WordCamp Jakarta 2017, Drop-in dan Must-Use (MU) Plugins

Di WordCamp Jakarta 2017  saya memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman penggunaan WordPress di lingkungan Enterprise. Sesaat setelah presentasi, beberapa audience yang hadir menanyakan hal-hal detail mengenai materi yang saya sampaikan tersebut. Blog post ini adalah upaya saya untuk mendetailkan materi presentasi tersebut.

Saat ini WordPress tidak hanya digunakan sebagai bloging platform, kode yang terbuka (opensource) dan penambahan fungsinya yang modular melalui konsep Themes dan Plugins menjadikan WordPress sebagai salah satu aplikasi web dengan pangsa pasar terbesar di dunia.  Kemudahan dan kecepatan implementasi (learning curve) yang luar biasa singkat membantu banyak pihak untuk membuat sebuah website.

Dengan mudah kita dapat menemukan implementasi WordPress untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari penggunaan pribadi sampai dengan implementasi website kebutuhan bisnis, seperti website profile perusahaan, lowongan kerja, eCommerce sampai dengan portal portal berita kelas dunia seperti Time.Com dan Quartz.Com.

wp big brand.PNG

Kemudahan dan luasnya implementasi tersebut seringkali menimbulkan persepsi bahwa WordPress hanya untuk kalangan hobi atau pengerjaan websiye dengan kebutuhan yang minimal atau standar.

Bagaimana dengan kebutuhan yang kompleks seperti untuk menakomodasi model bisnis perusahaan besar ( enterprise ) ?

Untuk menjadikan WordPress dapat bekerja dengan baik dalam skala enterprise, dibutuhkan beberapa pengaturan yang biasanya tidak pernah disentuh oleh para pengguna WordPress biasa.

Pada umumnya, pengguna WordPress hanya mengenal ‘Themes’ untuk mengubah serta memperkaya tampilan dan ‘Plugins’ untuk menambah berbagai fitur dan kemampuan sebuah website agar sesuai dengan model atau solusi yang diinginkan.

Mu-Plugin dan Drop-in Plugins

Konsep Plugins mungkin yang menjadikan WordPress bisa sangat modular dan fleksibel sehingga  tingkat adaptasi WordPress menjadi sangat cepat dan masif. Saat ini 28% situs di dunia menggunakan WordPress.

Berdasarkan pengalaman membuat purwarupa website peruisahaan menggunakan WordPress selama 2 tahun lebih, pada akhirnya Themes dan Plugins tidak akan cukup dan seringkali malah membuat sebuah website sulit untuk mendapatkan performa terbaiknya.

Untuk menjadikan sebuah situs WordPress bisa mendapatkan skalabilitas, performa dan keamanan yang lebih baik sebenarnya bisa dilakuan dengan menggunakan / mengoptimalisasi fitur ‘mu-plugins’ dan ‘drop-in-plugins’.

Lalu, apa yand dimaksud dengan ‘mu-plugins’ dan ‘drop-in plugins’, apa bedanya dengan ‘reguler plugins’ ?

Biasanya, pengguna biasa hanya mengenal regular Plugins atau yang biasanya dikenal dengan nama Plugins. Untuk artikel ini kita sebut saja dengan istilah Plugins Reguler. Fitur ini dapat diakses dan dikelola secara langsung dan mudah melalui menu dashboard WordPress.

Instalasi , aktifasi dan pengaturan Plugins dapat dilakukan oleh siapapun yang memiliki hak akses Administrator.

Sedangkan berikut adalah penjelasan mengenai mu-plugins’ dan ‘drop-in plugins’,

Drop-in Plugins

Merupakan PHP files yang fungsinya dapat menggantikan beberapa fungsi utama (core) WordPress seperti koneksi ke database ( database connection ) dan tembolok (cache).

Lokasinya berada di /wp-content/[dropins-file-name].php

Beberapa contoh drop-in plugins yang cukup populer adalah advance-cache.php dan LudicrousDB.

LudicrousDB is an advanced database interface for WordPress that supports replication, fail-over, load balancing, and partitioning, based on Automattic’s HyperDB drop-in.

