Nggak nyangka bakal terlibat lagi dengan project menggunakan pendekatan ‘War Room’ intensif. Saya pikir project SAP BW tahun 2008 adalah salah satu yang paling berat dan melelahkan karena dilakukan dengan pendekatan ini.

Mulai bulan September 2016 ini , setiap hari komputer kami selalu terhubung dengan sebuah switch Cisco usang yang bising

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, binatang apakah itu ‘War Room’ ?

War Room adalah sebuah ruangan situasi terpusat yang dirancang untuk mengerjakan sebuah project yang membutuhkan interaksi yang intensif. Biasanya dilakukan dalam sebuah organisasi perusahaan yang sedang mengerjakan project khusus diluar operasional rutin.

Masing-masing individu yang terlibat di War Room harus rela meninggalkan tempak kerja mereka sehari-hari.

Peran kristis sebuah War Room adalah agar seluruh anggota project dapat mengkomunikasikan peran masing-masing sekalikus mengerjakan tugasnya saat itu juga. Kumpul dalam satu runagan ini penting sekali, karena beberapa keputusan kritis harus segera diambil sehingga berbagai pihak bisa melakukan akselerasi dan tidak ada satu pihakpun yang menjadi terhambat maupun penghambat.

” Saya butuh empat virtual machine untuk kebutuhan X dengan spesifikasi Y ” ,

” Oke, segera dikerjakan selesai dua jam lagi ”

Pengerjaan, testing, laporan, evaluasi dan hal-ha lainnya langsung dikerjakan dan ditampilkan saat itu juga. Seluruh anggota tim dapat langsung saling bertanya, membantu, memberi masukan sambil mengambil keputusan-keputusan kritis.

Lalu apakah visual atau digital meeting seperti whatsapp, skype, google hangout dan sejenisnya tidak membantu atau berguna sama sekali ?

Percaya deh alat-alat digital tersebut nggak akan bisa mengakselerasi sebuah project, banyak missed komunikasinya dan lambat eksekusinya.

Minta kambing, nunggu satu tahun… ,eh dikasihnya sapi… , balik lagi bikin peternakan kambing

Dengan tatap muka dan hadir langsung di sebuah ruangan, seluruh anggota team dapat langsung saling ‘mengisi’. Sangat berbeda dengan pertemuan maya yang tidak bisa menampilkan situasi project secara utuh.

Tidak ada yang terlalu spesial atau khusus juga di ruangan itu, lokasinya juga ‘ajaib’, tepat berada di sebelah lobi  utama tempat utama orang lalu-lalang masuk gedung.

Bagian atasnya terbuka sehingga suara dari lobi sangat leluasa menyelinap masuk.., beberapa ada yang menggunakan headset sebagai pelindung kebisingan. Jadinya lucu, kalo mau ngobrol harus panggil-panggil dulu agak keras. Ehehehehe…

Kalo hujan ada tetesan air jatuh di dekat stop kontak beraliran listrik… Aww. waww.. waw… Zzzzttt!

Selama ada persediaan minum, kopi dan beberapa makanan kecil sudah cukup mewah untuk ukuran ‘War Room’ dadakan ini. Kadang yang membuat gembira adalah kedatangan camilan Pisang Coklat Keju yang disajikan meleleh hasil sumbangan beberapa rekan yang butuh selingan kudapan.

warroom-cookie-1024

Paling penting hanya satu, ada satu router / switch yang punya koneksi khusus dengan badwith hahahihi…

Waktu pekerjaan tinggal dua bulan lagi, God Speed! untuk seluruh anggota project! Banyak-banyak minum tolak angin dan anti-depresan.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *