Bermain Flying Fox dengan Aman

Flying FoxBeberapa bulan lalu, diberitakan adanya korban jiwa karena kecelakan pada saat melakukan aktifitas Flying Fox disebuah tempat hiburan di daerah Puncak, Jawa Barat. Pemberitaan ini sempat membuat saya ketar-ketir, karena ‘si kecil’ sedang kecanduan bermain Flying Fox. Walaupun saya pernah mengikuti kegiatan outdoor yang menggunakan peralatan memanjat (climbing), tetap saja saya harus mencari informasi lebih untuk memastikan keselamatan anak saya.

Untuk menyakinkan aktivitas Flying Fox yang diselanggarakan tersebut benar-benar aman (red:berdasar pengalaman pribadi), sebaik pastikan beberapa hal berkut ini:

1. Menggunakan peralatan outdoor dengan merek : Petzl

Yup! saya harus menyebutkan merek! puluhan tahun lalu (duh, ketahuan deh umurnya) saya sudah mengenal merek ini (Petzl), terutama untuk Descender, Ascender, Helmet dan lain-lain. Sampai saat ini saya hanya percaya sama merek Petzl!

Pernah menonton Film Cliffhanger ? yang dibintangi Sylvester Stallone ? Pada file tersebut ada adegan dimana Descender (cmiiw) merek Petzl patah! Nah..saat itu adegan tersebut menjadi pembicaraan hangat dan yang sangat marah pihak Petzl tentunya! karena kejadian tersebut hampir tidak mungkin terjadi (red:claim Petzl) pada peralatan sekaliber Petzl.

Peralatan merek Petz tersebut , yang diadegankan patah pada film tersebut, bisa menahan beban sampai beberapa ton! yup! Hampir semua (saya nggak bisa bilang semua) peralatan Petzl mencantumkan beban yang dapat ditangunggnya, rata2 dalam hitungan ton.

Jadi sekali lagi pastikan Petzl. Peralatan ini dibuat untuk kegiatan outdoor Profesional.

2.Menggunakan Harnest Full Body, (Harnest seluruh badan)

Ada dua tipe harnest yang umum digunakan; pertama (1) harnest yang hanya digunakan di pinggang (pinggang dan paha) dan kedua (2) yang digunakan di seluruh badan (Full Body).

Bagi sebagiam besar pemanjat tebing, harnest full body tidaklah nyaman karena mengganggu gerakan dan mungkin berbahaya bila ada hentakan jatuh yang dapat mematahkan tulang punggung karena harnest menahan beban seluruh tubuh (melewati/menggunakan) punggung juga.

Bagi anak-anak atau orang dewasa yang bermain Flying Fox, menurut pendapat pribadi justru harus menggunakan harnest Full Body, ini karena anak kecil sering melakukan gerakan yang tidak terduga dan tidak disadari sepenuhnya. Penggunaan harnest pinggang cukup ‘mengerikan’ karena peluang untuk lolos/lepas dari kuncian menjadi lebih besar di banding harnest Full Body.

Bila ada hentakan dikarenakan momentum jatuh, harnest Full Body tidak berbahaya karena jarak yang tidak terlalu tinggi dan beban anak yang cukup ringan.

 3.Menggunakan tali luncur ganda (double)

Inti dari segala permainan outdoor adalah Safety! keamanan! Jadi pastikan tali yang digunakan untuk meluncur jumlahnya ada dua(2) dan tersusun bertingkat dengan menggunakan dua buah roller juga. Walalupun jarang terjadi, ini dimaksudkan agar bila tali yang digunakan putus! masih ada satu tali lagi yang tersisa.

Catatan : Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis, berdasar pengalaman pribadi. Penulis tidak menanggung segala resiko atau dampak dari penerapan, penggunaan saran ini oleh pembaca (anda). Resiko ada di tangan anda!

Oh iya, saya juga bukan agen atau dibayar Petzl

Tips Menggunakan Kartu Kredit Dengan Aman

Credit cardsSaat ini , memiliki kartu kredit merupakan sesuatu yang umum dan wajar, malah cenderung mendesak. Bukan untuk gaya-gayaan atau keren-kerenan, mungkin itu dulu, ketika dunia belum dalam taraf hiperkonektivitas seperti saat ini. Sekarang kartu kredit sangat diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas pembayaran di Internet, membayar biaya perjalanan seperti hotel , tiket pesawat , makan dengan fasilitas diskon 50% di restoran dan lain sebagainya.

Bagi beberapa orang yang baru akan membuat aplikasi atau  mengunakan kartu kredit , kadang sering diliputi perasaan ragu dan khawatir.  Kekhawatiran, ragu  dan rasa takut, biasanya mulai dari gagal bayar karena ‘lepas kendali’, penyalahgunaan oleh pihak lain  ataupun kelalain penggunaan oleh sang pemilik.