LudicrousDB can manage connections to a large number of databases. Queries are distributed to appropriate servers by mapping table names to datasets.

A dataset is defined as a group of tables that are located in the same database. There may be similarly-named databases containing different tables on different servers. There may also be many replicas of a database on different servers. The term “dataset” removes any ambiguity. Consider a dataset as a group of tables that can be mirrored on many servers.

Configuring LudicrousDB involves defining databases and datasets. Defining a database involves specifying the server connection details, the dataset it contains, and its capabilities and priorities for reading and writing. Defining a dataset involves specifying its exact table names or registering one or more callback functions that translate table names to datasets.

Dengan LudicroudDB yang membaca konfigurasi beberapa database MariaDB yang dibuat master-master menggunakan Galera Cluster, WordPress dapat mengenali multiple database dan melakukan prioritas server database mana untuk write, mana untuk read.

Berikut contoh koneksi database menggunakan array , tinggal tambahkan saja array-array lainnya untuk koneksi ke database lain. Dua koneksi pertama untuk read, lalu koneksi (array) ketiga untuk write.

$wpdb->add_database( array(
	'host'     => DB_HOST_1,     // If port is other than 3306, use host:port.
	'user'     => DB_USER,
	'password' => DB_PASSWORD,
	'name'     => DB_NAME,
	'write'    => 0,
	'read'     => 1,
	'dataset'  => 'global',
	'timeout'  => 0.2,
) );
$wpdb->add_database( array(
	'host'     => DB_HOST_2,     // If port is other than 3306, use host:port.
	'user'     => DB_USER,
	'password' => DB_PASSWORD,
	'name'     => DB_NAME,
	'write'    => 0,
	'read'     => 1,
	'dataset'  => 'global',
	'timeout'  => 0.2,
) )
$wpdb->add_database( array(
	'host'     => DB_HOST_3,     // If port is other than 3306, use host:port.
	'user'     => DB_USER,
	'password' => DB_PASSWORD,
	'name'     => DB_NAME,
	'write'    => 1,
	'read'     => 0,
	'dataset'  => 'global',
	'timeout'  => 0.2,
) )

Perlu menjadi catatan penting, sinkronisasi antara database server tidak dilakukan oleh WordPress atau Plugin LudicrousDB, tetapi dilakukan oleh Galera Cluster yang diaktifkan di MariaDB.

Must-use (Mu)  Plugins

Plugins reguler itu seperti pisau bermata dua, bisa sangat memudahkan dalam mencari solusi tetapi kemudahan itu seringkali membawa dampak buruk ke performa WordPress.

Makin banyak Plugins yang aktif, beban server menjadi lebih berat dan waktu pemrosesan juga menjadi semakin lama.

Hal ini karena WordPress membaca dan mengeksekusi seluruh Plugins yang aktif untuk tiap page yang direquest oleh pengguna biasa maupun request-request aneh yang dilakukan berbagai ‘bot’ seperti bot mesin pencari sampai dengan bot iseng yang biasanya mencari celah kemanan WordPress.

Bila developernya malas atau ‘kotor’ dalam membuat kode pemrograman, seringkali fungsi yang tidak dibutuhkan juga ikut dieksekusi di berbagai halaman yang sebenarnya tidak membutuhkan fungsi tersebut.

Dengan Must-use (Mu) Plugins , kita sebenarnya memiliki peluang untuk mengendalikan Plugins apa saja yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi yang diinginkan.

Tidak perlu lagi semua Plugins dijalankan disetiap page request

Must-use (Mu) Plugins memiliki karakteristik sebagai berikut

  • Berlaku di WordPress Single dan Multisite
  • Lokasinya berada di … /wp-content/mu-plugins/my-first-mu-plugins.php
  • Selalu aktif karena otomatis aktif ketika berkas .php sudah diupload
  • Dieksekusi sebelum Plugins reguler dieksekusi.
  • Tidak bisa dinonaktifkan

worpress mu plugins sample

Berikut adalah contoh sederhana implementasi must-use plugins dengan nama file terimakasih.php.

