Berapa Biaya Masuk Kolese Gonzaga, Kanisius, DeBritto, Sedes dan Theresia ?

Sampai saat ini, pendidikan Sekolah Katholik tetap menjadi salah satu pilihan beberapa orang tua yang saya kenal yang ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya.

Selain persepsi soal kualitas, ada hal lainnya yang cukup unik dibicarakan diantara para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di Sekolah Katholik.

Proses pendaftaran di sekolah Katholik, selalu membuka topik diskusi, perbincangan dan pencarian informasi tambahan mengenai aspek biaya.

Sering dianggap mahal, karena biaya anak mengenyam pendidikan di Sekolah Katholik, sang orangtua menanggung atau dikenakan biaya komponen pembiayaan struktur organisasi pendidikan yang kompleks, aktivasi aktifitas yang menunjang nilai-nilai dan prinsip yang harus ditanamkan, dan operasional sumber daya yang harus dikelola oleh sekolah tersebut.

person standing near brown concrete wall

Seringkali biayanya lebih besar atau sama dengan biaya kuliah.

Sekolah Katholik

Oleh sebab itu, mencari dan merencanakan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Katholik butuh persiapan dan perencanaan yang matang, dan juga kadang harus dilakukan jauh-jauh hari sama seperti saat kita akan menyiapkan dana pendidikan kuliah.

Biaya

Tahun 2023 ini, kebetulan kami memiliki pengalaman mengantarkan anak kami, Constantine Barinda Nugroho untuk mencari Sekolah Menengah Atas yang sesuai dengan nilai-nilai yang ingin diambil, tujuan hidup kedepan, pengalaman yang ingin dicapai dan juga pastinya biaya yang sesuai dengan kemampuan orang tuanya.

Memilih pendidikan Katholik untuk jenjang SMA lebih pada keinginan kami memperkenalkan dunia pendidikan Katholik ke anak kami, sama seperti kedua orang tuanya yang mengenyam pendidikan di Kolese Gonzaga Jakarta dan Regina Pacis Bogor.

Pada saat mengantarkan anak kami ke beberapa sekolah Katholik untuk mengikuti proses pendaftaran dan ujian masuk, kami bertemu dengan teman-teman seangkatan SMA dan SMP yang juga sedang mengantarkan anaknya ke jenjang SMA.

Jadinya seperti reuni kecil dan bisa kembali bertemu dengan anak Tarakanita dan Santa Ursula membuka cerita lama soal masa pacaran antar sekolah 🙂 ehemm …

Di saat-saat itulah akhirnya kami bertukar informasi mengenai biaya sekolah di berbagai tempat. Berdasarkan obrolan tersebut berikut adalah kisaran biaya masuk Sekolah Katholik di tahun 2023 dan 2024.

Perlu diberi catatan tersendiri bahwa biaya di Sekolah Katholik bervariasi, tidak semuanya seragam. Beberapa Sekolah Katholik bisa jadi menerapkan biaya berbeda untuk tiap orang tua tergantung dari berbagai hal.

Beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan biaya sekolah antar calon murid atau orang tua adalah, penghasilan keluarga, yang biasanya diperkuat dengan indikator lain seperti dimana tempat tinggalnya, ukuran rumah, mobil motor yang dimiliki dan juga indikator harta benda lainnya.

Bagi saya, hal ini menjadi sisi positif beberapa sekolah Katholik, yang kaya mensubsidi yang miskin atau kurang mampu, walaupun juga banyak sekolah Katholik yang menerapkan biaya yang sama rata ke semua calon didik.

Berikut Biaya masuk Sekolah Menengah Atas Katholik tahun 2023 dan 2024, berdasarkan perbincangan santai antara orang tua :

SMA Theresia, Jakarta, uang masuk rata 35 juta dan perbualan sekitar 2 jutaan perbulan. Orang tua hanya diberi waktu satu hari untuk melunasi pembayaran tahap pertama.

SMA Kanisius, Jakarta, uang masuk 150 sampai 200 juta, dan yang mendapat prioritas yang berasal dari SMP Kanisius, untuk tahun 2023 hanya menyisakan dua kelas untuk pendaftar luar.