Untuk sedikit membantu anda, berikut beberapa tips untuk menggunakan kartu kredit dengan aman.

1.Gunakan layanan pelanggan (Customer Service) di bank yang ada percayai.

Customer ServiceKeamanan penggunaan kartu kredit diawali dari cara anda mengajukan aplikasi. Ajukanlah aplikasi pembuatan langsung di bagian layanan pelanggan (Customer Service) Bank atau pihak yang mengeluarkan kartu kredit. Data sensitif mengenai diri anda yang diberikan secara sembarangan membuka peluang penyalahgunaan oleh pihak lain dikemudian hari. Jual beli data calon nasabah merupakan praktek ‘kotor‘ yang sering dilakukan di negeri ini, mungkin bukan oleh pihak korporasi, tetapi mungkin oleh perantara/outsourcing ‘nakal’ yang menjalankan fungsi pemasaran.

2.Pilihlah kartu kredit sesuai batas kemampuan finansial anda.

Credit Card TombstoneDalam mengajukan aplikasi kartu kredit, gunakanlah informasi yang benar mengenai penghasilan anda. Jenis kartu yang bisa anda dapatkan sangat tergantung dengan penghasilan kotor (take home pay) anda. Hal ini untuk mencegah kejadian gagal bayar tagihan, yang bisa berujung dengan kunjungan debt kolektor ke rumah atau kantor anda dan akan menyebabkan status finansial anda di database Bank Indonesia yang menjadi jelek.

Bila anda memiliki rekam jejak finansial yang buruk di Bank Indonesia (BI), bisa dipastikan anda akan kesulitan dalam mengajukan Kredit untuk keperluan lain, misal Kredit Pinjaman Rumah (KPR) atau Apartemen (KPA).

3.Berikanlan informasi yang benar mengenai pihak yang akan dikonfirmasi oleh pihak yang mengeluarkan kartu kredit.

InformationKetika mengajukan aplikasi kartu kredit, biasanya kita diminta untuk memberikan nomer telepon lain yang dapat dihubungi untuk konfirmasi. Telepon rumah , kantor dan keluarga yang bisa dengan mudah dihubungi.

Berikanlah informasi ini dengan benar, hal ini memiliki peranan penting dalam memuluskan aplikasi kartu kredit anda. Informasi nomor telepon yang anda berikan secara benar secara tidak langusng juga akan mencegah anda untuk tergoda menyalahgunakan kartu kredit anda dengan misalnya melakukan transaksi yang jauh diatas kemampuan anda.

Anda tidak ingin rumah, kantor atau keluarga anda didatangi debt collector bukan ?

4.Sembunyikan/tutup tiga (3) digit nomor (card security code (CSC)) yang ada di belakang kartu kredit anda.

Ketika anda akan menggunakan kartu kredit pertama kali untuk melakukan pembayaran di merchant , menyembunyikan (menutup) tiga (3) digit nomor card security code (CSC) yang ada di belakang kartu kredit adalah merupakan tindakan yang wajib anda lakukan. Lebih baik lagi bila tindakan ini anda lakukan ketika kartu kredit pertama kali sampai di tangan anda.

Sebaiknya tiga nomor ini hanya anda yang ketahui, jangan biarkan teman, kerabat, keluarga ataupun anak anda dapat dengan leluasa melihat tiga nomor ini. Anda bisa menggunakan tape/selotip untuk menutup tiga digit nomor tersebut.

Tiga (3) digit nomor yang anda di belakang kartu kredit adakah ‘nomor kunci‘ untuk menggunakan kartu kredit secara online di internet. Fraud kartu kredit di internet sangat sering terjadi dan tindakan awal mencegahnya adalah dengan menyembunyikan tiga digit nomor tersebut. Nomor seri kartu kredit tanpa dilengkapi tiga digit nomor yang ada di belakang kartu tidak akan bisa digunakan untuk melakukan transaksi di Internet (online).

Bila suatu waktu ada yang menelepon dan terdengar seperti (mengaku) sebagai operator dari lembaga yang mengeluarkan kartu kredit anda, juga jangan pernah anda sekalipun memberikan informasi tiga (3) digit nomor tersebut!

5.Jangan tinggalkan kartu kredit anda pada pelayan, lakukan pembayaran langsung di kasir.

WaitressKetika anda harus menggunakan kartu anda untuk melakukan pembayaran di sebuah restoran atau karaoke misalnya, jangan biarkan pelayan yang melakukan pembayaran ke kasir dengan kartu kredit anda. Pelayan yang ‘nakal‘ dapat dengan mudah mengintip dan mencatat nomor kartu kredit anda beserta kode CSC.

