ONE OK ROCK, Ini Band Asia Keren Gila

ONE OK ROCK, Ini band keren gila, baru kali ini lihat performa panggung band rock dari Asia yang kalo disimak stamina, vokalnya seperti band rock US dan UK.

Dua lagi ini mudah dicerna dan bikin langsung ngefans sama Band asal Jepang ini.

I was King

The Beginning

Performa Panggung

Orkestra. I was King

2018 Take Off from Tenzing Hillary Airport, One of the Most Dangerous Airports in the World

Taking Off from Tenzing Hillary Airport, Tenzing-Hillary Airport (IATA: LUA, ICAO: VNLK), also known as Lukla Airport, is a small airport in the city of Lukla, in Khumbu, Solukhumbu District, Sagarmatha Zone, Eastern Nepal.

In January 2008, the airport was renamed in honor of Sir Edmund Hillary and Sherpa Tenzing Norgay, the first people to reach the summit of Mount Everest and also marked their efforts in building the airport. The surrounding land, the thin air, the changeability of the air, and the short, sloping runway make landing at this airport one of the most challenging landings in the world.

The History Channel program Most Extreme Airports ranked it the “most extreme” airport in the world

Gonzaga 8, Tahun 2022 ini, Kita 25 Tahun!

Pada pertengahan bulan Juli 2022, sebuah posting di WhatsApp Group Gonzaga 8 menarik perhatian saya, biasanya posting hanya didominasi oleh notifikasi perayaan ulang tahun teman-teman di grup tersebut.

WhatsApp Group Gonzaga 8 adalah grup whatsapp yang ditujukan bagi alumni kolese gonzaga yang teridentifikasi sebagai angkatan 8, masuk tahun 1994 dan rata-rata lulus tiga tahun kemudian.

Hi guys, ingat nggak hari ini tepat 25 tahun lalu kita masuk SMA Gonzaga?” begitulah kira-kira postingnya, agak lupa juga karena sudah tertimbun jadi arsip.

Tidak banyak yang menanggapi posting itu, atau mungkin hanya dianggap sebagai posting angin lalu dari seorang siswa yang kurang begitu populer dan seingat saya ia cukup sering menjadi korban perundungan di sekolah.

Ya, bahkan di Gonzaga saat itu, praktek ‘bully’ atau perundungan kerap terjadi dan dianggap menjadi hal yang keren. Menelanjangi orang, menyobek pakaian, mentertawakan teman yang tidak lulus dan perlakuan merendahkan lainnya.

Pada saat kuliah, walaupun agak telat, saya akhirnya mengerti bahwa itu adalah tindakan yang tercela, shame on me!

25 tahun adalah rentang waktu dimana biasanya terjadi perayaan, tidak hanya sekolah, pernikahan, pekerjaan, sering juga disebut dengan perayaan perak.

Ingatan kembali ke tahun 1994, ketika saya diterima di Kolese Gonzaga, setelah menimbang-nimbang pilihan antara SMA Theresia, Marsudirini dan Don Bosco.

Sekolah Katholik semua ya ? Hemmm iya.., walaupun saya lahir dan dibesarkan di keluarga muslim, untuk sekolah orang tua saya mati-matian memasukkan saya ke sekolah Katholik.

Berdasarkan dari cerita Alm Bokap yang juga alumni SMA Van Lith, pada saat itu sekolah Katholik memliki standar pendidikan yang lebih baik dari sekolah lainnya.

Disamping itu orang tua kami mengharapkan kami, tiga anaknya untuk memiliki pergaulan yang luas, variatif, dan tidak eksklusif.

Selepas lulus dari SMP Tararakanita 4 di Rawamangun, seorang teman bernama Ludwig mengajak untuk mengambil formulir pendaftaran di sebuah sekolah di kawasan Jakarta Selatan bernama Kolese Gonzaga.

Awalnya saya nggak pernah mendengar sama sekali nama sekalah ini, karena mungkin domisili saya di Jakarta Timur.

Pada saat pengumuman, bersyukur juga keterima di tiga sekolah Katholik, SMA Theresia, Marsudirini dan pastinya Gonzaga.

Dari ketiga sekolah tersebut, paling berat sebenarnya ujian masuk Theresia, saya berada di ranking yang tidak begitu bagus atau kurang kompetitif, sedangkan Kolese Gonzaga cukup mudah dibanding Theresia waktu itu.

