5 Hal Buruk Ketika Bersepeda Offroad

seperti biasa.., montir sepeda..

Melakukan aktifitas offroad dengan sepeda berarti membawa sepeda dan tubuh kita ke suatu titik di luar kondisi normal, kesuatu batasan tertentu yang lebih extrim! Seringkali sepeda yang digunakan melahap jalur offroad mengalami kerusakan atau malfungsi.  Entah karena sepeda terlalu diabuse , tidak digunakan sesuai peruntukan atau memang kesialan itu sedang terjadi saja. Berdasar pengalaman, berikut ini adalah beberapa (lima) hal buruk (kesialan) yang paling sering terjadi pada ‘tunggangan’ ketika offroad dan tentunya tips cara mengatasinya.

1.Ban Dalam Bocor

ban dalam bocor

Kejadian ban dalam bocor adalah yang paling sering terjadi pada aktifitas offroad.  Penyebabnya bermacam-macam, dari tertusuk benda tajam, misal serpihan kayu , terkena snake bite (kombinasi tusukan batu yang runcing dan ban kurang angin), sambungan pentil yang karatan/rusak , atau memang kondisi ban dalam yang sudah tua.

Untuk mencegahnya, bisa dengan selalu memeriksa kondisi tekanan angin pada ban, sesuaikan dengan medan yang akan dilalui. Bila akan melewati jalur yang banyak batunya (red:makadam), usahakan tekanan angin tidak terlalu keras atau lunak, dan bila melewati jalan aspal mulus usahakan tekanan angin yang agak keras/tinggi. Bagi yang menggunakan ban dalam dengan pentil yang terbuat dari besi, periksa apakah ada karat atau tidak, baiknya menggunakan pentil dari plastik.

Bila terjadi ban dalam bocor, yang bisa dilakukan adalah menggantinya dengan ban dalam cadangan. Bila beraktifitas offroad pastikan membawa paling tidak satu (1) buah ban dalam cadangan. Pastikan juga membawa tire lever (pengungkit) untuk memudahkan membuka ban luar dan tentunya pompa!.

Memambal ban adalah tindakan yang tidak direkomendasikan! Selain tingkat kegagalannya tinggi juga memakan waktu.

2.Rantai Putus

Rantai Putus

Rantai sepeda gunung untuk 9 kecepatan terdiri dari  berbagai komponen kecil. Bila tidak dirawat dengan baik, diberi pelumas atau dibersihkan dari kotoran secara rutin, akan berisiko mudah putus. Penyebab putus yang lain biasanya disebabkan oleh aktifitas maintenance yang salah (pemutusan-penyambungan yang tidak dilakukan di pin yang ditujukan untuk diputus). Pada rantai sepeda ada penanda khusus seperti pin yang berwarna beda(hitam) atau pin bermotif beda yang ditujukan sebagai titik pin yang boleh diputus. Sembarangan memutus/menyambung pin akan mengakibatkan rantai mudah lepas/putus ketika sedang digunakan.

Bila hai ini terjadi, ada beberapa pilihan tindakan yang dapat dilakukan.

  • Membuang bagian rantai yang rusak dan menyambung kembali rantai tersebut. Tindakan ini biasanya dilakukan bila kita tidak membawa spare part (sisa rantai atau chain link).  Resikonya, panjang rantai akan berkurang. Rantai yang terlalu pendek akan mengakibatkan Rear Derailleur (RD) akan tertarik extrim dan beresiko rusak.
  • Membuang bagian rantai yang rusak dan menyambung kembali dengan mata rantai dari jenis rantai yang sama. Misal rantai  9 speed harus di sambung/extend dangan rantai 9 speed. Bila membeli dan memasang rantai di toko/bengkel sepeda biasanya ada sisa rantai yang tidak terpakai. Simpanlah sisa rantai ini dan bawalah bila sedang bersepeda. Suatu saat pasti akan berguna. Cara ini akan memakan waktu dalam pengerjaan, tetapi akan menjaga panjang rantai tetap sama seperti sebelum putus.
  • Membuang bagian rantai yang rusak dan menyambungnya kembali dengan menggunakan part chain link. Part ini adalah dua sisi pin rantai terpisah yang bisa saling dikaitkan, prinsipnya seperti kancing baju. Saat ini saya paling suka dengan solusi ini, cepat, mudah dan memasangnya tidak memerlukan alat bantu (kecuali membuang bagian rantai yang rusak). Lucunya, afaik , chain link hanya diproduksi oleh SRAM. Walau begitu, tetap bisa digunakan untuk rantai Shimano.
chian tools.jpg

Ketiga tindakan tersebut di atas harus dilakukan dengan bantuan alat(tools) khusus untuk memutus/menyambung rantai chain tools. Juga biasanya ada dalam satu set rescue  tools / allen key plus set yang biasa dijual di toko-toko sepeda gunung. Berdasar pengalaman…percayalah bila hanya pake tang minjem sama tukang ojek nggak akan bisa, rantainya pasti lepas lagi.

