Bengkel Bubut Sarinande

Merawat dan melakukan modifikasi pada kendaraan roda empat (mobil) seringkali membutuhkan tindakan pada komponen yang terbuat dari besi (metal).

Tindakan pada komponen besi tentunya harus dengan mesin khusus dan seringkali harus melibatkan mesin bubut.
Sarinande Workshop

Mesin bubut sangat banyak manfaatnya untuk perawatan dan modifikasi kendaraan. Mulai dari meratakan piringan rem cakram yang tidak rata, meratakan plat kopling, membuat adapter PCD velg (rim) dari lubang empat (4) ke lima (5) dan sebaliknya, dan juga untuk membuat center ring bagi kendaraan yang menggunakan velg non standard.

Salah satu bengkel bubut yang sangat terkenal akan reputasinya adalah Bengkel Bubut Gelora Teknik Sarinande, atau orang-orang sering menyebutnya dengan nama ‘Sarinande‘.
Sarinande Workshop

Bengkel ini terletak di Jl. R.S Fatmawati No.36 Jakarta Selatan. Telepon (021) – 7694296. Lokasinya tepat setelah Pasar Mede bila berkendara dari arah perempatan TB Simatupang.

Beberapa hari lalu, saya ‘terpaksa’ berkunjung kembali ke bengkel bubut ini. Pergantian velg ke ukuran 17 inchi menyebabkan setir mobir bergetar pada kecepatan 120 km keatas.

Bagi pemilik mobil yang mengganti velgnya ke ukuran lain, wajib menambahkan ‘spacer‘ atau sering juga disebut ‘ring‘ atau ‘center ring‘ agar velg dan dudukan roda dapat ‘bertemu’ dengan baik.

Dengan menambahkan / mengisi celah antara velg dan dudukan dengan material besi (metal), niscaya gejala stir bergetar pada kecepatan tinggi akan hilang.
Center Ring

Biayanya tidak mahal, untuk satu (1) ban biayanya sebesar Rp 50.000,- (ukuran kecil) dan Rp 75.000 (ukuran besar). Waktu pengerjaan untuk keempat ban terhitung cepat, bila tidak ada antrian berarti, bisa dikerjakan dalam waktu kurang dari satu (1) jam.

Sampai saat ini, saya sudah tiga (3) kali menggunakan jasa teknisi di Sariande untuk mengilangkan getar di kemudi dan saya sangat puas dengan hasilnya.

Gelora Teknik Sarinande sangat direkomendasikan! (..ini bukan iklan..)

Foto lainnya di Flickr

Kerjakan Sendiri Toyota Anda

gsr 52 (Custom).jpg

Punya mobil lama merek Toyota ? Mungkin dari tahun 90an, 80an , 70an atau mungkin 60an ? dan mobil anda sedang ‘ngambek‘ ? butuh perawatan bengkel ? tapi nggak punya uang atau takut ketipu montir ?

Jangan khawatir atau galau, asal anda niat dan punya beberapa peralatan montir anda dapat mengerjakannya sendiri.., bahasa kerennya ‘Do It Yoursel’…..

Continue reading Kerjakan Sendiri Toyota Anda

All New Corolla "Turun 1/2 Mesin"

a black car parked next to a pile of tires
Toyota All New Corolla 1997

Memiliki mobil sendiri seperti Toyota All New Corolla atau Mitsubishi Lancer Evolution merupakan mimpi saya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU). Belasan tahun kemudian, ketika kendaraan roda empat menjadi kebutuhan untuk mengantar keluarga berpergian, saya tetap memilih membeli mobil lawas itu.

Bagi saya, memiliki Toyota All New Corolla 1997 1,6 (ANC) adalah ‘impian masa remaja’ yang saat ini masih bisa menjadi kepuasan tersendiri. Salah satu ‘tantangan’ memiliki mobil bekas yang sudah berumur adalah kemungkinan “turun mesin”.

Sama seperti benda bergerak lainnya yang mengalami gesekan, mesin mobil juga pasti akan aus termakan usia (memiliki batasan umur tersendiri).