Ketika akhirnya saya memilih Gonzaga sebenarnya bukan pada alasan akademik atau peringkat DIKTI dan sejenisnya, tetapi lebih pada kesan pertama ketika memasuki area parkir sekolah tersebut.

Pada saat itu, setelah gerbang utama Kolese Gonzaga kita akan memasuki area parkir yang masih banyak diselimuti oleh pepohonan yang rindang.

Dibandingkan SMA Theresia, Marsudirini dan Don Bosco, tiga sekolah ini mirip sepeti ‘penjara’ yang menyeramkan bagi saya saat itu.

“Wah pohonnya banyak banget ya, dibelakang kelasnya juga banyak pohon bambu yang rindang” pikirku dalam hati.

Pada artikel blog kali ini saya tidak ingin terlalu banyak membahas soal aspek pendidikan atau pengalaman di sekolah tersebut, saya hanya ingin berbagi sedikit satu atau dua refleksi saja setelah dua puluh lima tahun.

Posting WhatsApp grup tersebut tiba-tiba membawa saya bernostalgia ke masa lalu mengenai konsep “Man for Others”

Konsep “Man for others” ini begitu melekat diingatan saya ketika masa SMA tersebut.

Yah walaupun juga konsep tersebut pastinya jauh dari ideal, karena apa sih yang diharapkan dari anak-anak yang hidup ,sekolah dan gaul di Jakarta Selatan ?

Hello …..

Kalo ada yang berharap ada tokoh seperti Romo Mangun atau Romo Sandyawan, nggak usahlah berharap dari Jakarta, untuk itu mungkin Kolese DeBritto di Jogja masih punya ‘peluang’.

Konsep “Man for others”, paling nggak, secara sadar maupun bawah sadar mungkin telah menjadi faktor pengaruh dalam berbagai tindakan, keputusan atau nilai-nilai yang saya pegang kuat sampai saat ini.

Ya, ntahlah, seperti ketika saya memimpin sebuah team di kantor, saya bukanlah tipe ideal bagi pemilik saham, board of management atau top level management, karena prilaku leadership saya lebih berat ke team member.

Hahahaha ….

Setelah pikiran melayang ke masa lalu, kemudian saya membuka situs Kolese Gonzaga, ingin tahu saja sekarang titik beratnya ada dimana.

Dan Wow… wow.. wow…. ternyata titik beratnya Manusia Unggul!

Yah ini mungkin memang pilihan yang harus diambil agar sekolah ini bisa kompetitif di era saat ini, dengan mencipatakan manusia ‘super’, wuehehehe ….

Menjadi Pribadi Yang Unggul (Human Excellence):
Men And Women Of Competence, Conscience, Compassion, And Commitment; Honest And Simple

Sekolah SMA Katholik tetap aja ‘sadis’ banget ….

Untuk yang satu ini, mungkin saya berbeda, saat ini dengan pengalaman hidup lulus SMA selama 25 tahun, buat saya yang dibutuhkan bukan manusia super, tetapi setiap individu manusia harus menemukan perannya dahulu sesuai talenta dan rencana hidup Sang Khalik untuknya.

Selamat 25 tahun Angkatan 8 Kolese Gonzaga, sehat dan bahagia selalu.

The State of Metallica 2013 Indonesia.

Konser band musik Metallica pada tanggal 25 Agustus 2013 di Jakarta kemarin, memang sudah berlalu beberapa waktu. Namun, efeknya masih terasa sampai sekarang. Saya masih membeli dan mengunduh lagu-lagi cadas dari iTunes.

Dari PanterA sampai System Of a Down (SOAD) saya borong dari iTunes. Salah saya juga sih tidak menyimpan kasetnya dengan baik.

Oleh sebab itu tidak salah pula kan bila saya sedikit mengulas kenangan mengenai Metallica. Huekkk!!

Bila dilihat dan diingat sekilas, pembahasan mengenai konser metallica tersebut mayoritas berkisar pada acaranya yang super heboh, kali ini saya hanya ingin sedikit bernostalgia.

Satu hal yang menarik dan membekas dari Metallica adalah pengaruhnya pada saya dan mungkin teman seangkatan saya . Ketika konser kemarin, saya jadi teringat akan kondisi 20 tahun lalu. Bagaimana Metallica membawa nuansa tersendiri pada era 80an dan awal 90an. Itu loh… era dimana komunisme berakhir, breakdance, sepatu roda dan Ikang Fauzi… haah…

Percaya atau tidak, hampir semua teman SMP saya memiliki Album Black. Ini juga album Metallica sata-satunya yang saya beli dari hasil menyisihkan uang saku.