<?php
add_filter( 'the_content', function( $content ) {
    return $content . '<p>Terimakasih!</p>';
} );

Didalam berkas tersebut ada sebuah ‘filter’untuk menampilkan kata ‘Terima Kasih’ pada seluruh halaman post WordPress.

Hemm sepertinya nggak ada yang spesial ya dengan contoh diatas, bisa dilakukan oleh Plugin reguler.

Sebentar…, contoh berikutnya sedikit lebih kompleks tetapi sangat berguna untuk menjaga dan meningkatkan performa WordPress.

Tengok kembali diparagraf awal, makin banyak Plugin reguler, dapat menurunkan performa WordPress.

Berikut adalah implementasi must-use plugins untuk mematikan plugin reguler “Contact Form 7” di halaman-halaman yang memang tidak membutuhkan fungsi plugin tersebut.

Plugin “Contact Form 7” hanya akan akktif di halaman dengan slug ‘/contact/’ saja, sedangkan di halaman lain plugin tersebut akan diunregister alias tidak akan diload alias mati.

<?php
$request_uri = parse_url( $_SERVER['REQUEST_URI'], PHP_URL_PATH );

add_filter( 'option_active_plugins', 'unregisterd_cache_plugin' );

function unregisterd_cache_plugin( $plugins ){
        global $request_uri;
        $is_contact_page = strpos( $request_uri, '/contact/' );
        $unnecessary_plugins = array();
        // conditions
        // if this is not contact page
        // deactivate plugins
        if( false === $is_contact_page ){
                $unnecessary_plugins[] = 'contact-form-7/wp-contact-form-7.php';
                        }
        foreach ( $unnecessary_plugins as $plugin ) {
                $k = array_search( $plugin, $plugins );
                if( false !== $k ){
                        unset( $plugins[$k] );
                }
        }
        return $plugins;
}

Walaupun sepertinya sepele, dampak metode ini sangat luar biasa untuk meningkatkan performa loading halaman-halaman WordPress.

Bayangkan bila pada sebuah halaman kita dapat mematikan 15 dari 20 Plugin yang aktif!

Untuk mendapatkan contoh-contoh lain penggunaan metode ini, silahkan menggunakan mesin pencari dengan bantuan keyword ‘WordPress disable plugin‘ atau ‘WordPress options_active_plugin‘.

Untuk mengunduh materi presentasi ini  bisa mengunjungi tautan di situs slideshare. Semua berkas materi sudah diunggah oleh rekan-rekan di Automattic.

Terimakasih pada para penyelenggara WordCamp Jakarta 2017, Automattic, organizer, volunteer, speaker, community dan participant.

wordcamp jakarta closing

 

*Diditho.com manage by Gagas Lintas Media in partnerhsip with Netfit.id

20 Plugin Gratis Terbaik WordPress

Pada saat ini, membuat sebuah situs merupakan pekerjaan yang sebenarnya tidak begitu sulit. Dengan sedikit usaha mencari, anda dengan mudah membuat suatu situs dengan menggunakan WordPress (WP).

Penggunaan WP bermacam-macam, mulai dari blog pribadi, sampai dengan situs berita besar macam NYT, TIME , CNN, dll.

Dalam membangun sebuah situs dengan WP, Themes dan Plugins adalah dua aspek paling penting agar situs anda dapat berfungsi dengan baik dari sisi desain, fungsionalitas maupun keamanan.

Plugin gratis (bebas penggunaan) untuk wordress sangatlah banyak, sekitar 320 ribu plugin dengan lebih dari 600 juta download tersedia di repository Plugin WP. Dari daftar plugin tersebut, berikut daftar 20 Plugin gratis yang sebaiknya anda coba atau gunakan agar hari-hari anda dalam mengelola situs atau blog menjadi lebih menyenangkan.

1. Akismet

Spam merupakan sebuah aktifitas dunia internet yang paling menimbulkan masalah sampai saat ini. Spam ibarat ‘anak kandung’ internet, ia lahir hampir semenjak mail server terkoneksi dengan jaringan internet. Plugin Akismet sampai saat ini masih merupakan plugin terbaik untuk melakukan filtering spam comment dan trackback.

