dgn koh hendry / willie
Memiliki mobil sendiri seperti Toyota All New Corolla atauMitsubishi Lancer Evolution merupakan mimpi saya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU). Belasan tahun kemudian, ketika kendaraan roda empat menjadi kebutuhan untuk mengantar keluarga berpergian, saya tetap memilih membeli mobil lawas itu.
Bagi saya, memiliki Toyota All New Corolla 1997 1,6 (ANC) adalah ‘impian masa remaja’ yang saat ini masih bisa menjadi kepuasan tersendiri. Salah satu ‘tantangan’ memiliki mobil bekas yang sudah berumur adalah kemungkinan “turun mesin”.
Sama seperti benda bergerak lainnya yang mengalami gesekan, mesin mobil juga pasti akan aus termakan usia (memiliki batasan umur tersendiri).
Ketika ANC sudah memgeluarkan asap warna putih keabu-abuan, jumlah oli mesin yang berkurang dengan cepat, itu artinya ada pemasalahan yang serius di ruang mesin. Asap artinya ada sejumlah oli mesin yang merembes masuk ke ruang pembakaran.
oil burn from muffler
Rembesan oli tersebut bisa berasal dari dua kemungkinan kebocoran, dari Klep/valve (bagian atas) atau Ring Piston (bagian bawah). Untuk mengetahui tepatnya darimana kebocoran itu berasal bisa dilakukan uji kompresi di bengkel resmi atau bengkel umum dengan peralatan yang lengkap.
Untuk ANC, Tes kompresi Normal di angka 12-13 kg/cm2. Kalau kurang berarti ada yg bocor
Cara bedain ring piston atau valve bushing yg kena, caranya abis tes kompresi pertama dan diketahui angkanya out of spec, tetesin oli ke lubang busi kurleb 1 sendok makan. Biarin beberapa menit, lalu tes kompresi lagi. Kalau ada perbaikan, berarti ring yg kena. Kalau ngga ada perbaikan, berarti valve bushing yg kena.
Karena malas ke bengkel resmi yang penuh ulasan buruk, dan pastinya mahal, akhirnya saya mencari tahu mengenai bengkel mobil yang bagus di Kota Bogor.
Suatu ketika mengobrol dengan tetangga, ia menyarankan untuk datang ke Bengkel Oom Jimmy di Tajur Bogor. Setelah mencari informasi tambahan dengan Mbah Google, dan menemukan ulasan yang sangat baik, akhirnya saya bawa saja langsung ke Oom Jimmy.
Btw, kata tetangga saya (nantinya dikonfirmasi mbak bagian administrasi Jimmy Motor), Oom Jimmy ini mantan pekerja di PT.Krama Yudha Tiga Berlian (Mitsubishi) dan mantan mekanik ajang Reli Mobil.
Pastinya kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.
Hari 1, Jumat, 28 Januari 2011
Setelah menghubungi Oom Jimmy (baca:jimmi) lewat telepon, akhirnya saya sampai di bengkel ‘rumahan‘ tersebut setelah terlebih dahulu bertanya kepada satpam Komplek Pakuan, Tajur.
Ini bengkel benar-benar hanya mengambil lahan depan rumah saja, tapi lahannya sih gede… Terlihat beraneka ragam mobil di halaman tersebut, dari Land Rover tua, Kijang Innova, Honda Civic, Suzuki Swift, dll, paling tidak ada sekitar delapan (8) mobil saat itu yang saling ‘berdesakan’.
Sangat beragam dari sisi tahun dan merek. Bagi saya, pemandangan ini ‘penting’, karena saya akan melakukan ‘bedah‘ (turun 1/2) mesin di tempat ini.
Agak terkejut juga dengan penampilan Oom Jimmy, karena bila dilihat dari penampilan yang sudah beruban dan keriput, mestinya ia layak dipanggil ‘Pak‘, atau ‘Kakung‘, ‘Eyang‘. Ketika membuka percakapan, intonasinya yang energik ternyata menghilangkan kesan orang yang sudah uzur, malah timbul kesan bersemangat dan jenaka. Panggilan ‘Oom‘ sepertinya masih sangat tepat.
Membicarakan permasalahan mobil yang harus turun setengah (1/2) mesin pun sangat menyenangkan , penuh penjelasan , pertimbangan dan tidak asal-asalan. Oom Jimmy menjelaskan dengan sangat rinci tahapan-tahapannya, intinya tidak langsung main hajar bleh!