Ketika ANC sudah memgeluarkan asap warna putih keabu-abuan, jumlah oli mesin yang berkurang dengan cepat, itu artinya ada pemasalahan yang serius di ruang mesin. Asap artinya ada sejumlah oli mesin yang merembes masuk ke ruang pembakaran.

oil burn from muffler

Rembesan oli tersebut bisa berasal dari dua kemungkinan kebocoran, dari Klep/valve (bagian atas) atau Ring Piston (bagian bawah). Untuk mengetahui tepatnya darimana kebocoran itu berasal bisa dilakukan uji kompresi di bengkel resmi atau bengkel umum dengan peralatan yang lengkap.

Untuk ANC, Tes kompresi Normal di angka 12-13 kg/cm2. Kalau kurang berarti ada yg bocor

Kata rekan di milis ANC, Dimas Adhiperdana…

Cara bedain ring piston atau valve bushing yg kena, caranya abis tes kompresi pertama dan diketahui angkanya out of spec, tetesin oli ke lubang busi kurleb 1 sendok makan. Biarin beberapa menit, lalu tes kompresi lagi. Kalau ada perbaikan, berarti ring yg kena. Kalau ngga ada perbaikan, berarti valve bushing yg kena.

Karena malas ke bengkel resmi yang penuh ulasan buruk, dan pastinya mahal, akhirnya saya mencari tahu mengenai bengkel mobil yang bagus di Kota Bogor.

Suatu ketika mengobrol dengan tetangga, ia menyarankan untuk datang ke Bengkel Oom Jimmy di Tajur Bogor. Setelah mencari informasi tambahan dengan Mbah Google, dan menemukan ulasan yang sangat baik, akhirnya saya bawa saja langsung ke Oom Jimmy.

Btw, kata tetangga saya (nantinya dikonfirmasi mbak bagian administrasi Jimmy Motor), Oom Jimmy ini mantan pekerja di PT.Krama Yudha Tiga Berlian (Mitsubishi) dan mantan mekanik ajang Reli Mobil.

Pastinya kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.

Hari 1, Jumat, 28 Januari 2011

Setelah menghubungi Oom Jimmy (baca:jimmi) lewat telepon, akhirnya saya sampai di bengkel ‘rumahan‘ tersebut setelah terlebih dahulu bertanya kepada satpam Komplek Pakuan, Tajur.

Ini bengkel benar-benar hanya mengambil lahan depan rumah saja, tapi lahannya sih gede… Terlihat beraneka ragam mobil di halaman tersebut, dari Land Rover tua, Kijang Innova, Honda Civic, Suzuki Swift, dll, paling tidak ada sekitar delapan (8) mobil saat itu yang saling ‘berdesakan’.

Sangat beragam dari sisi tahun dan merek. Bagi saya, pemandangan ini ‘penting’, karena saya akan melakukan ‘bedah‘ (turun 1/2) mesin di tempat ini.

Agak terkejut juga dengan penampilan Oom Jimmy, karena bila dilihat dari penampilan yang sudah beruban dan keriput, mestinya ia layak dipanggil ‘Pak‘, atau ‘Kakung‘, ‘Eyang‘. Ketika membuka percakapan, intonasinya yang energik ternyata menghilangkan kesan orang yang sudah uzur, malah timbul kesan bersemangat dan jenaka. Panggilan ‘Oom‘ sepertinya masih sangat tepat.

Membicarakan permasalahan mobil yang harus turun setengah (1/2) mesin pun sangat menyenangkan , penuh penjelasan , pertimbangan dan tidak asal-asalan. Oom Jimmy menjelaskan dengan sangat rinci tahapan-tahapannya, intinya tidak langsung main hajar bleh!

Toyoto Corolla Engine AE111

Buntut dari pertemuan hari pertama itu, ( setelah menengok asap yang keluar dari pipa pembuangan) saya diminta untuk datang lagi pada keesokan harinya. Sesaat setelah saya “menyerahkan mobil”, dia dan mekaniknya akan membongkar mesin AE111 tersebut selama sehari penuh, melakukan pengecekan sejauh mana kerusakan dan opsi perbaikannya.

Ia sempat berkomentar mengenai betapa ‘bandel‘ , ekonomis dan fenomenalnya mesin AE111 yang juga tertanam di Toyota Great Corolla tersebut.