3.Rear Derailleur (RD) Patah

broken rd

Penyebab Rear Derailleur patah (rusak) biasanya terjadi ketika gowes dalam kondisi turun dan posisi gigi belakang pada gear besar (jumlah gigi banyak). Pada kombinasi gigi seperti ini mengakibatkan RD pada posisi tertarik tegak dan jarak dengan tanah menjadi sangat dekat. Dengan kecepatan turun yang tinggi, besar kemungkinan RD akan dengan mudah menghantam benda yang menonjol di tanah, misal bongkahan batu.

Bila ini terjadi, siap-siap saja untuk beroffroad tanpa bisa mengatur/memidahkan gigi belakang, karena gigi belakang akan/harus dibuat statis. Caranya dengan melepas rantai, memutus beberapa mata rantai dan memasangnya kembali ke satu bagian gear belakang yang diinginkan. Offroad tanpa bisa mengubah gigi belakang? Apa kata dunia? Yah…daripada pulang duluan…apa mau dikata….

Untuk mencegah kejadian ini bisa dengan cara membiasakan diri melipat posisi RD pada saat jalur turun. Caranya dengan mengatur/memindahkan shifter/pilihan ke gigi kecil (misal:1) / gear dengan jumlah gigi kecil. Beberapa jeis RD saat ini ada yang memiliki bentuk pendek atau melengkung untuk meminimalkan benturan, misal Shimano Shadow.

4.Shifter atau Rem Patah/Malfungsi

Kedua item merupakan komponen sepeda yang berada di stang. Kerusakan komponen ini biasanya terjadi ketika sepeda mencium aspal/tanah,  bagian ini menghantam objek benda keras dan akhirnya rusak/patah.

Untuk mengurangi resiko shifter atau rem patah, usahakan jangan membaut terlalu kencang  ke stang. Longgarkan sedikit baut pada shifter atau rem. Tujuannya agar  ketika menghantam benda keras, keduanya bisa  bergerak  dan memiliki peluang terhindar dari patah.

Pengalaman hanya menggunakan satu rem depan saat offroad sangatlah menyiksa. Bisa dipastikan ketika hanya menggunakan satu bagian rem saja, sepeda tidak bisa berjenti dengan baik, sangat BERBAHAYA! dan juga rem mudah terbakar.

5.Ban Luar Rusak

ban sepeda.jpg

Kejadian ini sebenarnya jarang terjadi, tapi pernah dan bisa terjadi juga. Tidak seperti ban dalam bocor/rusak, bila ban luar rusak sobek bisa jadi ini adalah akhir dari acara offroad anda. Peristiwa ban sepeda offroad rusak yang jarang terjadi mengakibatkan jarangnya offroader yang membawa spare part ini. Ban dalam pasti banyak yang bawa, ban luar??? siapa yang mau bawa???

Kerusakan ban luar offroad biasanya disebabkan oleh usia ban yang sudah cukup uzur. Ban lama cenderung getas dan biasanya ada retakan, bila dipaksakan terus di medan offroad yang berbatu pastinya akan cepat rusak. Penyebab lainnya adalah kurang angin, bila ban kurang angin dan menghantam kontur batu yang tajam, niscaya ban akan beresiko rusak. Tidak hanya merusak ban dalam, ban luar juga akan terkena dampaknya.

Cara mengatasinya tentunya dengan membawa ban luar cadangan, masalahnya siapa juga yang bawa-bawa ban luar kalo lagi offroad ? 😀

Happy Offroad….

Jambore KGC, Komunitas yang Menyenangkan

kantor Wow..…sudah lama sekali tidak menulis di blog ini.  Sebenarnya sih masih nulis, tapi sementara nulis disini dulu yang paling dekat dengan pekerjaan sehari-hari. Selain intensitas menulis menurun , intensitas gowes offroad juga tidak sesering tahun-tahun sebelumya . Yeah maklum… SAP BW and CB adalah dua berkah yang bisa membuat aktifitas sepeda terlupakan sejenak.  Sampai pada bulan Maret 2010 ini ada momentum untuk mengembalikan aktifitas gowes, Ya..Jambore Sepeda KGC 2010 di Bandung.  Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, dengan ‘persiapan yang matang ‘akhirnaya saya bisa menikmati gowes offroad dan onroad perdana 2010 di Bandung.

