Pasar Indonesia

Pada tahun 2015, kita menyaksikan maraknya berbagai jenis investasi digital yang menyasar pasar Indonesia.

Terlihat dari munculnya startup eCommerce beserta dukungan dana dari perusahaan Venture, belanja iklan startup eCommerce yang meningkat pada media tradisional seperti papan reklame, televisi dan koran sampai pada membanjirnya ketersediaan aplikasi mobile yang diperuntukkan bagi pemilik smartphone.

Semua ditujukan untuk memudahkan belanja online produk retail dan juga belanja digital lainnya

Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan dari sisi penetrasi akses internet terutama melalui penggunaan perangkat bergerak seperti smartphone.

Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna akses  Internet di Indonesia pada tahun 2014 adalah sebesar 88.1 juta dari 252,4 (34,9%). Di banding dengan negara tetangga masih kecil, tetapi pola peningkatannya berbentuk exponensial (bukan linier)

Hal ini juga yang mungkin mendorong beberapa investor di dunia digital mulai melirik pasar Indonesia.

Red Ocean

Bila mengambil ‘kacamata’ strategi menggunakan buku ‘Blue Ocean Strategy’ yang ditulis oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne. Maraknya para pelaku bisnis di area yang sama akan mendorong persaingan yang sengit dan berdarah-darah.

red ocean

Bila perusahaan-perusahaan tersebut tidak bisa menemukan ‘value proposition’ yang kuat, Indonesia akan menjadi salah satu arena ‘Red Ocean’ digital yang sangat mengerikan.

Kanibalisme produk dan perang diskon akan menjadi senjata pemasaran yang akan mewarnai hari-hari konsumen di Indonesia. Strategi ‘low price’ dan cenderung gratis pastinya akan sering digunakan, hal ini mengacu pada fakta daya beli yang rendah yang tercermin dari GDP Indonesia yang tidak sebaik negara tetangga di kawasan Asia.

Pada dua kesempatan mengahadiri acara yang membahas industri digital, Id-Byte 2015 dan Mobile Marketing Association Forum Indonesia (MMAF 2015), kesimpulan dari paparan presentasi para narasumber luar negeri, Indonesia adalah market yang berkembang, memiliki user base yang besar dan para investor siap mengucurkan dana yang besar melalui berbagi percobaan model bisnis yang pastinya juga belum tentu berhasil dalam jangka panjang.

Dari paparan didatas, telihat jelas posisi Indonesia sebagai pasar bagi para pemodal asing.

Kebetulan, dalam beberapa tahun ini saya mengawaki departemen yang salah satu tugasnya melakukan new product development. Lalu bagaiman produsen (pemodal) dalam melihat dan menentukan pasar yang potensial ? Apakah ikut dalam pertarungan digital yang sudah sesak, atau ada pilihan lain yang lebih layak dicoba dan diperjuangkan?

The Hidden Gem Of Digital

Ketika berbicara mengenai market (pasar) digital, sering kali paradigma yang digunakan hanya sebatas pasar lokal saja, Indonesia. Banyak pihak yang tidak sadar bahwa digitalisasi artinya semua orang atau entitas bisnis di dunia ini yang terhubung dengan Internet merupakan pasar yang baru yang bisa dijangkau dengan mudah dan sangat cepat.

Aplikasi mobile ‘Kompas Recipes’ mencoba menjawab tantangan tersebut. Dengan hadir dalam bentuk digital di Google Play untuk perangkat Android dan AppStore untuk perangkat iOS, aplikasi ini diharapkan mampu memasarkan konten kepada pasar yang lebih luas di luar Indonesia.

Kompas Recipes adalah aplikasi yang dapat diunduh dan digunakan dengan bebas tetapi didalamnya memiliki fitur ‘In App Purchase’ atau disingkat IAP. Dengan konsep IAP, konten resep dapat dijual satuan maupun dalam bentuk bulk buku.

Ide awal pengembangan aplikasi Kompas Recipes bermula dari diskusi antara divisi Strategic Management Office dengan rekan – rekan di Penerbit Buku Kompas (PBK). Dimulai dari diskusi mengenai pemanfaatan existing konten yang bisa dijual dalam bentuk lain, kebetulan ada satu buku terbitan PBK yang memiliki prospek untuk dijual ke pasar yang lebih luas.

Buku ‘100 Maknyus’ dari Pak Bondan Winarno memiliki beberapa kriteria untuk pengembangan konten yang dapat dijadikan pemasukan baru.

  1. Kriteria pertama adalah kualitas kontennya tidak perlu diragukan lagi karena sudah dikurasi oleh pakar dibidang kuliner.
  2. Kedua, buku tersebut merupakan  best seller nasional untuk pasar Indonesia sehingga ada sedikit jaminan tentang penerimaan pasar, paling tidak pasar Indonesia.
  3. Ketiga, buku tersebut memiliki konten yang sangat lokal, sebut saja hiperlokal, sehingga menghasilkan value proposition yang unik unuk mencipataka peluang pemasaran yang lebih baik .
  4. Keempat adalah yang paling penting, buku tersebut memiliki versi Bahasa Inggris dari penterjemah tersumpah.

Untuk memasarkan konten secara global, syarat utama dan tidak bisa ditawar adalah penggunaaan Bahasa Inggris. Dengan Bahasa Inggris aplikasi Kompas Recipe memiliki pasar yang hampir tidak terbatas.

Pilihan Pengembangan Aplikasi

Selain keunggulan kriteria tersebut tidak serta merta proyek pengembangan aplikasi Kompas Recipes segera bisa dilakukan. Pada awalnya terdapat kebingungan dan keraguan mengenai jenis aplikasi yang ingin dikembangkan. Berdasarkan buku tersebut ada dua pilihan pengembangan.

Pilihan pengembangan konten buku menjadi aplikasi kuliner sepert Foursquare, Makan Yuk dan Zomato atau pengembangan konten buku menjadi aplikasi resep seperti aplikasi resep Jamie Oliver.

Disinilah peran Departemen Research untuk menentukan value sebenarnya dari buku tersebut.

Dari serangkaian kegiatan focus group discussion dan branstorming, akhirnya manajemen proyek dapat dengan sedikit lebih mudah menentukan jenis aplikasi yang ingin dibangun.

Buku ‘100 Maknyus’ karya Pak Bondan adalah buku resep, bukan buku kuliner yang selama ini diasumsikan oleh banyak pihak.

Google Play dan App Store

Pada Pertengahan bulan Juli 2016 (bersamaan dengan tulisan blog ini), aplikasi Kompas Recipes akan memulai debut marketinegnya dengan memanfaatkan kanal sosial media dengan mentarget para pencari resep tradisional Indonesia yang berada diluar wilayah Indonesia.

Bagi pengguna Android silahkan menunduh aplikasi ini di Googe Play dan bagi para pengguna iTunes silahkan mengunduh melalui App Store.

Semoga ‘Kompas Recipes’ bisa menjadi model lain pemasaran konten atau  hiper lokal Indonesia untuk pasar internasional.

Oh iya, bagi kalian yang membaca blog ini dan memiliki koleksi konten resep Indonesia yang menurut kalian layak jual,  bisa langsung menghubungi saya di Divisi Strategic Management Office Harian Kompas.

Selamat Memasak!

Sumber : Buletin Insight Harian Kompas edisi Desember 2015
*Beberapa paragraph mendapat penyesuaian untuk konsumsi umum.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *