FSRJ untuk Motor, Saran Berbahaya…

Beberapa hari terakhir ini saya mendapat beberapa kirimin email yang sama pada milis yang berbeda. Isi email tersebut mengenai tips untuk menyelamatkan pengguna jalan.

But, IMO… saran tersebut bisa menjadi blunder (buah simalakama).

Berikut isi email tersebut…

Selamatkan seluruh pengguna jalan dari keadaan jalan di Indonesia, dengan cara :
1. Turunkan kaki kanan anda, bila melihat lubang di sebelah kanan, antisipasi kendaraan di belakang untuk menghindari lubang di sebelah kanan
2. Turunkan kaki kiri anda, bila melihat lubang di sebelah kiri, antisipasi kendaraan di belakang untuk menghindari lubang di sebelah kiri
3. Perlambat kendaraan, lalu, Angkat dan kepalkan tangan kiri anda, bila melihat kecelakaan, atau lubang melebar di jalan,mengisyaratkan kendaraan lain untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraannya, menghindari tabrakan beruntun.
Berbuat kebajikan walau hanya sedikit, sebarkan email ini keseluruh kerabat anda.
Selamatkan seluruh pengguna jalan dari keadaan jalan di Indonesia
Jangan tunggu birokrasi, mulai dari sekarang!!
Oknum pejabat korup tidak akan bisa dihilangkan dengan mudah
Forum Safety Riding Jakarta / Road Safety Association
Email : [email protected]

sepertinya saya nggak akan ngikutin…saran dari FSRJ ini… ๐Ÿ™‚


kebetulan saya juga naik motor (nggak sering2 amat sih…)
tapi yang jelas, bila disuruh berakrobat untuk mengeluarkan sebelah kaki atau
melepaskan sebelah tangan dari stem… bisa gawat tuh…
apalagi bila berboncengan…
bisa jatuh atau mencelakakan pihak lain, atau malah dibuat celaka pihak lain… kesamber kendaraan lain mungkin…

It’s very dangerous!

apa teknik ini sudah di setuju pihak yang berwenang ya? DLLAJ atau Kepolisian mungkin?
setahu saya , cara memberi informasi ke pengemudi lain hanya melalui perangkat di kendaraan kita,
seperti klakson atau lampu sein/hazard (kedap kedip)..

do you agree with me..??

24 Comments FSRJ untuk Motor, Saran Berbahaya…

  1. budz
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    setuju pak, memang banyak korban kecelakaan dari pengguna motor, tapi belum ada yang menghitung juga jumlah kecelakaan yang disebabkan pengguna motor

    Reply
  2. Cak Kris
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    itu mah gaya anak-anak motor touring dit. Gw sempat ikut-2an waktu sekali toiring, tapi malah akan kejeblos dewe. :)) Untung slamet……

    Reply
  3. Harry. S
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    Mas bisa minta informasi ada nggak toko yg biasa ngirim alat sepeda, walaupun pembelian kita jumlahnya sedikit, misalnya saya cuma perlu shifter, soalnya dikalimantan harganya lumayan mahal, tengkyu

    Reply
  4. aryan
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    boleh ngga sekalian ngomongin kalo motor2 community itu suka seenak2nya?
    dan semakin gak keliatan tuh yang mana yang gak seenak2nya…..:P

    yang banyak pasang2 stiker bantuan polisi dsb2 di boxnya aja udah makin kelewatan. cape ya?

    Reply
  5. edy
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    saya termasuk anggota FSRJ dan juga sudah posting di blog saya
    http://www.caplang.net/2008/03/13/selamatkan-peng

    di situ juga ditambahin …Tak perlu melakukan gerakan berlebihan yang menjadikannya Tendangan Geledek. Malah akan membahayakan diri dan pengguna jalan lain…

    jadi, selain berusaha ngingetin pengendara lain, utamakan dulu keselamatan diri sendiri. dan kalopun ga mampu ngejalaninnya, ya emang berbahaya, apalagi kalo blom terbiasa.

    nunggu disetujuin DLLAJ ato kepolisian? ke laut aje ๐Ÿ˜› bisa mangkin banyak korban akibat jalan berlubang. kampanye itu murni inisiatif para anggota FSRJ, tanpa ada paksaan

    @aryan
    kalo mo ngomongin komunitas yg seenaknya di jalan juga boleh
    saya sbg anggota slah satu komunitas pun sebal ngeliat kelakuan seenaknya di jalan, entah komunitas ato bukan. tapi jng lantas digeneralisir bahwa semua komunitas seperti itu. masih ada dan semakin bertambah banyak komunitas yg sadar aman berkendara dan berusaha nyebarin paham ini, semampunya, tanpa ada dukungan resmi dari kepolisian, dllaj, ato sponsor.
    ga bakal mudah, tapi bukan ga mungkin ๐Ÿ™‚
    salam aman berkendara!