Di pertemuan-pertemuan persiapan acara Jambore KGC 2010 ini, ada beberapa pilihan transportasi.  Berangkat ke Bandung menggunakan kereta api merupakan rencana awal. Kata mas Agung Hartanta (AH), dengan naik kereta api bisa didapatkan suasanaya, ambience katanya. Akan tetapi mengingat kerepotan yang akan ditimbulkan dan juga resiko ketinggalan kereta, akhirnya diputuskan jambore kali ini menggunakan transportasi bus dan truk engkel untuk mengangkut sepeda.

Berangkat, Sabtu 13 Maret 2010

start kantor Baru kali ini saya mengalami acara gowes dengan  waktu keberangkatan yang on schedule , empat puluh (40++)  orang lebih pesepeda dari Kompas Gramedia berkumpul tepat jam 06:00 wib  pagi didepan Bentara Budaya, itupun dengan kondisi sepeda sudah terloading di truk…whooot….suprrise..surprise. Nampaknya semua peserta jambore tidak mau menanggung resiko ketinggalan, mungkin karena malam sebelumnya ada ‘ancaman’ bila ada yang ngaret lebih dari jam 6 pagi akan  ditinggalkan rombongan bila terlambat. Panitianya Sadis! haha…

fami ketinggalan Ada kejadian lucu ketika Bus melanjutkan perjalanan dari suatu rest area di Toll Cikampek. Beberapa saat setelah bus berangkat dari tempat peristirahatan, tiba-tiba Mas AH mendapat telepon dari Fami. Dengan Wajah panik campur bingung, Mas AH berucap ” Fami Ketinggalan…..!!”.

Ini mirip film warkop DKI.wuakakakakak…

Setelah melakukan koordinasi , akhirnya Fami bisa menyusul rombongan dengan cara menumpang salah satu bus Antar Kota Antar Popinsi (AKAP).

Tangkuban Perahu (Day 1)

start tangkuban Pada hari pertama Jambore KGC di Bandung, rombongan di bagi dua kelompok besar, offroad dan onroad. Saya tentunya mengikuti rombongan offroad, rencananya start dari Tangkuban Perahu dan berakhir di Setiabudi Kota Bandung.

Ketika jam menunjukkan pukul 11:00 wib, setelah cek sepeda dan berdoa , peserta offroad langsung memasuki jalur offroad. Beruntung cuaca saat itu cerah sehingga jumlah rombongan yang lumayan besar dapat sedikit lebih lancar melahap jalan aspal rusak dan tanah.

tangkuban single track Menurut saya, jalur offroadnya sangat menyenangkan, hampir tidak ada tanjakan yang berarti. Rute antara Tangkuban Perahu sampai dengan Lembang hanya menghadirkan satu  tanjakan terjal di sebuah desa dan beberapa tanjakan kecil ketika kami nyasar. Intinya kalo sampai nanjak berarti kami nyasar. 😀  Jalur ini hampir 100 persen…, atau kalau tidak mau dibilang terlalu optimis.., sekitar 90 persen turunan. Terdapat jalur single track di hutan pinus sebelum Jaya Giri yang menurut saya sangat asik dilalui segala jenis sepeda gunung, baik XC, AM maupu DH. Tingkat kecuramannya tidak terlalu ektrim memberi kesempatan semua sepeda meluncur dengan cepat.

makan siang Ketika jam menunjukkan pukul 13:00 wib  kami sudah sampai di Lembang. Waktu yang tepat untuk makan siang! Terus terang, masakan sundanya sangat nikmat!! Maaf, lupa nama tempat makannya, pokoknya di Lembang.  Setelah makan siang , istirahat dan melakukan obrolan yang membahas betapa nikmatnya jalur tadi,  kami kembali melanjutkan perjalanan ke arah Bandung dengan menghindari jalur aspal ( jalan utama).  Rencananya kita akan melewati Boscha dengan sedikit menanjak. Begitu janji si Road Captain (a.k.a Agus Sur), tapi apa daya rombongan yang besar membuat kami salah jalan dan akhirnya tidak melewati Boscha. Rombangan akhirnya melewati jalur aspal rusak sampai ke Kota Bandung, dan tentunya tanpa menemui tanjakan.

Sesampainya di Kota Bandung , rombongan melanjutkan perjalanan ke Jalan Progo  untuk bertemu rombongan onroad yang sudah menunggu dan kemudian gowes bersama ke penginapan.

Penginapan dan Door Prize..

penginapan ngaso Acara gowes hari pertama berakhir di penginapan, seluruh peserta baik offroad dan onroad berkumpul di penginapan sekitar pukul 17:00. Semua orang nampak ceria,   disamping offoad yang menyegarkan ternyata penginapannya pun nyaman dan menyenangkan.

Salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu tentunya makan malan dan doorprize! Saya sebenarnya lebih menantikan menu makan malamnya. Bila menyangkut undian berhadiah, saya bukanlah orang yang memiliki keberuntungan. Tidak pernah menang doorprize utama seumur hidup…:-D

tapi, entah mengapa ada sesuatu yang berbeda pada acara malam itu. 😀

Kang Ush dan Cak Kris yang berperan sebagai MC malam itu berhasil membuat suasana menjadi guyub, semua orang tertawa ceria malam itu. Acara doorprize pun jadi tambah seru. Satu persatu peserta Jambore yang beruntung mendapatkan hadiah tersenyum gembira, tetapi pastinya kegembiraan yang ditunggu-tunggu ada pada penantian doorprize utama, Frame Polygon dan Sepeda Lipat United. Yippie….!!

Ketika undian sepeda lipat dilakukan, Kang Ush berucap...”wah kepala tiga nih….tiga.tujuh!”

doorprize sepeda lipatDuerr……. saya sempat kaget bengong tidak percaya mendengarnya. sepertinya “tiga tujuh” itu nomor undian yang saya pegang. Beberapa kali saya memperhatikan nomer di tangan saya dengan perasaan tidak percaya.Maju mendekat untuk menerima hadiahpun saya masih tidak percaya.

Bagi saya peristiwa malam itu cukup unik dan spesial, selain saya tidak pernah mendapatkan doorprize utama juga karena saya tidak begitu menyukai sepeda lipat! Pernah punya pengalaman, ketika menggunakan sepeda lipat di suatu acara fun bike saya beberapa kali hampir jatuh. Mulai saat itu saya yakin seratus persen nggak mau lagi menunggangi sepeda lipat. Pokoknya nggak deh..nggak gape naik sepeda lipat.

Ketika saya maju mendekat para MC, menerima dan menggendong sepeda lipat itu saya langsung kepikiran istri saya yang belum punya sepeda. Bapak dan anak udah punya sepeda, berikutnya menyusul sepeda untuk istri. Lengkap deh…

Terimakasih KGC….

Warung Bandrek (WarBan) (Day 2)

Warung Bandrek Pada hari kedua,  rombongan kembali dipecah dua. Satu rombongan mencoba rute Warung Bandrek (WarBan) yang menanjak , satunya lagi rute dalam Kota Bandung. Malam sebelumnya saya dan Alfa sudah berencana dan mengabarkan teman-teman untuk ikut rombongan dalam kota saja. Mengingat saya sudah tidak pernah gowes tanjakan selama berminggu-minggu, “keder” juga bila harus mengambil rute menanjak. Terlebih jalur itu belum pernah saya lalui sebelumnya, nanjak di jalur yang tidak kita ketahui ujungnya adalah “neraka” (baca:hambalang).

Ketika start pagi hari, rombongan yang menuju WarBan berangkat terlebih dahulu. Ketika rombongan tersebut mulai meluncur, tiba-tiba Alfa bertanya ” Dit. gimana, masih mau ikut warban nggak ?. Mendengar kalimat itu saya pun kembali tergoda.

“Lihat dulu Fa, siapa aja yang ikut, kalo semuanya team”odong-odong”, keder juga nih, udah lama nggak sepedaan.  Kalo kita nggak kuat terus naik angkot kan malu juga.” ujarku penuh ragu dan cemas.

Odong-odong identik untuk sebutan bagi para goweser kgc yang “sangat cinta” akan jalan nanjak.

Setelah berapa detik mengamati rombangan yang akan gowes ke WarBan…. “Tuh kan nggak semuanya odong-odong, yukkk….”, ujar Alfa. Tanpa ragu lagi,  kami berdua langsung menjadi  goweser terakhir yang mengikuti rombongan ke arah Warban.

Setelah beberapa menit menggowes sepeda, sudah terbayang jalur yang akan kami lalui.  Menanjak..dan menanjak…dan menanjak…dan menanjak. Tidak beberapa lama bayangan itupun menjadi kenyataan, selama perjalanan ke WarBan saya selalu di posisi buncit. Bukan karena saya bertugas sebagai sweeper, lebih karena nggak kuat untuk mengimbangi pace teman-teman lain. Btw, seharusnya yang menjadi sweeper itu Kang Ush, tapi berkat latihan rutin di “pelatnas KGC”, tenaganya sudah naik berlipat, maunya gowes didepan melulu..hahaha..