Toyoto Corolla Engine AE111
Buntut dari pertemuan hari pertama itu, ( setelah menengok asap yang keluar dari pipa pembuangan) saya diminta untuk datang lagi pada keesokan harinya. Sesaat setelah saya “menyerahkan mobil”, dia dan mekaniknya akan membongkar mesin AE111 tersebut selama sehari penuh, melakukan pengecekan sejauh mana kerusakan dan opsi perbaikannya.
Ia sempat berkomentar mengenai betapa ‘bandel‘ , ekonomis dan fenomenalnya mesin AE111 yang juga tertanam di Toyota Great Corolla tersebut.
Oh iya, setelah menerima slip tanda terima mobil, ternyata alamat lengkap Jimmi Motor (Tune Up & Serveice) adalah Jl.Anggrek I No.28-30 Pakuan Tajur Bogor 16720, Telp (0251) 8314190, (0251) 8330846.
Hari 2, Sabtu, 29 Januari 2011
Sore hari, diiringi hujan gerimis Kota Bogor, terlihat pemandangan mesin AE111 ANC 97 sudah diturunkan setengah. Tiga buah piston tersebar di beberapa tempat disekitar mesin. Ketika saya tanya piston satunya lagi, ternyata ada di dalam rumah untuk dijadikan patokan pengukuran. Pengukuran apa? sampai saat itu saya belum tahu.
Setelah selesai melakukan carbon clean pada sebuah Honda Civic, Oom Jimmy datang menghampiri saya, menjelaskan dengan lengkap dan detail kondisi mesin ANC. Seketika, halaman rumah itu berubah menjadi ‘ruang kuliah‘.
Tidak hanya ‘mengkuliahi’ saya dan montirnya (yang ternyata anaknya) dengan teori, Oom Jimmy juga membawa satu set alat yang bernama ‘Cylinder Gaude‘ dan sebuah piston (pastinya punya saya). Dengan antusias ia memperlihatkan cara pengkukuran toleransi keausan liner piston.
Wuiihhh…kalo saja orangtua dan kakak saya bukan lulusan Teknik Mesin, pastinya saya bisa benar-benar telihat sangat bodoh saat itu.
Sampai-sampai si Oom bilang “Ngerti nggak ?” Gubrakkk..!! Btw, pada akhirnya saya benar-benar mengerti loh..Serius..Hahaha…
Btw, sebelum lanjut, gambar diambil dari berbagai sumber tanpa ijin, salah satunya dari blog ini. Bila ada pemilik gambar yang tidak berkenan, pastinya akan saya hapus segera.. :-p
Pada intinya, jarak standart antara bagian piston terluar (ternyata piston itu berbentuk cone) dan liner adalah 0.02 s/d 0,06 mikron (cmiiw : mikron?), ini bila mobil baru keluar dari pabrik, dan pastinya jarang ditemukan pada mobil berumur. Nah.., toleransi keausannya adalah s/d 0,12 mikron. Ternyata si ANC memiliki jarak sekitar 0,06 s/d 0,08 mikron pada keempat silindernya, sehingga masih layak digunakan sampai beberapa tahun kedepan tanpa perlu korter (oversize).
Ini infomasi penting, karena bila sampai harus oversize, biayanya bisa jadi sangat besar.
Jadi, bila jaraknya masih dalam batas tolerasni, darimana asal asap putih keabu-abuan tersebut?
Ternyata, semua ring pistonnomor 3 yang terletak pada bagian paling bawah, yang berfungsi menahan oli mesin dan melingkar pada Oil Ring Groove (lihat gambar), dalam kondisi macet-cet! tidak bisa berputar bergerak bebas sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Hal inilah yang meyebabkan oli ‘menyelinap‘ masuk ke ruang pembakaran.