    Reply
  6. Rio Octaviano
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    Hallo mas Diditho..kebetulan saya ada di Team Advance FSRJ, sekarang sudah menjadi Dewan Pengarah "Road Safety Association". Bareng sama Bro Edy diatas…
    http://digitalmbul.com/blogs/2008/03/13/%e2%80%9c

    Kebetulan lagi..saya yang membuat artikel ini, melalui temen2 RSA disebarkan kembali…

    Begini mas…
    memang hal ini banyak sekali mengundang pertanyaan.
    Dikalangan bikers (klub/komunitas), foot and hand signal ini adalah hal yang wajar..

    kalau diperhatikan source nya, gambar ini saya ambil dari http://www.totalmotorcycle.com/dictionary/H.htm

    Tujuan saya, menggunakan signal ini adalah, melihat dari "niat baik" sebuah brotherhood dalam menjaga keselamatan group touring mereka. Kenapa hal ini tidak kita implementasikan ke pengguna jalan lain? Dan lebih meningkatkan awarness dengan penggunaan gerakan-gerakan tertentu, Apakah kode-kode peringatan ini hanya milik klub motor?

    Ini adalah bagian kecil dari usaha kami di RSA dalam "menyelamatkan" orang lain, apabila memang cara kami salah, mohon masukannya, apakah ada cara lain yang jauh lebih aman dari cara kami? Paling tidak kami bertindak, untuk menanggapi 35 nyawa melayang dalam 1 bulan…

    Saya juga dari klub mobil mas, tapi pas saya ditanya, signal apa yang bisa dilakukan sama pengendara mobil, saya malah garuk2 kepala…

    Saya yakin mas Didit jauh lebih concern kepada sosial lalu lintas saat ini, yang sudah semakin carut marut…saya juga yakin, mas Didit sudah melakukan yang terbaik untuk membantu mengurangi angka kecelakaan, tapi tolong di mengerti, ini adalah cara kami…dan kami juga sama seperti mas Didit, akan terus berusaha mencari jalan keluar atau paling tidak solusi untuk mengurangi angka kematian di jalan raya yang sudah termasuk top rank di asia tenggara.
    Cita-cita yang tinggi yah?

    Semua cara kami tempuh…sampai kami juga berusaha berkerja sama dengan pihak Dithubdat, Dikyasa, dan instansi lainnya yang memang concern di bidang road safety ini.

    Saya setuju kalo mas Didit tidak menjalankan hal ini…karena (sperti yang bro edy bilang) kalau dipaksakan malah bisa jadi bencana nantinya. Cukup orang-orang yang telah terbiasa.

    Safety sering menjadi bahan celaan dan cemoohan…yang sudah saya kecap berulang kali dalam menyebar hal ini…karena itu kami hanya bisa menghimbau…selebihnya terserah kepada seluruh pendengar ๐Ÿ˜€
    …menurut kami, safety bukan hanya berkutat di masalah technical skill..tapi juga emphaty…antar pengguna jalan..seperti artikel saya di http://digitalmbul.com/blogs/2008/03/05/empati-sa

    @Aryan
    Saya pasang stiker di motor "Sorry Bos, Gue Manusia, Egak Mau Mendahului lewat Trotoar" itu kelewatan gak?
    Kalau mau generalisir, mohon juga dikaji dari aspek pengguna jalan lain…Klub Mobil, Komunitas Angkutan Umum (PERSONEK, :D). Terlalu sempit bila kita memandang kekacauan dari satu sisi.

    Reply
  7. Rio Octaviano
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    mengenai lampu hazard…
    di motor, kami sudah mengharamkannya…

    di mobil,
    lampu hazard hanya kami gunakan pada saat kendaraan dalam posisi darurat, atau benar2 tidak berfungsi (di derek), bukan dalam posisi jalan.. ๐Ÿ˜€

    Komen kena moderate deh….