Oh iya, setelah menerima slip tanda terima mobil, ternyata alamat lengkap Jimmi Motor (Tune Up & Serveice) adalah Jl.Anggrek I No.28-30 Pakuan Tajur Bogor 16720, Telp (0251) 8314190, (0251) 8330846.

Hari 2, Sabtu, 29 Januari 2011

Sore hari, diiringi hujan gerimis Kota Bogor, terlihat pemandangan mesin AE111 ANC 97 sudah diturunkan setengah. Tiga buah piston tersebar di beberapa tempat disekitar mesin. Ketika saya tanya piston satunya lagi, ternyata ada di dalam rumah untuk dijadikan patokan pengukuran. Pengukuran apa? sampai saat itu saya belum tahu.

Setelah selesai melakukan carbon clean pada sebuah Honda Civic, Oom Jimmy datang menghampiri saya, menjelaskan dengan lengkap dan detail kondisi mesin ANC. Seketika, halaman rumah itu berubah menjadi ‘ruang kuliah‘.

Tidak hanya ‘mengkuliahi’ saya dan montirnya (yang ternyata anaknya) dengan teori, Oom Jimmy juga membawa satu set alat yang bernama ‘Cylinder Gaude‘ dan sebuah piston (pastinya punya saya). Dengan antusias ia memperlihatkan cara pengkukuran toleransi keausan liner piston.

Wuiihhh…kalo saja orangtua dan kakak saya bukan lulusan Teknik Mesin, pastinya saya bisa benar-benar telihat sangat bodoh saat itu.

Sampai-sampai si Oom bilang “Ngerti nggak ?” Gubrakkk..!! Btw, pada akhirnya saya benar-benar mengerti loh..Serius..Hahaha…

Btw, sebelum lanjut, gambar diambil dari berbagai sumber tanpa ijin, salah satunya dari blog ini. Bila ada pemilik gambar yang tidak berkenan, pastinya akan saya hapus segera.. :-p

Pada intinya, jarak standart antara bagian piston terluar (ternyata piston itu berbentuk cone) dan liner adalah 0.02 s/d 0,06 mikron (cmiiw : mikron?), ini bila mobil baru keluar dari pabrik, dan pastinya jarang ditemukan pada mobil berumur. Nah.., toleransi keausannya adalah s/d 0,12 mikron. Ternyata si ANC memiliki jarak sekitar 0,06 s/d 0,08 mikron pada keempat silindernya, sehingga masih layak digunakan sampai beberapa tahun kedepan tanpa perlu korter (oversize).

Ini infomasi penting, karena bila sampai harus oversize, biayanya bisa jadi sangat besar.

Jadi, bila jaraknya masih dalam batas tolerasni, darimana asal asap putih keabu-abuan tersebut?

Ternyata, semua ring piston nomor 3 yang terletak pada bagian paling bawah, yang berfungsi menahan oli mesin dan melingkar pada Oil Ring Groove (lihat gambar), dalam kondisi macet-cet! tidak bisa berputar bergerak bebas sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Hal inilah yang meyebabkan oli ‘menyelinap‘ masuk ke ruang pembakaran.

Piston Ring

Selama mesin dibongkar (turun setengah), temuan lainnya adalah pengait pada ‘metal jalan’ tidak bisa terkait dengan sempurna sehingga harus ikut diganti demi keamanan dan kelangsungan hidup mesin. Timing Belt ,Fan Belt, AC Belt dan Pipa Radiator juga sudah getas, sehingga harus segera diganti. Engine Mounting depan juga harus diganti yang asli , karena yang sekarang pecah padahal umurnya baru 6 bulan dengan merek RB*. Oh iya juga sekalian Service Radiator

Setelah membayar ‘uang muka’ alias Down Payment (DP) , ngobrol ngalor ngidul mengenai dunia otomotif dan juga cerita bagaimana saya menemukan bengkel ini, akhirnya saya meninggalkan ANC yang mesinnya sudah ‘terburai’ tersebut selama satu minggu kedepan.