Metallica ini memang berbeda dengan grup band cadas lainnya seperti Sepultura atau Iron Maiden yang bisa dipastikan segmented.

Seingat  saya, Metallica ini adalah satu-satunya band metal yang bisa dicintai anak-anak, tua-muda, ataupun laki-laki perempuan. Penganut Jenis musik apapun saat itu, mayoritas juga ‘menyukai’ metallica.

Penggemar musik Jazz macam musik dari Dave Koz, penikmat klasik sampai dengan pengkoleksi lagu melow macam Air Suply hampir dipastikan juga ‘mendengarkan’ dan ‘membicarakan’ Metallica.

So, tidak heran, konser kemarin sangat masif, besar tetapi juga tertib. Penggemar Metallica sebenarnya bukan hanya penikmat musik cadas, semua orang yang ‘berjuang’ dan ‘besar’ di era tersebut sepertinya membawa ‘metallica’ di dirinya masing-masing.

dah segitu aja.., ini jam 22:32, masih dikantor… , pulang dulu..

 

Paperman, Kekuatan Kesempatan Kedua

Pada konfrensi Digital Media Asia 2012 WAN-IFRA yang berlangsung di Kuala Lumpur 27-29 November 2012 tahun lalu, disela-sela acara utama, panitia selalu memainkan video clip dan film pendek sebagai materi untuk mengisi kekosongan acara.

Dari beberapa materi yang ditampilkan, ada dua yang paling berkesan. Pertama adalah videoclip seorang penyanyi J-Rock dari Swedia bernama YOIHO yang menyanyikan SKY LIMIT  dengan dandanan yang membuat orang menjadi salah dalam penafsiran gender, dan yang kedua adalah video animasi pendek yang sekarang saya baru tahu judulnya adalah

Paperman. An urban office worker finds that paper airplanes are instrumental in meeting a girl in ways he never expected

Sudah lama sekali saya tidak menonton film animasi, dan  ketika melihat Paperman kesan yang timbul memang berbeda, materi cerita dan gerakan animasinya sangat menghanyutkan, saya seperti menemukan genre baru film animasi.

Spacecraft Photo from NASA Solar Observatory ?

29-11-2010 10-21-57.pngBeberapa hari yang lalu, saya mendapatkan tautan foto dari sebuah milis mengenai benda aneh yang terlihat(terekam) pada foto matahari NASA. Benda tersebut tampak seperti sedang melewati matahari. Bila benda tersebut berupa Komet yang sudah kita kenal bentuknya, maka tidak ada yang perlu diributkan.

Masalahnya, benda (baca: ufo ) yang melintas dekat dengan matahari tersebut berbentuk seperti pesawat ruang angkasa (spacescraft) yang biasa kita lihat pada film hollywood (star wars, star trek, dll). >-)

http://bit.ly/a019Tv

Bila NASA sedang membuat ‘lelucon’, sepertinya agak keterlaluan ya…., btw tautan gambar tersebut berasal dari situs resmi NASA loh..Open-mouthed smile

Update : 29 November 2010

Tiba-tiba, gambar yang berasal dari situs NASA tersebut tidak dapat diakses. Mungkin koneksi lagi jelek atau pada periode tertentu berkas tersebut tidak ditampilkan lagi untuk dijadikan arsip, atau entahlah. Untungnya masih ada cache di webbrowser, saya capture aja screenshotnya… 🙁

Perburuan Malam Hari Kuliner Banjarmasin (2)

lontong orari

Bulan ini, saya dan beberapa rekan memiliki kesempatan mengunjungi kembali Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Seperti beberapa tahun sebelumnya, berburu kuliner menjadi agenda selingan yang wajib dilakukan. Dengan panduan dari teman-teman di Banjarmasin Post, waktu yang singkat tidak menghalangi kami menemukan kuliner Banjarmasin yang berbeda dan sangat unik.

Penerbangan siang yang kami gunakan dari Jakarta mengakibatkan sempitnya waktu yang bisa digunakan untuk berburu kuliner di Kota Banjarmasin, itupun harus malam hari. Terkendala waktu yang sempit, awalnya kami khawatir tidak dapat menemukan kuliner malam hari di kota ini. Beruntung kami memliki rekan ‘lokal’ yang memandu kami menikmati Kota Banjarmasin pada malam hari yang tetap ramai dan bertaburan dengan tempat makan yang bermacam-macam.