SMA Gonzaga, Jakarta, uang masuk ada yang kena 55 juta dengan SPP 4.5 juta perbulan. Orang tua bekerja sebagai Manager di sebuah perusahaan besar nasional.

SMA Gonzaga, uang masuk ada yang kena 50 juta dengan SPP 4 juta perbulan. Orang tua bekerja sebagai pro hire di sebuah BUMN, dan Ibu dirumah.

SMA Gonzaga, Jakarta, seorang alumni curhat, bahwa ia dikenakan biaya masuk 65 juta, itu juga sudah termasuk diskon alumni.

SMA Sedes Sapientiae Bedono, Ambara, Semarang uang masuk 20 juta, uang sekolah 1,5 juta perbulan dan uang asrama 1.9 juta perbulan

SMA DeBritto. Yogyakarta, Info teman seorang manager, uang masuk 35 juta, hampir 2 juta perbulan untuk SPPnya.

SMA lainnya menyusul ya, masih proses mendaftar sekolah lainnya.

Biaya diatas adalah ketika tulisan ini dibuat dan diterbitkan pada atahun 2023. Untuk mendapatkan proyeksi biaya kedepan berdasarkan data tahu ini, bisa menggunakan presentase kenaikan Indeks komiditi yang jadi acuan , misalnya harga emas.

Selamat hunting ya, semoga mendapat tempat yang sesuai.

Bagi para orangtua dan juga anak, harap diingat dan direnungkan juga, perjalanan sang anak masih panjang, tidak atau belum mendapatkan sekolah SMA idaman atau favorit karena sesuatu atau berbagai hal bukanlah akhir dari segalanya.

green and white chairs near green wall

*Bila ingin berbagi informasi biaya masuk sekolah lainnya, silahkan isi bagian kolom komentar, pastinya akan sangat membantu yang lain.

Gonzaga 8, Tahun 2022 ini, Kita 25 Tahun!

Pada pertengahan bulan Juli 2022, sebuah posting di WhatsApp Group Gonzaga 8 menarik perhatian saya, biasanya posting hanya didominasi oleh notifikasi perayaan ulang tahun teman-teman di grup tersebut.

WhatsApp Group Gonzaga 8 adalah grup whatsapp yang ditujukan bagi alumni kolese gonzaga yang teridentifikasi sebagai angkatan 8, masuk tahun 1994 dan rata-rata lulus tiga tahun kemudian.

Hi guys, ingat nggak hari ini tepat 25 tahun lalu kita masuk SMA Gonzaga?” begitulah kira-kira postingnya, agak lupa juga karena sudah tertimbun jadi arsip.

Tidak banyak yang menanggapi posting itu, atau mungkin hanya dianggap sebagai posting angin lalu dari seorang siswa yang kurang begitu populer dan seingat saya ia cukup sering menjadi korban perundungan di sekolah.

Ya, bahkan di Gonzaga saat itu, praktek ‘bully’ atau perundungan kerap terjadi dan dianggap menjadi hal yang keren. Menelanjangi orang, menyobek pakaian, mentertawakan teman yang tidak lulus dan perlakuan merendahkan lainnya.

Pada saat kuliah, walaupun agak telat, saya akhirnya mengerti bahwa itu adalah tindakan yang tercela, shame on me!

25 tahun adalah rentang waktu dimana biasanya terjadi perayaan, tidak hanya sekolah, pernikahan, pekerjaan, sering juga disebut dengan perayaan perak.

Ingatan kembali ke tahun 1994, ketika saya diterima di Kolese Gonzaga, setelah menimbang-nimbang pilihan antara SMA Theresia, Marsudirini dan Don Bosco.

Sekolah Katholik semua ya ? Hemmm iya.., walaupun saya lahir dan dibesarkan di keluarga muslim, untuk sekolah orang tua saya mati-matian memasukkan saya ke sekolah Katholik.

Berdasarkan dari cerita Alm Bokap yang juga alumni SMA Van Lith, pada saat itu sekolah Katholik memliki standar pendidikan yang lebih baik dari sekolah lainnya.