Berikutnya pelayan beserta konco-konconya (sindikat) dapat dengan mudah menggunakan nomor kartu anda untuk melakukan transaksi di Internet, tanpa perlu kehadiran kartu kredit anda tentunya!

6.Selalu ingat, simpan nomor telepon layanan pelanggan (customer service)  pihak (bank) yang mengeluarkan kartu kredit anda.

PickpocketsKecopetan atau kehilangan dompet tentunya hal yang paling tidak anda inginkan. Bila terjadi, sebenarnya bukan jumlah uang tunai yang harusnya menjadi kekhawatiran utama anda.

Bila ada kartu kredit di dalam dompet anda yang hilang, segera lapor (telepon) ke customer service pihak yang mengeluarkan kartu kredit anda.  Sehingga mengingat nomor telepon pihak Bank yang mengeluarkan kartu kredit anda menjadi suatu keharusan sebelum anda menggunakan kartu kredit.

Kartu kredit paling mudah disalahgunakan dibanding kartu debit, ini karena kartu kredit tidak memerlukan pengaman tambahan berupa Personal Information Number (PIN). Tinggal palsukan tanda tangan dan kartu kredit  anda langsung bisa disalahgunakan.

7.Buat dan gunakanlah akun pihak ketiga seperti PayPal sebagai perantara transaksi di Internet.

Bila anda akan menggunakan kartu kredit anda untuk melakukan transaksi online di Internet, sebaiknya gunakan layanan pihak ketiga seperti PayPal atau Google Checkout. Dengan layanan pihak ketiga ini, nomor kartu kredit hanya akan tersimpan di satu tempat saja, tidak akan terekam tersebar di server merchant tempat anda membeli jasa atau produk.

Alasan utama kenapa anda harus menggunakan jasa pihak ketiga yang terpercaya seperti PayPal adalah alasan keamanan , terkait dengan kemampuan server merchant itu sendiri melindungi nomor kartu kredit anda. Bayangkan saja, nomor kartu kredit dan kode CSC anda tersimpan tersebar di beberapa server commerce para merchant yang tingkat keamananya sulit (tidak bisa) diuji.

Mendaftar dan menggunakan PayPal pun sangat mudah, bikin akun di PayPal, daftarkan kartu kredit anda dan masukkan kode verivikasi yang tertera di lembar tagihan kartu kredit anda. Setelah itu akun PayPal anda siap digunakan.

8.Pastikan situs menggunakan koneksi yang aman (secure) , ditandai dengan kehadiran huruf ‘s’ pada alamat yang dituju pada browser anda ‘http(s)://…’

Bila pada alamat situs yang kita tuju diawali dengan ‘https://‘  dan bukan ‘http://‘ (perhatikan huruf  ‘s‘), maka bisa dipastikan situs tersebut menggunakan protokol komunikasi yang aman (secure) atau ternenkripsi (encrypted). Protokol ini akan melakukan enkripsi data  dari peramban web (browser) ke situs tujuan. Metode ini akan menyulitkan pembacaan hasil pencegatan paket data oleh pihak lain karena data yang terbaca bukan berupa plain text lagi.

Bila data pada situs yang menggunakan protokol terenkripsi masih bisa dicuri , biasanya karena ada celah kemanan pada server mereka. Sebaiknya anda juga mencari keterangan tambahan mengenai enkripsi data penting pada situs commerce tersebut, minimal data penting (baca: nomor kartu kredit ) sudah terenkripsi dengan standarAES-256. Bila pada klausal (Term Of Service) penggunaan situs tersebut menerangkan mengenai penggunaan enkripsi AES-256, maka anda bisa sedikit lega.

Baiknya tetap menggunakan pihak ketiga untuk melakukan layanan pembayaran. Bila situs commerce tersebut tidak terafiliasai dengan sistem pembayaran pihak ketiga seperti PayPal, tidak memiliki TOS enkripsi data dan anda harus bertranksi di situs tersebut, pastikan saja situs tersebut menggunakan protokol terenkripsi dan sebaiknya anda juga berdoa data anda terhindar dari intipan pagawai situs tersebut.

9.Kenali metode Phishing lewat Surel (Email)

bp_20103231%20_phisingJangan pernah memberikan data pribadi apapun lewat tautan (link) yang anda dapat dari surat elektronik (email) atau situs lain (referral). Data pribadi yang paling sering dicuri dengan metode (en)Phishing adalah nama akun (username) , kata sandi (password) dan juga data diri pada kartu kredit.