Lontong Orari

Tempat makan ini baru buka siang hari, tetapi masa hidupnnya bisa sampai dini hari, sampai jam 4 pagi menurut beberapa rekan di Banjarmasin Post. Bila para penikmat ‘dunia malam‘ di Kota Banjarmasin sudah harus mengakhiri aktivitasnya dengan mengisi perut yang kosong, tempat makan inipun bisa sangat ramai pada jam 01:00 dini hari.

lontong orari

Lontong Orari ala Kota Banjar ini sangat mirip dengan lontong sayur yang biasa ditemukan dan  disantap pagi hari di Jakarta, tetapi dengan tambahan suguhan lauk yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain (baca:Jakarta). Selain tambahan pilihan telur ayam bulat, juga ada tambahan ayam dan Ikan Haruang. Telur dan ayam tentunya sudah biasa, Ikan Haruang Haruan atau biasa disebut Ikan Gabus tentunya sangat berbeda dan memiliki cita rasa unik bila dipadu dengan ketupat/lontong dan sayur. Ikan Haruang yang disajikan sepertinya telah digoreng terlebih dahulu, sehingga tidak akan terasa eneg‘. Ikan yang bertekstur crispy dan disantap dengan kuah sayur sangat mengetarkan 8-} lidah.

Bila memesan porsi ini, berhati-hatilah! Porsi satu artinya anda akan dihidangkan dua buat lontong/ketupat yang berukuran sangat besar! >:D< Sangat disarankan untuk memesan setengah porsi saja, menu anda akan disajikan dengan satu buah lontong/ketupat.

Sate Ayam di tempat makan Lontong Orari

sate ayam

Di bagian depan (tempat parkir) rumah makan Lontong Orari terdapat tempat bakaran sate ayam yang aromanya sangat menggoda. Pesanlah sebagai teman makan Lontong Orari, anda akan mendapatkan sensasi rasa sate ayam yang luar biasa :)>- . Ukuran daging sate ayamnya lumayan besar, tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Ketika digigit terasa sangat crunchy, rasa dan tekstur bakarannya pun ‘meleleh‘ =P~ di lidah. Salah satu menu sate ayam yang sangat direkomendasikan.

Lontong Orari beralamat di Jalan Pahlawan / Kampung Melayu ,Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sate Bulus

Wikipedia Bulus

Sebelum membahas makanannya, apa sih bulus itu? Menurut Wikipedia Indonesia , Bulus (Amyda cartilaginea) adalah adalah sejenis labi-labi (kura-kura berpunggung lunak) anggota suku Trionychidae. Disebut berpunggung lunak karena sebagian perisainya terdiri dari tulang rawan dan tempurung punggungnya (karapas) dilapisi oleh kulit tebal dan licin. Dalam bahasa Inggris, hewan ini dikenal dengan nama Asiatic softshell turtle atau common softshell turtle; dalam bahasa Madura disebut ketempah.

Di kutip dari wiki “Di masyarakat-masyarakat tradisional di Indonesia barat, bulus biasa diburu untuk dimakan dagingnya. Orang Tionghoa juga menyukainya dan kerap dimasak sebagai pi oh. Perdagangan hewan ini untuk keperluan konsumsi di pelbagai bagian dunia mencapai jumlah berton-ton perhari, sehingga mengancam kelestarian populasinya di alam[2]. Oleh sebab itu IUCN menetapkannya ke dalam status Rentan (VU, Vulnerable).”

Hewan ini terutama hidup di perairan yang tenang, berarus lambat[1]. Di sungai atau anak-anak sungai, danau, dan kolam, termasuk kolam pemeliharaan ikan. Memangsa ikan dan hewan-hewan kecil lainnya, bulus biasa bersembunyi dalam lumpur atau pasir di dasar perairan.

Dari kedua deskripsi diatas, bila anda menganut aliran pro konservasi binatang langka sebaiknya anda tidak mengkonsumsi binatang ini. [-X Bagi yang ajaran agamanya melarang konsumsi binatang yang hidup di dua alam juga sebaiknya mencari informasi tambahan mengenai status haram dan halalnya.