Hari 13, Rabu, 9 Februari 2011

Sepuluh hari berikutnya, setelah ditelepon oleh Mbak Elli (bagia administrasi), akhirnya saya kembali mengunjungi Bengkel Oom Jimmy untuk mengambil mobil yang telah selesai dikerjakan dan melunasi biaya pengerjaan dan onderdil.

Terlihat Oom Jimmy sedang membersihkan ruang mesin dengan air bertekanan. Saya langsung bertanya “Nggak bahaya Oom?” Kata Oom Jimmy “Nggak, asal tahu bagian mana yang nggak boleh disemprot, habis itu kan gue hilangin airnya pake kompresor” Melihat Oom Jimmy yang masih sibuk, sayapun minta ijin untuk menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu.

Cukup terkejut juga, karena menurut saya, nominalnya cukup hemat (kalo tidak mau dibilang murah) untuk ukuran reputasi yang sangat baik.

Setelah menyelesaikan pembayaran dan sedikit bertanya (penasaran) kenapa ada Nissan Teana yang nongkrong, sayapun langsung menyalakan mesin ANC. Broooomm…..

Sudah tidak ada lagi asap putih pada ujung kenalpot, ruang mesin juga menjadi bersih dan rapi karena banyak komponen juga yang ikut diganti. Tinggal satu masalah lagi, berdasar saran Oom Jimmy kopling harus diganti, karena tarikannya bermasalah, padahal RPM sudah dalam posisi putaran tinggi. Hemm..menyusul deh…. :-t

Btw, tentang Nissan Teana, ternyata mobil mewah tersebut sedang dikerjakan bagian Alternatornya, bila ke bengkel resmi bisa habis 6 juta, sama Oom Jimmy sepertinya bisa jadi hanya 1 Juta…:-D

All New Corolla “Turun 1/2 Mesin”

AN16 4 2.jpgMemiliki mobil sendiri seperti Toyota All New Corolla atau Mitsubishi Lancer Evolution merupakan mimpi saya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU). Belasan tahun kemudian, ketika kendaraan roda empat menjadi kebutuhan untuk mengantar keluarga berpergian, saya tetap memilih membeli mobil lawas itu. Bagi saya, memiliki Toyota All New Corolla 1997 1,6 (ANC) adalah ‘impian masa remaja’ yang saat ini masih bisa menjadi kepuasan tersendiri. Salah satu ‘tantangan’ memiliki mobil bekas yang sudah berumur adalah kemungkinan “turun mesin”. Sama seperti benda bergerak lainnya yang mengalami gesekan, mesin mobil juga pasti akan aus termakan usia (memiliki batasan umur tersendiri).

autoExhaust.jpgKetika ANC sudah memgeluarkan asap warna putih keabu-abuan, jumlah oli mesin yang berkurang dengan cepat, itu artinya ada pemasalahan yang serius di ruang mesin. Asap artinya ada sejumlah oli mesin yang merembes masuk ke ruang pembakaran. Rembesan oli tersebut bisa berasal dari dua kemungkinan kebocoran, dari Klep/valve (bagian atas) atau Ring Piston (bagian bawah). Untuk mengetahui tepatnya darimana kebocoran itu berasal bisa dilakukan uji kompresi di bengkel resmi atau bengkel umum dengan peralatan yang lengkap.

Kata rekan di milis ANC, Dimas Adhiperdana…

Untuk ANC, Tes kompresi Normal di angka 12-13 kg/cm2. Kalau kurang berarti ada yg bocor

Cara bedain ring piston atau valve bushing yg kena, caranya abis tes kompresi pertama dan diketahui angkanya out of spec, tetesin oli ke lubang busi kurleb 1 sendok makan. Biarin beberapa menit, lalu tes kompresi lagi. Kalau ada perbaikan, berarti ring yg kena. Kalau ngga ada perbaikan, berarti valve bushing yg kena.

Karena malas ke bengkel resmi yang penuh ulasan buruk, dan pastinya mahal, akhirnya saya mencari tahu mengenai bengkel mobil yang bagus di Kota Bogor. Suatu ketika mengobrol dengan tetangga, ia menyarankan untuk datang ke Bengkel Oom Jimmy di Tajur Bogor. Setelah mencari informasi tambahan dengan Mbah Google, dan menemukan ulasan yang sangat baik, akhirnya saya bawa saja langsung ke Oom Jimmy. Btw, kata tetangga saya (nantinya dikonfirmasi mbak bagian administrasi Jimmy Motor), Oom Jimmy ini mantan pekerja di PT.Krama Yudha Tiga Berlian (Mitsubishi) dan mantan mekanik ajang Reli Mobil. Pastinya kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.