2.Jetpack

Merupakan plugin yang dibuat oleh Automattic, pembuat WordPress dan pengelola WordPress.Com. Fitur pada plugin ini merupakan ‘porting‘ dari fitur yang ada di WordPress.Com. Mulai dari statistik, sharing ke media sosial, sampa koneksi ke Path, disediakan oleh Plugin ini.

3.Yet Another Related Post PlugIn (YARPP)

Untuk meningkatkan keterbacaan konten dan memudahkan pengunjung situs, pengembang mengaktifkan fitur ‘Related Post’ YARPP. Related Post adalah sebuah kumpulan konten yang diolah menggunakan algoritma relasi dan ditampilkan di bagian bawah sebuah halaman. Algoritma fitur ini diciptakan oleh seorang mahasiswa bernama Michael Yoshitaka Erlewine  yang sedang mengambil PhD MIT dan mendalami bidang linguistik

4.WP Super Cache

Cache dalam Bahasa Indonesia artinya tembolok. Pada sebuah situs, fitur cache biasanya berguna untuk menyimpan berkas dalam bentuk statis html sehingga tidak terjadi proses pembacaan berulang-ulang ke database. Hal ini berguna bila sebuah situs tiba-tiba mendapat lonjakan traffic. Berkas statis akan membuat sumber daya server tidak akan terkuras. WordPress menyimpan hampir semua informasi dinamis ke dalam tabel di database, sehingga penggunaan cache seharusnya menjadi wajib.

5. Wordfence Security

Satu hal yang saya sukai dari WordPress adalah Plugin. Fitur ini tidak hanya menambah fungsionalitas dari aspek user experience, tetapi Plugin juga dapat menjalankan fungsi peningkatan keamanan (security hardening) sebuah situs. Banyak Plugin keamanan (security) yang bisa anda dapatkan secara gratis, salah satunya adalah Wordfence Security.

6. WP Maintenance Mode.

WordPress merupakan aplikasi blog yang paling mudah dikonfiugurasi dan hanya membutuhkan satu kali pengaturan awal. Kenyataannya, kemudahan tersebut seringkali membuat pengelola blog untuk menambahkan fitur melalui plugin maupun themes. Nah, aktifitas tersebut kadang mengharuskan kita untuk menyembunyikan tampilan blog dari para pengunjung karena tampilannya yang belum sempurna akibat utak-atik. Plugin ini secara mudah dapat menampilkan halaman ‘Under Construction’ kepada para pengunjung dengan tetap memberikan akses kepada pengelola blog. Anda juga dapat menambahkan coutdown counter kepada pengunjung blog anda.

7. Flickr Justified Gallery

Saat ini, foto sepertinya menjadi satu bagian yang terpisahkan dari kehidupan kita. Apalagi semenjak era smartphone yang dilengkap kamera dengan resolusi megapixel, seringkali kita menjadi bingung dengan pengelolaan foto yang masif tersebut. Untuk saat ini, menurut saya Flickr merupakan salah penyedia layanan penyimpanan foto online terbaik. Untuk menampilkan foto dari Flickr ke WordPress, tersedia banyak sekali Plugin. Dan berdasar pengalaman, Plugin Flickr Justified Gallerymerupakan tools yang paling mudah dikonfigurasi dan paling smooth dalam mengalirkan foto dari Flickr ke WordPress.

8. Most Commented Widget

Salah satu hal yang menyenangkan dalam mengelola sebuah blog adalah tanggapan berupa komentar pengunjung terhadap tulisan yang kita publikasikan. Plugin ini menampilkan urutan tulisan di blog berdasarkan jumlah komentar terbanyak, sehingga kita dapat menginformasikan kepada pengunjung blog mengenai tulisan yang paling populer berdasarkan jumlam komentar.