Berada di barisan paling belakang memiliki konsekuensi dan cerita tersendiri, sudah pasti jadi mekanik plus motivator! Mengganti ban yang bocor, memperbaiki rantai yang putus dengan chain link dan menyemangati teman yang hampir menyerah menjadi warna tersendiri selama perjalanan nanjak ke WarBan.

“Ayo Gazur..tanjakannya bentar lagi, kalo nggak kuat didorong aja….” ujarku penuh semangat, padahal nggak tau juga selesainya kapan dan dimana..wuehehe…

Sekitar jam 10 pagi kami semua telah tiba di Warung Bandrek yang terkenal itu. Minum Bandrek hangat di cuaca dingin dengan kondisi badan lelah bercucuran keringat terasa nikmat sekali. Untuk beberapa saat , seperti biasanya kami ngobrol dan tertawa bersama. Bagi saya, perjalanan ke WarBan cukup bikin sengsara. Otot kaki yang lama sudah tidak gowes terasa ketarik semua. Sakit..ya ini persis sakit ketika pertama kali naik sepeda ke Hambalang, bedanya nggak sampe mau muntah aja.

Gedung Merdeka

Gedung Merdeka Kami tidak bisa berlama-lama di WarBan, teman-teman yang gowes di dalam kota sudah menunggu di Gedung Merdeka untuk foto bersama. Sudut pengambilan yang sempit membuat para fotografer harus menantang maut berdiri di tengah jalan diantara  derasnya arus lalulintas mobil agar mendapatkan gambar yang maksimal. “Satu..dua..tiiiiiiga….klik..klik..klik..” teriak para penantang maut beserta kameranya.

Packing Pulang.

loading Setelah berfoto bersama, kami pun meluncur menuju kantor Kompas Gramedia Bandung di Jalan Riau. Selagi mayoritas teman-teman mandi membersihkan diri dan makan siang, beberapa teman mencoba packing/loading sepeda kedalam truk engkel.

“Wah ini mesti Fami nih, bakalan nggak muat” ujarku ke mas AH. “Tenang Dit ilmunya sudah diturunkan” ujar mas AH. Tetap saja saya tidak yakin.

Benar saja, setelah beberapa saat, truk sudah penuh dengan sepeda sedangkan masih banyak sepeda yang belum terangkut. Beberapa teman yang duduk menyaksikan loading tersebut hanya tersenyum dan tertawa kecil.

“Wah ini mesti Fami nih yang ngerjain” ujar salah satu teman. Sebagai informasi, Fami adalah teman goweser di KGC yang mampu memampatkan tiga frame sepeda gunung ke bagasi toyota corolla twincam, suatu rekor yang sulit dikalahkan untuk urusan packing sepeda. Benar saja, setelah Famu menuntaskan makan siangnya ia langsung bergegas merepacking (kalo tidak mau bilang bongkar ulang) susunan sepeda didalam truk.

Hasilnya semua sepeda bisa masuk dengan mudah dan masih menyisakan ruang kosong..wuakakakakakak..

Menyuci Sepeda Selesai….., teman-teman goweser KGC pulang ke Jakarta dengan perasaan gembira, apalagi saya. Sesampainya di rumah seperti biasanya, nyuci sepeda. Kali ini ada yang berbeda karena CB juga udah bisa  bantuin nyuci.  Selain itu jumlah sepedanya sama dengan penghuni rumah. Si sepeda lipat tentunya untuk sang istri. Terimakasih KGC, benar-benar menyenangkan.

Note: Foto diambil dari jepretan kamera saku teman di facebook.

Silahkan mengunduh Jalurnya disini [Download not found] untuk perangkat GPS anda

Tips Bersepeda (1)

membungkuk Dari acara Bike Clinic beberapa waktu lalu di Bentara Budaya Jakarta, beberapa point/hint mengenai Safety Riding dan tips bersepeda agar nyaman dan selamat. Sangat benguna bagi para newbie yang akan melakukan aktivitas Bike to Work, Bike to School atau Offroad perdana.  Semoga bermanfaat… oh iya.. materi dibawakan oleh Pak Jati dan kawan-kawan.

Gambar di atas adalah contoh posisi bersepeda yang kurang tepat.. badan terlalu membungkuk dan sudut kaki terlalu lurus…

1. Safety Riding

Dimulai sebelum menggenjot sepeda. Artinya  persiapan sudah dilakukan sebelumnya. Pastikan kondisi sepeda baik dan terawat, gunakan alat keselamatan seperti helm dan lampu penerangan bila bersepeda malam hari. Kondisi sepeda yang baik didapat dari perawatan rutin yang kita lakukan sendiri atau dengan bantuan mekanik sepeda. Bersihkan sepeda dari lumpur/tanah maupun air hujan dan beri pelumas pada bagian yang bergerak. Jangan menyemprot dengan tekan air tinggi pada bagian-bagian bergerak seperti Bottom Bracket maupun Hub.