Piston Ring
Selama mesin dibongkar (turun setengah), temuan lainnya adalah pengait pada ‘metal jalan’ tidak bisa terkait dengan sempurna sehingga harus ikut diganti demi keamanan dan kelangsungan hidup mesin. Timing Belt ,Fan Belt, AC Belt dan Pipa Radiator juga sudah getas, sehingga harus segera diganti. Engine Mounting depan juga harus diganti yang asli , karena yang sekarang pecah padahal umurnya baru 6 bulan dengan merek RB*. Oh iya juga sekalian Service Radiator
Setelah membayar ‘uang muka’ alias Down Payment (DP) , ngobrol ngalor ngidul mengenai dunia otomotif dan juga cerita bagaimana saya menemukan bengkel ini, akhirnya saya meninggalkan ANC yang mesinnya sudah ‘terburai’ tersebut selama satu minggu kedepan.
Hari 13, Rabu, 9 Februari 2011
Sepuluh hari berikutnya, setelah ditelepon oleh Mbak Elli (bagia administrasi), akhirnya saya kembali mengunjungi Bengkel Oom Jimmy untuk mengambil mobil yang telah selesai dikerjakan dan melunasi biaya pengerjaan dan onderdil.
Terlihat Oom Jimmy sedang membersihkan ruang mesin dengan air bertekanan. Saya langsung bertanya “Nggak bahaya Oom?” Kata Oom Jimmy “Nggak, asal tahu bagian mana yang nggak boleh disemprot, habis itu kan gue hilangin airnya pake kompresor” Melihat Oom Jimmy yang masih sibuk, sayapun minta ijin untuk menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu.
Cukup terkejut juga, karena menurut saya, nominalnya cukup hemat (kalo tidak mau dibilang murah) untuk ukuran reputasi yang sangat baik.
Setelah menyelesaikan pembayaran dan sedikit bertanya (penasaran) kenapa ada Nissan Teana yang nongkrong, sayapun langsung menyalakan mesin ANC. Broooomm…..
Sudah tidak ada lagi asap putih pada ujung kenalpot, ruang mesin juga menjadi bersih dan rapi karena banyak komponen juga yang ikut diganti. Tinggal satu masalah lagi, berdasar saran Oom Jimmy kopling harus diganti, karena tarikannya bermasalah, padahal RPM sudah dalam posisi putaran tinggi. Hemm..menyusul deh…. :-t
Btw, tentang Nissan Teana, ternyata mobil mewah tersebut sedang dikerjakan bagian Alternatornya, bila ke bengkel resmi bisa habis 6 juta, sama Oom Jimmy sepertinya bisa jadi hanya 1 Juta…:-D
Memiliki mobil sendiri seperti Toyota All New Corolla atauMitsubishi Lancer Evolution merupakan mimpi saya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU). Belasan tahun kemudian, ketika kendaraan roda empat menjadi kebutuhan untuk mengantar keluarga berpergian, saya tetap memilih membeli mobil lawas itu. Bagi saya, memiliki Toyota All New Corolla 1997 1,6 (ANC) adalah ‘impian masa remaja’ yang saat ini masih bisa menjadi kepuasan tersendiri. Salah satu ‘tantangan’ memiliki mobil bekas yang sudah berumur adalah kemungkinan “turun mesin”. Sama seperti benda bergerak lainnya yang mengalami gesekan, mesin mobil juga pasti akan aus termakan usia (memiliki batasan umur tersendiri).
Ketika ANC sudah memgeluarkan asap warna putih keabu-abuan, jumlah oli mesin yang berkurang dengan cepat, itu artinya ada pemasalahan yang serius di ruang mesin. Asap artinya ada sejumlah oli mesin yang merembes masuk ke ruang pembakaran. Rembesan oli tersebut bisa berasal dari dua kemungkinan kebocoran, dari Klep/valve (bagian atas) atau Ring Piston (bagian bawah). Untuk mengetahui tepatnya darimana kebocoran itu berasal bisa dilakukan uji kompresi di bengkel resmi atau bengkel umum dengan peralatan yang lengkap.
Untuk ANC, Tes kompresi Normal di angka 12-13 kg/cm2. Kalau kurang berarti ada yg bocor
Cara bedain ring piston atau valve bushing yg kena, caranya abis tes kompresi pertama dan diketahui angkanya out of spec, tetesin oli ke lubang busi kurleb 1 sendok makan. Biarin beberapa menit, lalu tes kompresi lagi. Kalau ada perbaikan, berarti ring yg kena. Kalau ngga ada perbaikan, berarti valve bushing yg kena.