Hari 1, Jumat, 28 Januari 2011

Setelah menghubungi Oom Jimmy (baca:jimmi) lewat telepon, akhirnya saya sampai di bengkel ‘rumahan‘ tersebut setelah terlebih dahulu bertanya kepada satpam Komplek Pakuan, Tajur. Ini bengkel benar-benar hanya mengambil lahan depan rumah saja, tapi lahannya sih gede… Terlihat beraneka ragam mobil di halaman tersebut, dari Land Rover tua, Kijang Innova, Honda Civic, Suzuki Swift, dll, paling tidak ada sekitar delapan (8) mobil saat itu yang saling ‘berdesakan’. Sangat beragam dari sisi tahun dan merek. Bagi saya, pemandangan ini ‘penting’, karena saya akan melakukan ‘bedah‘ (turun 1/2) mesin di tempat ini.

Agak terkejut juga dengan penampilan Oom Jimmy, karena bila dilihat dari penampilan yang sudah beruban dan keriput, mestinya ia layak dipanggil ‘Pak‘, atau ‘Kakung‘, ‘Eyang‘. Ketika membuka percakapan, intonasinya yang energik ternyata menghilangkan kesan orang yang sudah uzur, malah timbul kesan bersemangat dan jenaka. Panggilan ‘Oom‘ sepertinya masih sangat tepat.

Membicarakan permasalahan mobil yang harus turun setengah (1/2) mesin pun sangat menyenangkan , penuh penjelasan , pertimbangan dan tidak asal-asalan. Oom Jimmy menjelaskan dengan sangat rinci tahapan-tahapannya, intinya tidak langsung main hajar bleh!

e.JPGBuntut dari pertemuan hari pertama itu, ( setelah menengok asap yang keluar dari pipa pembuangan) saya diminta untuk datang lagi pada keesokan harinya. Sesaat setelah saya “menyerahkan mobil”, dia dan mekaniknya akan membongkar mesin AE111 tersebut selama sehari penuh, melakukan pengecekan sejauh mana kerusakan dan opsi perbaikannya. Ia sempat berkomentar mengenai betapa ‘bandel‘ , ekonomis dan fenomenalnya mesin AE111 yang juga tertanam di Toyota Great Corolla tersebut.

Oh iya, setelah menerima slip tanda terima mobil, ternyata alamat lengkap Jimmi Motor (Tune Up & Serveice) adalah Jl.Anggrek I No.28-30 Pakuan Tajur Bogor 16720, Telp (0251) 8314190, (0251) 8330846.

Hari 2, Sabtu, 29 Januari 2011

Sore hari, diiringi hujan gerimis Kota Bogor, terlihat pemandangan mesin AE111 ANC 97 sudah diturunkan setengah. Tiga buah piston tersebar di beberapa tempat disekitar mesin. Ketika saya tanya piston satunya lagi, ternyata ada di dalam rumah untuk dijadikan patokan pengukuran. Pengukuran apa? sampai saat itu saya belum tahu.

gsr 52 (Custom).jpgSetelah selesai melakukan carbon clean pada sebuah Honda Civic, Oom Jimmy datang menghampiri saya, menjelaskan dengan lengkap dan detail kondisi mesin ANC. Seketika, halaman rumah itu berubah menjadi ‘ruang kuliah‘. Tidak hanya ‘mengkuliahi’ saya dan montirnya (yang ternyata anaknya) dengan teori, Oom Jimmy juga membawa satu set alat yang bernama ‘Cylinder Gaude‘ dan sebuah piston (pastinya punya saya). Dengan antusias ia memperlihatkan cara pengkukuran toleransi keausan liner piston. Wuiihhh…kalo saja orangtua dan kakak saya bukan lulusan Teknik Mesin, pastinya saya bisa benar-benar telihat sangat bodoh saat itu.