    Reply
  8. Harriansyah
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    kebetulan saya jg anggota salah satu komunitas motor, seperti 2 orang saudara saya yg berkomentas diatas saya. Terus terang himbauan ini merupakan bentuk kepedulian kita2 para pengendara motor atas keadaan jalanan yang sudah demikian parahnya dan tidak sedikit memakan korban. well, sebenarnya sebelum temen2 di FSRJ menghimbau tulisan tersebut saya pribadi jg sering memberi "sign" kalau ada lubang dan semacamnya kalau di jalan. Ya menurut saya ini bentuk kepedulian sesama pengendara saja. Malah temen saya yg non komunitas pernah cerita (ini dulu loh ya), ketolong dari galian lubang gara diberi tanda sama pengendara di motor depannya which is anak komunitas motor. Tentunya kita semua juga tahu koq, "kontur" jalanan di jakarta khususnya spt apa.

    hehe, hazard malah ud gw copot dari setahun lalu.. :D..

    Selamat berkendara
    watch your eyes and keep safety ya

    Reply
  9. love
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    JANGAN DIIKUTI!!!
    waduh pak..bener tuh maksudnya buat info pengendara lain?? kebetulan saya ngga ngerti aturan biker, malah waktu itu saya sama temen2 mau ngejar pengendara motor yang kakinya nendang2 didepan mobil kita, hampir itu orang dikejar mau ditabrak sama driver saya. tapi ngga jadi ngejar karena mobil tiba2 ngerem karena masuk lobang/jalanan rusak! sekarang baru sadar maksudnya buat ngasi tau ada lobang ya?
    saya mau mohon maaf atas salah pengertiannya deh, sekalian memohon agar para biker club memikirkan cara yang lebih baik untuk menyampaikan info, saya takut kalau kebetulan tuh mobil penuh preman bisa habis tuh biker yang sebenarnya baik hati tapi diartikan menantang (bayangkan: mengepalkan tangan, menendang2, sangat menantang bukan ???!!)

    Reply
  10. rafi
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    setuju sama bung diatas!
    terimakasih buat usaha fsrj, tapi ganti signalnya, yang diatas itu sangat menantang buat orang yg tdk mengerti. terimakasih

    Reply
  11. diditho
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    wow..banyak tanggapan, ini pasti kena "Ketika Mas Roy menguping Effect" ๐Ÿ™‚
    ini juga jadi kontroversi dan perdebatan yang alot diantara teman2 saya yang mengendarai motor.
    maksudnya pastilah baik (no doubt), tapi untuk saya pribadi tidak akan menggunan cara ini, alasannya karena takut jatuh dan kesambar mobil :-).

    IMO,teknik ini tidak bisa diterapkan untuk semua pengendara.

    #9 @rio octavioano: info mengenai lampu hazard 100% tepat!

    saya lebih suka memberi tanda ke pengendara lain dengan menggunakan indikator di motor, lampu kedap kedip misalnya (nggak tahu istilah teknisnya), mematuhi marka dan belajar/melatih teknik untuk melibas lubang.

    Reply
  12. Rio Octaviano
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    Jangan diikuti kalau memang menurut anda ini berbahaya, tapi untuk sementara hanya cara itu yang terpikirkan oleh kami.
    Bila memang ada cara lain yang jauh lebih elegan, blog ini atau blog saya sendiri bisa menjadi ajang pemberitahuan…
    Mungkin kita harus merubah kebiasaan mengkritik tanpa memberi solusi….itu juga saya sedang terapkan ke diri saya..karena memang saya adalah "kritikus sejati" hehehehe….tapi setiap saya mengkritik, saya kembalikan ke diri saya sendiri.."bisakah saya memberikan solusi..??" seperti saya selalu mengkritik masalah lalu lintas…saya beribu kali bertanya ke diri saya "mampukah saya memberikan solusi?" .. untungnya sih..ketemu sama temen2 yang sepaham….jadi bisa menjadi wadah ajang "curhat" hehehehe….