Karena malas ke bengkel resmi yang penuh ulasan buruk, dan pastinya mahal, akhirnya saya mencari tahu mengenai bengkel mobil yang bagus di Kota Bogor. Suatu ketika mengobrol dengan tetangga, ia menyarankan untuk datang ke Bengkel Oom Jimmy di Tajur Bogor. Setelah mencari informasi tambahan dengan Mbah Google, dan menemukan ulasan yang sangat baik, akhirnya saya bawa saja langsung ke Oom Jimmy. Btw, kata tetangga saya (nantinya dikonfirmasi mbak bagian administrasi Jimmy Motor), Oom Jimmy ini mantan pekerja di PT.Krama Yudha Tiga Berlian (Mitsubishi) dan mantan mekanik ajang Reli Mobil. Pastinya kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.
Hari 1, Jumat, 28 Januari 2011
Setelah menghubungi Oom Jimmy (baca:jimmi) lewat telepon, akhirnya saya sampai di bengkel ‘rumahan‘ tersebut setelah terlebih dahulu bertanya kepada satpam Komplek Pakuan, Tajur. Ini bengkel benar-benar hanya mengambil lahan depan rumah saja, tapi lahannya sih gede… Terlihat beraneka ragam mobil di halaman tersebut, dari Land Rover tua, Kijang Innova, Honda Civic, Suzuki Swift, dll, paling tidak ada sekitar delapan (8) mobil saat itu yang saling ‘berdesakan’. Sangat beragam dari sisi tahun dan merek. Bagi saya, pemandangan ini ‘penting’, karena saya akan melakukan ‘bedah‘ (turun 1/2) mesin di tempat ini.
Agak terkejut juga dengan penampilan Oom Jimmy, karena bila dilihat dari penampilan yang sudah beruban dan keriput, mestinya ia layak dipanggil ‘Pak‘, atau ‘Kakung‘, ‘Eyang‘. Ketika membuka percakapan, intonasinya yang energik ternyata menghilangkan kesan orang yang sudah uzur, malah timbul kesan bersemangat dan jenaka. Panggilan ‘Oom‘ sepertinya masih sangat tepat.
Membicarakan permasalahan mobil yang harus turun setengah (1/2) mesin pun sangat menyenangkan , penuh penjelasan , pertimbangan dan tidak asal-asalan. Oom Jimmy menjelaskan dengan sangat rinci tahapan-tahapannya, intinya tidak langsung main hajar bleh!
Buntut dari pertemuan hari pertama itu, ( setelah menengok asap yang keluar dari pipa pembuangan) saya diminta untuk datang lagi pada keesokan harinya. Sesaat setelah saya “menyerahkan mobil”, dia dan mekaniknya akan membongkar mesin AE111 tersebut selama sehari penuh, melakukan pengecekan sejauh mana kerusakan dan opsi perbaikannya. Ia sempat berkomentar mengenai betapa ‘bandel‘ , ekonomis dan fenomenalnya mesin AE111 yang juga tertanam di Toyota Great Corolla tersebut.
Oh iya, setelah menerima slip tanda terima mobil, ternyata alamat lengkap Jimmi Motor (Tune Up & Serveice) adalah Jl.Anggrek I No.28-30 Pakuan Tajur Bogor 16720, Telp (0251) 8314190, (0251) 8330846.
Hari 2, Sabtu, 29 Januari 2011
Sore hari, diiringi hujan gerimis Kota Bogor, terlihat pemandangan mesin AE111 ANC 97 sudah diturunkan setengah. Tiga buah piston tersebar di beberapa tempat disekitar mesin. Ketika saya tanya piston satunya lagi, ternyata ada di dalam rumah untuk dijadikan patokan pengukuran. Pengukuran apa? sampai saat itu saya belum tahu.
Setelah selesai melakukan carbon clean pada sebuah Honda Civic, Oom Jimmy datang menghampiri saya, menjelaskan dengan lengkap dan detail kondisi mesin ANC. Seketika, halaman rumah itu berubah menjadi ‘ruang kuliah‘. Tidak hanya ‘mengkuliahi’ saya dan montirnya (yang ternyata anaknya) dengan teori, Oom Jimmy juga membawa satu set alat yang bernama ‘Cylinder Gaude‘ dan sebuah piston (pastinya punya saya). Dengan antusias ia memperlihatkan cara pengkukuran toleransi keausan liner piston. Wuiihhh…kalo saja orangtua dan kakak saya bukan lulusan Teknik Mesin, pastinya saya bisa benar-benar telihat sangat bodoh saat itu.