2.Cleat

Gunakan cleat pedal untuk mendapatkan kayuhan yang efisien. Kayuhan yang efisien artinya mengayuh tidak dengan patah-patah, harus dapat membuat pola melingkar yang smooth. kayuh kotak-kotak terjadi bila tidak mengunakan cleat. Untuk penggunaan cleat juga dibutuhkan sepatu khusus. Percaya atau tidak, dengan cleat efisiensi bisa mencapai 50 persen! Pengalaman teman saya yang beru mencoba menggunakan cleat, ternyata mudah dan tidak begitu menakurkan, yah…paling jatuh bentar.. 🙂

3.Posisi Tubuh

Posisi tubuh yang baik adalah tidak terlalu membungkuk. Posisi membungkuk terjadi bila ukuran Frame sepeda terlalu besar atau jarak stem/stang terlalu jauh. Posisi membungkuk akan mengakibatkan tangan cepat kram dan lelah.

4. Posisi Kaki

rame oi.. Posisi kaki ketika mengayuh sepeda  harus dalam posisi/bentuk ideal, caranya dengan mengatur ketinggian seat postl. Posisi ideal yang dimaksud adalah , ketika kaki pada pedal diayunkan, ketika mencapai posisi pedal paling bawah , kaki agak menekuk sedikit membentuk sudut sedikit saja. Bila Kaki menekuk terlalu banyak maka seatpost telalu rendah dan dapat mengakibatkan keram pada paha depan, bila sudut kaki lurus atau hapir lurus, berarti seatpost terlalu tinggi dan dapat mengakibatkan keram pada betis belakang bawah… atau kebalik ya??? hehe ya gitu deh…

Segitu dulu aja, sori cuma sedikit.., soalnya udah pulang duluan sebelum acara kelar.

to be continue…

Menemukan Komunitas Bersepeda

komutas kgc

Bersepeda sendirian, tentu kalah asik dan kalah seru dibanding bersepeda bersama komunitas atau klub. Setelah memiliki sepeda (sepeda gunung) sebaiknya langsung berkenalan dengan para goweser lainnya. Interaksi dengan para pengayuh sepeda memiliki banyak manfaat positif. Selain menambah kenalan baru, juga pastinya menambah pengetahuan mengenai teknis sepeda bila ada kerusakan atau ingin upgrade. Terpenting, dengan bergabung di komunitas, jadwal offroad makin bertambah… 🙂

Bagaimana Menemukan Komunitas Bersepeda… ?

1.kantor

komutas kgc dan sasyc

Setelah keluarga, teman kantor bisa jadi menempati urutan ke 2 tempat dimana anda menghabiskan sisa hidup anda. Berdasar pengalaman sampai saat ini, teman kantor adalah teman gowes terbaik. Beruntung saya bekerja di perusahaan media yang memiliki ragam unit usaha dan produk. Teman gowes tersebar dari kantor di gajahmada, palmerah dan jalan panjang. Dari manajer, awak redaksi sampai Office Boy.

2.Tetangga / Komplek Perumahan

Bila anda bekerja di lingkungan kantor yang kecil atau anda seorang wiraswastawan/i, bisa jadi cukup sulit untuk menemukan teman bersepeda. Untuk mengatasainya, mulailah mencari teman gowes di komplek perumahan anda, perhatikan saja tiap pagi siapa saja yang bike2work atau pada hari sabtu atau minggu pergi offroad. Bergabunglah dengan milis kompleks perumahan anda, atau ikut rapat/acara RT, biasanya ketemu satu atau dua orang yang hobi sepeda. Menariknya setelah saya kumpul di acara RT, hobi paling banyak masih di pegang oleh olahraga bulutangkis!

3.Milis

Salah satu cara yang paling mudah untuk mencari teman bersepeda adalah milis. paling tidakada dua milis dengan topik sepeda yang sangat aktif. milis b2w dan milis mtb-indonesia. Milis-milis sepeda lainnya biasanya merupakan milis klub/komunitas yang mengacu ke area tertentu (depok,bekasi,sawangan, dll).

4.Website

Salah satu website komunitas sepeda yang menurut saya bisa menjadi acuan adalah www.sepedaku.com. Website komunitas ini sangat lengkap, apapun yang anda pikirkan mengenai sepeda gunung, baik mengenai sepedanya ataupun aktifitasnya ada di sub menu forum ini.