Disamping itu orang tua kami mengharapkan kami, tiga anaknya untuk memiliki pergaulan yang luas, variatif, dan tidak eksklusif.

Selepas lulus dari SMP Tararakanita 4 di Rawamangun, seorang teman bernama Ludwig mengajak untuk mengambil formulir pendaftaran di sebuah sekolah di kawasan Jakarta Selatan bernama Kolese Gonzaga.

Awalnya saya nggak pernah mendengar sama sekali nama sekalah ini, karena mungkin domisili saya di Jakarta Timur.

Pada saat pengumuman, bersyukur juga keterima di tiga sekolah Katholik, SMA Theresia, Marsudirini dan pastinya Gonzaga.

Dari ketiga sekolah tersebut, paling berat sebenarnya ujian masuk Theresia, saya berada di ranking yang tidak begitu bagus atau kurang kompetitif, sedangkan Kolese Gonzaga cukup mudah dibanding Theresia waktu itu.

Ketika akhirnya saya memilih Gonzaga sebenarnya bukan pada alasan akademik atau peringkat DIKTI dan sejenisnya, tetapi lebih pada kesan pertama ketika memasuki area parkir sekolah tersebut.

Pada saat itu, setelah gerbang utama Kolese Gonzaga kita akan memasuki area parkir yang masih banyak diselimuti oleh pepohonan yang rindang.

Dibandingkan SMA Theresia, Marsudirini dan Don Bosco, tiga sekolah ini mirip sepeti ‘penjara’ yang menyeramkan bagi saya saat itu.

“Wah pohonnya banyak banget ya, dibelakang kelasnya juga banyak pohon bambu yang rindang” pikirku dalam hati.

Pada artikel blog kali ini saya tidak ingin terlalu banyak membahas soal aspek pendidikan atau pengalaman di sekolah tersebut, saya hanya ingin berbagi sedikit satu atau dua refleksi saja setelah dua puluh lima tahun.

Posting WhatsApp grup tersebut tiba-tiba membawa saya bernostalgia ke masa lalu mengenai konsep “Man for Others”

Konsep “Man for others” ini begitu melekat diingatan saya ketika masa SMA tersebut.

Yah walaupun juga konsep tersebut pastinya jauh dari ideal, karena apa sih yang diharapkan dari anak-anak yang hidup ,sekolah dan gaul di Jakarta Selatan ?

Hello …..

Kalo ada yang berharap ada tokoh seperti Romo Mangun atau Romo Sandyawan, nggak usahlah berharap dari Jakarta, untuk itu mungkin Kolese DeBritto di Jogja masih punya ‘peluang’.

Konsep “Man for others”, paling nggak, secara sadar maupun bawah sadar mungkin telah menjadi faktor pengaruh dalam berbagai tindakan, keputusan atau nilai-nilai yang saya pegang kuat sampai saat ini.

Ya, ntahlah, seperti ketika saya memimpin sebuah team di kantor, saya bukanlah tipe ideal bagi pemilik saham, board of management atau top level management, karena prilaku leadership saya lebih berat ke team member.

Hahahaha ….

Setelah pikiran melayang ke masa lalu, kemudian saya membuka situs Kolese Gonzaga, ingin tahu saja sekarang titik beratnya ada dimana.

Dan Wow… wow.. wow…. ternyata titik beratnya Manusia Unggul!

Yah ini mungkin memang pilihan yang harus diambil agar sekolah ini bisa kompetitif di era saat ini, dengan mencipatakan manusia ‘super’, wuehehehe ….

Menjadi Pribadi Yang Unggul (Human Excellence):
Men And Women Of Competence, Conscience, Compassion, And Commitment; Honest And Simple

Sekolah SMA Katholik tetap aja ‘sadis’ banget ….

Untuk yang satu ini, mungkin saya berbeda, saat ini dengan pengalaman hidup lulus SMA selama 25 tahun, buat saya yang dibutuhkan bukan manusia super, tetapi setiap individu manusia harus menemukan perannya dahulu sesuai talenta dan rencana hidup Sang Khalik untuknya.

Selamat 25 tahun Angkatan 8 Kolese Gonzaga, sehat dan bahagia selalu.