Sampai-sampai si Oom bilang “Ngerti nggak ?” Gubrakkk..!! Btw, pada akhirnya saya benar-benar mengerti loh..Serius..Hahaha…

Btw, sebelum lanjut, gambar diambil dari berbagai sumber tanpa ijin, salah satunya dari blog ini. Bila ada pemilik gambar yang tidak berkenan, pastinya akan saya hapus segera.. :-p

Pada intinya, jarak standart antara bagian piston terluar (ternyata piston itu berbentuk cone) dan liner adalah 0.02 s/d 0,06 mikron (cmiiw : mikron?), ini bila mobil baru keluar dari pabrik, dan pastinya jarang ditemukan pada mobil berumur. Nah.., toleransi keausannya adalah s/d 0,12 mikron. Ternyata si ANC memiliki jarak sekitar 0,06 s/d 0,08 mikron pada keempat silindernya, sehingga masih layak digunakan sampai beberapa tahun kedepan tanpa perlu korter (oversize). Ini infomasi penting, karena bila sampai harus oversize, biayanya bisa jadi sangat besar.

Jadi, bila jaraknya masih dalam batas tolerasni, darimana asal asap putih keabu-abuan tersebut?

p2.jpgTernyata, semua ring piston nomor 3 yang terletak pada bagian paling bawah, yang berfungsi menahan oli mesin dan melingkar pada Oil Ring Groove (lihat gambar), dalam kondisi macet-cet! tidak bisa berputar bergerak bebas sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Hal inilah yang meyebabkan oli ‘menyelinap‘ masuk ke ruang pembakaran.

Selama mesin dibongkar (turun setengah), temuan lainnya adalah pengait pada ‘metal jalan’ tidak bisa terkait dengan sempurna sehingga harus ikut diganti demi keamanan dan kelangsungan hidup mesin. Timing Belt ,Fan Belt, AC Belt dan Pipa Radiator juga sudah getas, sehingga harus segera diganti. Engine Mounting depan juga harus diganti yang asli , karena yang sekarang pecah padahal umurnya baru 6 bulan dengan merek RB*. Oh iya juga sekalian Service Radiator

Setelah membayar ‘uang muka’ alias Down Payment (DP) , ngobrol ngalor ngidul mengenai dunia otomotif dan juga cerita bagaimana saya menemukan bengkel ini, akhirnya saya meninggalkan ANC yang mesinnya sudah ‘terburai’ tersebut selama satu minggu kedepan.

Hari 13, Rabu, 9 Februari 2011

Sepuluh hari berikutnya, setelah ditelepon oleh Mbak Elli (bagia administrasi), akhirnya saya kembali mengunjungi Bengkel Oom Jimmy untuk mengambil mobil yang telah selesai dikerjakan dan melunasi biaya pengerjaan dan onderdil.

Terlihat Oom Jimmy sedang membersihkan ruang mesin dengan air bertekanan. Saya langsung bertanya “Nggak bahaya Oom?” Kata Oom Jimmy “Nggak, asal tahu bagian mana yang nggak boleh disemprot, habis itu kan gue hilangin airnya pake kompresor” Melihat Oom Jimmy yang masih sibuk, sayapun minta ijin untuk menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu.

Cukup terkejut juga, karena menurut saya, nominalnya cukup hemat (kalo tidak mau dibilang murah) untuk ukuran reputasi yang sangat baik.

Setelah menyelesaikan pembayaran dan sedikit bertanya (penasaran) kenapa ada Nissan Teana yang nongkrong, sayapun langsung menyalakan mesin ANC. Broooomm…..

Sudah tidak ada lagi asap putih pada ujung kenalpot, ruang mesin juga menjadi bersih dan rapi karena banyak komponen juga yang ikut diganti. Tinggal satu masalah lagi, berdasar saran Oom Jimmy kopling harus diganti, karena tarikannya bermasalah, padahal RPM sudah dalam posisi putaran tinggi. Hemm..menyusul deh…. :-t

Btw, tentang Nissan Teana, ternyata mobil mewah tersebut sedang dikerjakan bagian Alternatornya, bila ke bengkel resmi bisa habis 6 juta, sama Oom Jimmy sepertinya bisa jadi hanya 1 Juta…:-D