5.Blog

Beberapa cerita pengalaman bersepeda gunung bersebaran di blog. Baik itu layanan blog gratis seperti multiply, wordpress atau layanan blog berbayar. Cari saja dengan paman google dengan keyword “sepeda gunung” atau “sepeda rindu alam”. Berkunjunglah ke salah satu blog, bertanyalah mengenai apapun di bagian komentar, biasanya si pemilik blog akan merespon anda.

Selamat Bersepeda..

Fox 32 F-Series R terpasang, Selesai Sudah…

Fork - fox 32 R Akhirnya…, Setelah menunggu 1 tahun, suspensi depan (Fork) yang saya idamkan terbeli sudah, Yes!!! Its Fox 32 F series R (air) . Pemasangan komponen ini di Frame Merida TFS 900 XC menutup program upgrade sepeda selama 2 tahun :-0 , well …. setidaknya untuk beberapa tahun kedepan. Bagi saya, suspensi depan sepeda gunung merupakan item yang paling menguras kantong (mahal), bahkan bila dibanding frame original Merida sekalipun.

Awalnya, incaran saya adalah Fork RockShox Recon 2008, RockShox Revelation 2008 atau Manitou R7.

Recon 2008 sulit dicari, Revelation 2008 sudah berganti dengan versi 2009 yang sangat mahal.. (5,7 juta dude), mahal gile bo. Manitou juga mahal banget, 5,8 juta.. akhirnya pilihan berganti ke si rubah biru (Fork Fox 32 F series R air) yang dicomot dari Sepeda GIANT Trance. Terimakasih untuk Oki Bike di Cibinong…

Harganya yang sebanding dengan sebuah SmartPhone memaksa saya untuk berhemat ekstra keras dan mencangkul sawah lebih hebat  :-). Penantian satu tahun J…

my merida Hampir 2 tahun , akhirnya sepeda gunung idaman saya selesai dibangun. Terimakasih untuk Istriku yang ‘merelakan’ pembelanjaan nominal uang yang tidak kecil  dan teman-teman di KGC(terutama dodi, abi dan fami) yang selalu memberi saran dan petunjuk pembelian komponen.. Here’s the spec..

  • Frame  : Merida Matts TFS 900 (2008)
  • Fork : Fox 32 F series R Air  (disassemble from GIANT Trance)
  • Crank  : Shimano Deore XT (2008)
  • Front Derailleur : Shimano Deore
  • Rear Derailleur  : Shimano Deore XT (2008)
  • Cassette : Shimano Deoare XT (2008)
  • Shifter : Shimano Deore XT (2008)
  • Chain : Shimano HG 93
  • Headset : FSA integrated sealed bearings
  • Stem : Uno
  • Handlebar : Borla
  • Brake: Hayes Nine  (hydro)
  • Rotor : Hayes 8 inch
  • Hub : Novatec (2 bearings)
  • Free Hub : Novatec (2 bearings)
  • Rim: Alexrims SX 44
  • Spoke : Aluminum
  • Tires : Maxxis AdVantage
  • Pedal : Shimano Cleat
  • Chain Guard : Velo
  • Seat post : Kalloy
  • Saddle : Velo

Cijambe, Offroad terakhir.

mighty nining

Menurut kamu apa hal yang paling menyedihkan bagi sebuah Band Musik ? pastinya kehilangan personel. Entah karena sang personel berhenti, pindah ke band lain atau menjalani karir solo.

Mirip dengan aktifitas sepeda gunung di band (baca:komunitas) KOMPAS Gramedia Cyclist (KGC). Salah seorang perempuan goweser yang sangat aktif offroad di akhir minggu juga akan meninggalkan KGC. Tidak tanggung-tanggung ia akan pindah ke Jepang menemani sang suami. Padahal ia baru saja merakit sepeda baru..;-)

Nining, adalah salah satu perempuan di KGC yang doyan banget offroad dan selalu memposting kisah offroadnya di mutiply. Offroad bareng Nining bisa sangat menyenangkan, segala urusan administrasi yang berbau duit dengan senang hati ia urus…hehehe….

Walaupun memiliki tubuh mungil, powernya tidak kalah dengan kaum lelaki. Dari pengamatan, tenaga si nining selalu bertambah pada tiap sesi offroad. xixixixi…..

Ofrroad hari sabtu (11 oktober 2008) kemarin di cijambe merupakan offroad terakhir bersama Nining sebelum ia berangkat ke Jepang. Walaupun trek offroadnya menyebalkan karena terlalu panjang, telat makan dan banyak ttbnya (btw trims buat teman2 di sacyc), paling tidak banyak teman-teman dari KGC yang turut serta (Agung H,Agus,Cak Kris,Lannue,Fami,Abi,Dodi,Whisnu,Alfa,Mas Pur dan Kang Ush yang baru bergabung).