Sampai-sampai si Oom bilang “Ngerti nggak ?” Gubrakkk..!! Btw, pada akhirnya saya benar-benar mengerti loh..Serius..Hahaha…
Btw, sebelum lanjut, gambar diambil dari berbagai sumber tanpa ijin, salah satunya dari blog ini. Bila ada pemilik gambar yang tidak berkenan, pastinya akan saya hapus segera.. :-p
Pada intinya, jarak standart antara bagian piston terluar (ternyata piston itu berbentuk cone) dan liner adalah 0.02 s/d 0,06 mikron (cmiiw : mikron?), ini bila mobil baru keluar dari pabrik, dan pastinya jarang ditemukan pada mobil berumur. Nah.., toleransi keausannya adalah s/d 0,12 mikron. Ternyata si ANC memiliki jarak sekitar 0,06 s/d 0,08 mikron pada keempat silindernya, sehingga masih layak digunakan sampai beberapa tahun kedepan tanpa perlu korter (oversize). Ini infomasi penting, karena bila sampai harus oversize, biayanya bisa jadi sangat besar.
Jadi, bila jaraknya masih dalam batas tolerasni, darimana asal asap putih keabu-abuan tersebut?
Ternyata, semua ring pistonnomor 3 yang terletak pada bagian paling bawah, yang berfungsi menahan oli mesin dan melingkar pada Oil Ring Groove (lihat gambar), dalam kondisi macet-cet! tidak bisa berputar bergerak bebas sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Hal inilah yang meyebabkan oli ‘menyelinap‘ masuk ke ruang pembakaran.
Selama mesin dibongkar (turun setengah), temuan lainnya adalah pengait pada ‘metal jalan’ tidak bisa terkait dengan sempurna sehingga harus ikut diganti demi keamanan dan kelangsungan hidup mesin. Timing Belt ,Fan Belt, AC Belt dan Pipa Radiator juga sudah getas, sehingga harus segera diganti. Engine Mounting depan juga harus diganti yang asli , karena yang sekarang pecah padahal umurnya baru 6 bulan dengan merek RB*. Oh iya juga sekalian Service Radiator
Setelah membayar ‘uang muka’ alias Down Payment (DP) , ngobrol ngalor ngidul mengenai dunia otomotif dan juga cerita bagaimana saya menemukan bengkel ini, akhirnya saya meninggalkan ANC yang mesinnya sudah ‘terburai’ tersebut selama satu minggu kedepan.
Hari 13, Rabu, 9 Februari 2011
Sepuluh hari berikutnya, setelah ditelepon oleh Mbak Elli (bagia administrasi), akhirnya saya kembali mengunjungi Bengkel Oom Jimmy untuk mengambil mobil yang telah selesai dikerjakan dan melunasi biaya pengerjaan dan onderdil.
Terlihat Oom Jimmy sedang membersihkan ruang mesin dengan air bertekanan. Saya langsung bertanya “Nggak bahaya Oom?” Kata Oom Jimmy “Nggak, asal tahu bagian mana yang nggak boleh disemprot, habis itu kan gue hilangin airnya pake kompresor” Melihat Oom Jimmy yang masih sibuk, sayapun minta ijin untuk menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu.
Cukup terkejut juga, karena menurut saya, nominalnya cukup hemat (kalo tidak mau dibilang murah) untuk ukuran reputasi yang sangat baik.
Setelah menyelesaikan pembayaran dan sedikit bertanya (penasaran) kenapa ada Nissan Teana yang nongkrong, sayapun langsung menyalakan mesin ANC. Broooomm…..
Sudah tidak ada lagi asap putih pada ujung kenalpot, ruang mesin juga menjadi bersih dan rapi karena banyak komponen juga yang ikut diganti. Tinggal satu masalah lagi, berdasar saran Oom Jimmy kopling harus diganti, karena tarikannya bermasalah, padahal RPM sudah dalam posisi putaran tinggi. Hemm..menyusul deh…. :-t
Btw, tentang Nissan Teana, ternyata mobil mewah tersebut sedang dikerjakan bagian Alternatornya, bila ke bengkel resmi bisa habis 6 juta, sama Oom Jimmy sepertinya bisa jadi hanya 1 Juta…:-D