9.  Google Analytics Dashboard for WP

Banyak sekali Plugin yang mengakomodasi tracking statistik Google Analytics. Bedanya, plugin ini menampilkan data angka dan grafik Google Analytics  langsung pada Dashboard Administrasi Anda. Tampilan datanya meliputi   jumlah kunjungan, jumlah pengunjung, tingkat bouncing, pencarian organik, halaman per kunjungan.

Dalam menampilkan data dan grafi  tersebu, plugin ini melakukannya dengan cara yang cepat dan aman karena Dashboard Google Analytics menggunakan protokol OAuth2 dan API Google Analytics.

10.Broken Link Checker.

Dalam membuat suatu artikel di blog, sering kali  kita memberi tautan (hyperlink) sebuah kata atau kalimat yang merujuk ke alamat uri situs lain. Kesalahan dalam melakukan input atau kondisi dimana alamay tautan itu sudah tidak aktif juga memungkinkan terjadi.

Plugin Broken Link Checker akan membantu memantu mana saja tautan yang tidak berkerja dengan baik dan memberitahukannya secara berkala kepada pengelola blog.

Sebuah blog post yang memiliki tingkat validasi tautan yang baij akan membantu ranking mesin pencari (seo) dan juga membuat nyaman pembaca,

11.TablePress

TablePress adalah plugin WordPress (WP)  gratis yang memungkinkan anda untuk membuat dan mengelola tabel di situs WP. Untuk membuat suatu tabel di sebuah halaman situs tidak membutuhkan pengetahuan HTML. Antarmuka yang nyaman dan intuitif memungkinkan anda sebagai pengguna biasa untuk dengan mudah mengedit data dalam bentuk tabel.

Tabel anda dapat berisi berbagai jenis data, bahkan dalam bentuk formula sekalipun. Selain itu, plugin ini juga memiliku fitur sort, pagination, filter, dan lebih untuk pengunjung situs. dll

Pengembang Plugin ini adalah Tobias Bäthge, mahasiswa PhD di bidang “Teknik Cybernetics” dari Magdeburg, Jerman. Dia mencintai bisbol dan suka bekerja dengan WordPress.

12.Revision Control

Post dan Page adalah fitur menu utama pada WP, digunakan untuk menampung konten dalam bentuk teks, script gambar, audio, video, dll. Secara default, ketika kita membuat suatu tulisan baru pada post dan page, melakukan beberapa kali proses editing, maka wordpress akan menyimpan versi editing tersebut. Penyimpanan versi editing tersebut dinamakan versioning.

Seringkali, orang yang melakukan editing melakukan editing dan menyimpannya berulang kali, bayangkan saja ketika anda menulisi di berkas word, berapa kali proses save, yang anda lakukan ?

Nah, perilaku tersebut seringkali menghasilkan jumlah berkas versioning yang fantastis, bisa 10, 20 atau lebih… dan membuat database menjadi ‘kotor’ karena menyimpan sesuatu yang tidak digunakan dan bisa menurunkan performa aplikasi.

Plugin Revison Control berfungsi untuk membatasi jumlah berkas versioning tersebut, biasanya saya hanya membatasi maksimal 3 berkas versioning saja.

13.Google XML Sitemaps

Pada repository WP ada beberapa beberapa plugin yang khusus untuk menghasilkan berkas XML navigasi situs (sitemaps). Berkas ini fungsinya mirip peta, digunakan untuk memudahkan mesin pencari seperti Google, Bing, Yahoo, dll dalam mengindeks suatu situs.

Menurut saya, generator berkas XML Sitemaps yang paling mudah diimplementasikan adalah dari pengembang bernama Arne Brachhold.

14.Contact Form 7

Form atau formulir merupakan fitur yang biasanya hadir di semua website. Mulai dari formulir untuk kontak, komplain sampai dengan registrasi ke situs tersebut. Seringkali juga para pemilik situs membutuhkan form yang memiliki fungsi khusus, seperti pendaftaran untuk ikut lomba, mengunggah berkas sampai dengan jenis kebuthan submit data lainnya.