Sori ya Ning, gue langsung pulang, soalnya tanggal 11 oktober itu kebetulan hari ulang tahun istri. (padahal tepar kena migren telat makan ..hehe)

Selamat menempuh hidup baru mbak Nining….Semoga sukses selalu

Related Link:

  1. Last Offroad, Cijambe 11 Oktober 2008
  2. Cijambe, Offroad Terakhir Nining, 11 Oktober 2008
  3. Cijambe babak belur

Pondok Pemburu – Gunung Pancar, Nyasar!

Seperti biasanya, pada hari sabtu 17 Mei 2008 saya dan teman-teman (fami doang) KGC bersepeda di jalur offroad.Kali ini sasarannya adalah jalur Pondok Pemburu sampai Gunung Pancar. Kami benar-benar “buta”dengan jalur ini, bisa dibilang agak nekat juga, karena kami berdua belum pernah sama sekali mencicipi jalur ini.

Continue reading Pondok Pemburu – Gunung Pancar, Nyasar!

MTB Heroes

Sama seperti cabang olahraga lainnya, Mountain Bike (MTB) juga memiliki icon atau “pahlawan” tersendiri.

Tennis punya Maria Sharapova dan Roger Federer.

Balap motor punya Valentino Rossi.

dll…

Jadi, siapa saja para icon atau pahlawan di dunia sepeda gunung ? Dimana mulai mencari ?

Tiap tahun Union Cycliste Internationale (UCI) mengadakan perlombaan sepeda gunung bersklala besar , UCI Mountain Bike & Trials World Championships.

Para juaranya pastilah atlet yang hebat, siapa idolamu ? mulai temukan idolamu…

saya pilih Gunn Rita Dahle saja deh, soalnya dia menggunakan frame sepeda Merida, sama dengan yang saya gunakan. Beda tipe tentunya

  1. Gunn Rita Dahle at Wiki
  2. Gunnrita

Btw, tulisan/posting dibuat karena awalnya saya bingung . Kalo lagi ke toko sepeda gunung ,seringkali tulisan John Tomac terpatri pada ban sepeda keluaran KENDA.

Merakit / Upgrade Sepeda Gunung, 2nd Step…

matt tfs 900Setelah merakit sepeda gunung , akhirnya hampir tiap minggu saya selalu bersepeda offroad bersama komunitas di kantor atau sendiri (solo). Berdasat survey (buset kayak ac nielsen …) di komunitas dan pengalaman pribadi, bila sudah kecanduan bersepeda gunung dan memiliki kesempatan untuk mempelajari komponen sepeda gunung dengan seksama, maka akan timbul suatu keinginan untuk memperbaiki komponen sepeda kita sendiri. Istilah kerennyaUpgrade.

Mirip-mirip komputer jangkrik lah. kalo udah kecanduan main game yang berat-berat pastinya kepengen upgrade processor lah, memory, kartu grafis dan lain-lain. Sepeda juga sama aja pengen upgrade crank lah, rd, fd, frame

Hampir semua teman-teman besepeda di KGC memiliki sepeda gunung yang pasti sudah tidak perawan lagi (salah satu komponennya sudah di ganti dengan yang lebih baik) dengan berbagai alasan tentunya.

Akhirnya RACUN sepeda itu (begitu biasa disebut) mengena juga pada tungganganku :-).

Upgrade berbagai kompenen yang saya lakukan disesuaikan dengan kebiasaan saya bersepeda offroad di medan tanjakan, XC (Cross Country) dan Light AM (All Mountain).

untuk DownHill (DH)…… nggak ikutan deh…..

Yang sudah di Upgrade…

Continue reading Merakit / Upgrade Sepeda Gunung, 2nd Step…

Bodogol , tragedi warung indomie

Hari Sabtu, 12 januari 2007 akhirnya saya dan teman-teman dari KGC  kesampean juga bisa mencicipi jalur sepeda di Bodogol yang terletak tidak jauh dari Lido , Sukabumi, Jawa Barat. Peserta kali ini tidak terlalu banyak , 6 orang saja (2 orang udah pernah). Sebulan yang lalu niat untuk menjajal jalur ini batal gara-gara hujan yang terus menerus mengguyur. Berdasar informasi, jalur ini sulit dilalui bila musim hujan tiba.

Ketika cuaca mulai cerah , kami langsung merencanakan offroad sabtu kemarin di Bodogol.

Ternyata, jalur ini lumayan menyenangkan , tanjakannya landai, downhillnya seru dan pemandangannya juga indah. Sayang, insiden kecil di warung indomie sedikit memberi kesan yang kurang menyenangkan.

lebih lengkapnya…..

Continue reading Bodogol , tragedi warung indomie