Bila mengunjungi sebuah situs, apalagi situs perbankan untuk aktivitas ebanking, selalu ketik nama situs langsung di bagian alamat (address) peramban web (browser) atau simpan tautan tersebut pada menu Bookmark peramban web (browser)  anda untuk digunakan dikemudian hari.


Referensi:

Sumber gambar : Flickr
http://en.wikipedia.org/wiki/Card_security_code
Thress Number that can Hald Credit Card Fraud

Midori, Makanan Jepang Aman DiKonsumsi

sushi - wiki.jpgBeberapa bulan terakhir ini, kami sekeluarga lagi ketagihan dengan makanan Jepang, terutama Sushi, Udon dan Sashimi. Bila budget bulanan masih sedikit berlebih, hampir tiap perjalanan ke Kota Bogor kami sempatkan untuk makan di salah satu Resto Jepang, seringnya ke Midori karena sering diskon. 😀

Namun, hobi baru tersebut sedikit ‘terganggu’, pada tanggal 11 Maret 2011 lalu terjadilah kejadian yang menggemparkan dunia itu. Berita mengenai kebocoran radiasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Jepang yang diakibatkan oleh Gempa 8,9 Skala Richter ‘mengalir’ dengan deras.

Langsung terlintas kekhawatiran saya dalam mengkonsumsi makanan Jepang. Pemberitaan  mengenai paparan radiasi radioaktif pada  sayuran dan susu yang diproduksi dalam radius tertentu dari PLTN semakin menambah kegelisahan.

Walaupun dampak paparan radiasi mengkonsumsi produk tersebut setiap hari selama setahun ‘hanya’ sama dengan paparan radiasi 1x CT scan, tetap saja menimbulkan pertanyaan di benak saya.

Apakah aman mengkonsumsi makanan Jepang yang rata-rata diimpor? Dari mana saja bahan baku makanan Jepang yang dijual di Indonesia ? Bagaimana cara pemeriksaannya ?

Walaupun sudah berita prosedur pemeriksaan berbagai bahan makanan dari Negara Matahari Terbit, saya tetap penasaran. Akhirnya saya sampaikan pikiran penasaran tersebut via kontak email Dayu Group, pemilik merek dagang Midori.

To : [email protected]
From : Me
Date : Wed, Mar 30, 2011 at 11:39 AM
Subject : tanya tentang safety makanan

Body:

Sebenarnya hampir tiap minggu saya makan di Midori Bogor, tapi semenjak gempa yang menghasilkan radiasi PLTN di jepang, saya jadi ragu.
Bagaimana Midori meyakinkan saya untuk tetap mengkonsumsi makanan jepang ini

Terimakasih
br,
didit

Jawaban

ReplyTo : [censored]
From : [email protected]
Date : Wed, Mar 30, 2011 at 11:39 AM
Subject : tanya tentang safety makanan
KepadaYth,
Bapak Didit
Di Tempat

Dengan hormat,

Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan Bapak menjadi pelanggan Midori Bogor.
Kami ingin menginformasikan kepada Bapak, kami telah mendapatkan Sertifikat Keamanan Makanan dari supplier bahan makanan (yang diimpor dari Jepang), bahwa semua bahan makanan yang kami pesan adalah aman dikonsumsi. Kebanyakan bahan makanan yang kami pesan dari Jepang adalah bahan kering (bumbu-bumbu) dan sudah kami pesan untuk stok 3 bulan. Pemesanan dilakukan sebulan sebelum terjadinya musibah di Jepang.

Untuk ikan segar, kami tidak beli dari Jepang, melainkan :
* Ikan Salmon dari Norwegia
* Ikan Tuna dari Bali
* Daging dari Australia
Sedangkan sayuran, kami beli dari petani organik lokal.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Semoga bisa meyakinkan Bapak, bahwa bahan makanan yang kami gunakan di restoran kami aman. Terima kasih.

Salam
Manajemen

Awalnya saya tidak begitu berharap dapat balasan secara personal dan sudah bersiap untuk berhenti makan Sushi. Setelah menerima email balasan yang berjarak  6 hari tersebut akhirnya saya tidak ragu lagi untuk mengkonsumsi Sushi.

Dalam hal ini saya memberi ’empat jempol’ bagi Dayu Group (Midori), tindakan anda untuk membalas surat elekronik (surel) saya tidak hanya menyelamatkan satu (1) pelanggan. Para pengunjung blog inipun pastinya memiliki informasi yang postif tentang produk anda.

Arigato!

Midori Cabang Bogor :
Jl. Raya Pajajaran No. 53 Babakan, Bogor 16151
Telp. (62-251) 838.1155, 838.4411

To             : [email protected]
Date        : Wed, Mar 30, 2011 at 11:39 AM
Subject  : tanya tentang safety makanan