Di luar ‘cerita’ yang saya sebutkan sebelumnya ternyata ada rumah makan yang menjual daging bulus ini di Banjarmasin. Sempat terkejut juga ketika membaca daftar menu yang tertulis. Harga Sate bulus Rp.5000,- per tusuk! (Agustus 2010), lumayan mahal tentunya :-SS .  Lebih mahal seribu rupiah dari Sate B2 :@) yang juga ada dalam daftar menu. Sate Bulus ini disajikan dengan bumbu warna merah yang juga biasa disajikan dengan menu itik/bebek panggang khas Banjarmasin.

pose di rm siong

Daging Bulus ini memiliki tekstur yang mirip daging B2, rasa manisnya juga sangat mirip. Bedanya hanya pada kondisi daging Bulus yang lebih basah walaupun sepertinya sudah dibakar dengan cukup lama. Rasanya?? Hemmm..diluar bayangan binatangnya sih :-& lumayan enak :)>- …Hehehe…

Alamat tempat makan Sate Bulus di warung SIONG,  teletak di Jalan Veteran no.74 B / 11 ,Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Lumayan, dengan waktu hanya semalam bisa dapat dua tempat makan yang unik.

WolframAlpha

wolframalpha Bagi penggiat Knowledge Management, mesin pencari Google seringkali dirasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan data yang diinginkan.  English Query yang digunakan mesin pencari google dan sejenisnya seringkali menimbulkan kekacauan bila dikaitkan dengan pencarian data yang membutuhkan output numerical atau perhitungannya, apalagi dikaitkan dengan aktifitas slice and dice ala Business Intelligence (BI) .

Google and other traditional search engine is just way behind.

Sampai akhirnya ada layanan ini…

http://www.wolframalpha.com/

Income Per Capita Indonessia

diambil sebagian dari faq:

Is Wolfram|Alpha a search engine?
No. It’s a computational knowledge engine: it generates output by doing computations from its own internal knowledge base, instead of searching the web and returning links.

Penggabungan pencarian dan aktifitas Business Intelligence sepertinya sudah lebih nyata dan memungkinkan.

Link

  1. WolfranAplha
  2. Tentang WolframAlpha
  3. Blog WolframAlpha
  4. Faqs WolframAlpha

Selamat mencoba…

Fox 32 F-Series R terpasang, Selesai Sudah…

Fork - fox 32 R Akhirnya…, Setelah menunggu 1 tahun, suspensi depan (Fork) yang saya idamkan terbeli sudah, Yes!!! Its Fox 32 F series R (air) . Pemasangan komponen ini di Frame Merida TFS 900 XC menutup program upgrade sepeda selama 2 tahun :-0 , well …. setidaknya untuk beberapa tahun kedepan. Bagi saya, suspensi depan sepeda gunung merupakan item yang paling menguras kantong (mahal), bahkan bila dibanding frame original Merida sekalipun.

Awalnya, incaran saya adalah Fork RockShox Recon 2008, RockShox Revelation 2008 atau Manitou R7.

Recon 2008 sulit dicari, Revelation 2008 sudah berganti dengan versi 2009 yang sangat mahal.. (5,7 juta dude), mahal gile bo. Manitou juga mahal banget, 5,8 juta.. akhirnya pilihan berganti ke si rubah biru (Fork Fox 32 F series R air) yang dicomot dari Sepeda GIANT Trance. Terimakasih untuk Oki Bike di Cibinong…

Harganya yang sebanding dengan sebuah SmartPhone memaksa saya untuk berhemat ekstra keras dan mencangkul sawah lebih hebat  :-). Penantian satu tahun J…

my merida Hampir 2 tahun , akhirnya sepeda gunung idaman saya selesai dibangun. Terimakasih untuk Istriku yang ‘merelakan’ pembelanjaan nominal uang yang tidak kecil  dan teman-teman di KGC(terutama dodi, abi dan fami) yang selalu memberi saran dan petunjuk pembelian komponen.. Here’s the spec..

  • Frame  : Merida Matts TFS 900 (2008)
  • Fork : Fox 32 F series R Air  (disassemble from GIANT Trance)
  • Crank  : Shimano Deore XT (2008)
  • Front Derailleur : Shimano Deore
  • Rear Derailleur  : Shimano Deore XT (2008)
  • Cassette : Shimano Deoare XT (2008)
  • Shifter : Shimano Deore XT (2008)
  • Chain : Shimano HG 93
  • Headset : FSA integrated sealed bearings
  • Stem : Uno
  • Handlebar : Borla
  • Brake: Hayes Nine  (hydro)
  • Rotor : Hayes 8 inch
  • Hub : Novatec (2 bearings)
  • Free Hub : Novatec (2 bearings)
  • Rim: Alexrims SX 44
  • Spoke : Aluminum
  • Tires : Maxxis AdVantage
  • Pedal : Shimano Cleat
  • Chain Guard : Velo
  • Seat post : Kalloy
  • Saddle : Velo