Dari beberapa pilihan plugin untuk membuat form, Contact Form 7 merupakan plugin yang paling fleksibel untuk memenuhi berbagai keperluan. Beberapa extensi plugin ini juga cukup banyak dibuat pembuat plugin lain, seperti Contact Form DB dan Contact Form 7 Date Picker.

15.WordPress SEO by Yoast

Sebenarnya, aplikasi wordpress itu sendiri sudah sangat baik dalam menerapkan prinsip-prinsip Search Engine Optimation (SEO) yang baik. Apa itu SEO ? penjelasann singkatnya, SEO adalah sebuh teknik agar situs yang kita buat dapa dikenali dan diindex dengan baik oleh berbagai macam mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing dan lain-lain.

Plugin ini meningkatkan SEO sebuah situs dengan menambahkan fitur yang akan membantu mesin mencari untuk mengindeks situs kita dengan lebih baik. Fitur utamanya adalah memastikan  penggunaan dan penempatan focus keyword terimplementasi dengan baik dengan memastikan focus keyword tersebut ada di badan tulisan.

16.Shortcode Ultimate

Dengan plugin ini, anda dapat dengan mudah membuat berbagai fitur website seperti tab, button, box, slider, video responsif dan banyak lagi. Dengan mengatifkan fitur-fitur tersebut, situs yang awalnya hanya tampil biasa-biasa saja dengan themes standart , sekarang bisa sejajar dengan themes premium.

17.Buddypress

Komunitas merupakan sesuatu yang berharga di kehidupan sehari-hari kita. Dengan komunitas kita mendapatkan teman-teman dengan minat dan kepentingan yang sama. Seringkali komunitas saling melakukan interaksi di dunia maya, mulai dari mailing-list, facebook, group chat maupun forum serperti kaskus.

Buddypress merupakan plugin yang sangat mudah dan fleksibel dalam pengaturan dan penggunaan untuk menciptakan  sebuah situs yang memiliki / berciri social network/ jejaring pertemanan. Hanya dengan beberapa klik saja, anda sudah mendapatkan sistem yang ditujukan untuk komunitas. Mulai dari fitur profiles, groups, activity streams, notifications, friendship, private messaging , dll semua tersedia secara default.

18.WooCommerce

Ingin menjual produk melalui website ? Walaupun saat ini banyak yang berjualan melalui instagram dan jejaring media sosial lainnya, website yang dirancang khusus untuk berjualan tetap merupakan pilihan akhir yang diimpikan banyak orang yang berjualan secara online atau sering disebut eCommerce.

Nah, dengan menggunakan plugin WooCommerce, kamu dapat dengan mudah dan sekejap mengubah sebuah situs menjadi situs eCommerce. Berdasarkan pengalaman, WooCommerce sangat mudah dikonfigurasi dan mudah dalam pengelolaan. Pilihan module / addon untuk menambah fungsi juga tersedia sangat beragam.

19.Google Adsense

Siapa yang tidak kenal Google Adsense ? Salah satu layanan dari mesin pencari Google yang dapat memberikan keuntungan finansial bagi pemilik situs-situs dengan traffic yang besar. Pemilik situs atau blog hanya perlu memiliki akun Google dan memasang script / kode kecil pada situ yang akan menampilkan iklan yang relevan bagi pengunjung situs tersebut.

Bagi pengguna WordPress, saat ini tidak perlu direpotkan lagi dengan proses pembuatan dan pemasangan script yang memakan waktu dan tenaga. Plugin Google Adsense yang merupakan plugin official dari Google akan membantu pemilik situs dapat mengelola tampilam iklan dengan lebih baik dengan berbagai format (teks, gambar, teks dengan gambar atau link), ukuran, warna elemen di blok iklan, bentuk melengkung sudut materi iklan dan posisi penempatan di situs.

20.Updraft Plus Backup and Restoration

Memiliki cadangan (backup) adalah suatu keharusan. Sebaiknya selalu menyiapkan backup untuk segala sesuatu yang berbentuk digital, mulai dari foto, video maupun berkas kerja (file) di personal computer (PC). Bencana datang tanpa bisa diketahui (tiba-tiba), siapkan backup sedini mungkin dan pastikan backup tersebut bekerja dengan baik

Untuk sebuah situs blog, pastikan anda memiliki mekanisme backup yang dapat dengan segera mengembalikan (restore) berkas yang diinginkan. Updraft Plus Backup and Restoration merupakan salah satu plugin terbaik dalam melakukan pekerjaan backup. Memiliki berbagai kemudahan fitur dan terpenting, tujuan backupnya bermacam-macam, mulai dari FTP, Amazon S3, Dropbox Google Drive , dll

 

Penting! Saran penggunaan Plugin

1.  Deactivate (matikan) plugin yang tidak anda gunakan. Hal ini karena sistem ‘hook’ dan ‘filter’ wp agan ‘memanggil’ fungsi plugin yang aktif tersebut walaupun tidak digunakan.

2. Bila ada kebutuhan plugin lain, pastikan plugin tersebut banyak digunakan dan sederhana. Popularitas plugin dapat dilihat dari jumlah download sedangkan kesederhanaan dapat dilihat dari fungsi plugin yang fokus pada kebutuhan.

3. Bila ada plugin lain yang lebih baik, segera ganti plugin lama anda. Pada masa depan hal ini akan memudahkan pekerjaan dan meningkatkan kemanan situs anda.

4.Update plugin anda, segera setelah versi stabil plugin tersebut diluncurkan.

5. Bila ada permasalahan di situs anda yang terjadi akibat konflik pada sebuah atau beberapa plugin, matikan plugin tersebut. Bila tidak terdeteksi mana plugin penyebab permasalah tersebut, matikan semua plugin dan nyalakan satu-satu sehingga anda tahu permasalahannya.

Sekian, semoga hari anda menyenangkan…

*Diditho.com manage by Gagas Lintas Media in partnerhsip with Netfit.id

Hostgator, can’t connect to WordPress

jetpackDear Support,

Q: Today all my wordpress (wp) installation (parent and add-on domain) (foo.com; foo1.org, foo3.or.id) can’t perform simple wp feature “add new plugin”.

It shows this error message:

An unexpected error occurred. Something may be wrong with WordPress.org or this server configuration. If you continue to have problems, please try the i try to compare with other hostgator account with different server : pedalku.com , it works smoothly.

it seems , the server can’t make connection to wordpress server

api.wordpress.org
jetpack.wordpress.com I add an attachment

Can you help find and address the problem ? Thank you

A: Hello, Thank you for contacting HostGator support. I’m sorry to see you are having trouble adding this plugin. This is a known issue associated with one of the libraries from resolving domains, and has been corrected. Before the correction:

ping jetpack.wordpress.com
ping: unknown host jetpack.wordpress.com

after

ping jetpack.wordpress.com

PING jetpack.wordpress.com (76.74.255.117) 56(84) bytes of data.
64 bytes from wordpress.com (76.74.255.117): icmp_seq=1 ttl=55 time=86.2 ms
64 bytes from wordpress.com (76.74.255.117): icmp_seq=2 ttl=55 time=86.1 ms

I apologize for any inconvenience – you should be able to install this plugin now. Please contact us if you have any additional questions about this issue, or if you have any other questions or concerns.

Kind regards,
Mr Foo
Systems Administrator
Hostgator.com LLC. http://support.hostgator.com/

*Diditho.com manage by Gagas Lintas Media in partnerhsip with Netfit.id

WordPress Automatic Upgrade, Cool!!

This blog is using a wordpress (WP) blog engine, and one it’s really annoying ‘features’ is the quick upgrade schedule.

yup!, if you are using WP then you have to make an upgrade in a short time. Mostly because a security reason…

Upgrading a blog engine can be (surely) a very time consuming activities.

Thanks to Keith Dzousa and Ronald Huereca, Upgrading a blog engine is becaming an easy task now. Just with inserting FTP user, password and a few click you will get the recent release of wordpress blog engine in second.

How can be so fast and simple?

All because of this amazing WordPress Automatic Upgrade plugin

*Diditho.com manage by Gagas Lintas Media in partnerhsip with Netfit.id