    @love :
    emang emosi paling susah di atur kalo di Jalanan…bukan cuman kalo naik mobil…kalo naik motor, "handguard" saya sering makan korban, orang2 yang nyalip dari trotoar…hehehehe…
    Mengepalkan tangan, sebetulnya sih kaya di pelem2 perang..kalo pasukan lagi ngendap2…terus komandannya angkat tangan sambil mengepal, tanda pasukan harus berhenti..tapi kalo ada cara lain, boleh dong kita dikasih tau…

    @aaaa : gak ada namanya tuh…sapa yang cari mati yah? masa mati di cari2? ada cara lain mas yang bisa disumbangkan??

    @Owner Blog : Bagus sih…tapi kalo ada yang bisa lebih menstimulasi awarness orang lain, boleh juga dong kita dikasih tau..hehehe

    tak add di blog roll yah…

    Reply
  13. Donny
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    Guys,
    Sign atau tanda tertentu diperlukan sebagai bentuk komunikasi antar sesamanya (read: pemakai jalan), saya pikir ini bagus sekali, namun musti di sosialisasikan agar orang maklum akan arti signage ini dan mengerti apa yang harus di lakukan.

    Namun ada satu yang menarik, yang urgent perlu disosialisasikan (menurut saya lho…), yaitu ngasih tau kalau didepan lagi ada operasi polisi…

    Kalau diliat dari kamus motor yang Om diatas tadi kasih, tandanya seperti ini:

    Cop Nearby – Pat the top of your helmet quickly.

    Jadi kita bisa lolos dari jebakan Oknum deh…

    Demikian…

    Salam,

    Reply
  14. diditho
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    #15 @rio octavioano: untuk menstimulasi awareness dari orang lain saya menggunakan indikator di motor. lampu kedap-kedip (apa sih nama benerannya..?), menyalakan lampu depan, dan menggunakan lampu belakang (rem) yang benar. berharap pengendara lain mengerti signal tersebut.

    satu contoh: aturan lalu -lintas yang simple, bila ada hambatan (jalan bolong, dll) disebelah kanan, nyalakan lampu kedap-kedip kanan, berarti pengendara lain tidak boleh mendahului saya dari sebelah kanan, begitu sebaliknya.

    isyarat seperti ini sering digunakan truk gandeng, bila truk gandeng menyalakan lampu kedap-kedip kanan , selain ingin mendahului biasanya juga bermaksud memberitahu pengendara dibelakangnya agar jangan mendahului dari kanan, biasanya ada kendaraan lain atau ada hambatan.

    bila masalah jalan rusak , sepertinya kita malah harus lebih berkonsentrasi dengan kendaraan kita sendiri. dan yang terpenting jangan ngebut. ๐Ÿ™‚

    http://www.mpi.mb.ca/PDFs/DVL_PDFs/m_hndbk_comp.p

    saya add di blogroll juga

    Reply
  15. viva blogger
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    @blog owner:
    Boss, blog nya hari ini ada virusnya, kayaknya ada nyabot deh…setiap refresh atau pindah halaman maka window NAV saya keluar ngasi tau ada trojan RIFF/Ani_exploit.gen
    , kemarin belum ada lho.
    Salam

    Reply
  16. masliliks
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    orang jakarta banyakan ndak mudheng mas kalo dikasi sinyal lampu (nge dim), atau dikasi richting ke kanan/kiri kalo ada hazard di depan.. kadang2 musti dipepet (kalo sama2 motor) digiring gitu… sebel saya ๐Ÿ˜€
    bahkan ada pengendara mobil sudah tau salah malah galakan dianya daripada kita

    Reply
  17. Rio Octaviano
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    @Om Ditto : Yaaa…mungkin inti akhirnya…do what you think it's the best….

    Yang penting..kita berusaha menyelamatkan nyawa pengguna jalan lain….

    gitu om..thank's ya dah di add…

    Reply
  18. bejo
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    sory sebelomnya ikut komen, intinya kalo dijalan mang waspada, perhatikan kondisi jalan dan pengendara lain, kalo ugal2an jangan diikuti.
    Soal sign dengan anggota tubuh itukan cuma salah satu etika gak tertulis di jalanan, bukan suatu kewajiban yg harus dipatuhi bahkan untuk para biker sendiri, yg nomor 1 di jalanan adalah keselamatan diri dalam berkendaraan dan berkendaraan yang tidak membahayakan pengendara lain.
    contoh sign yg himbau para saudara biker itu kan sebenernya 1 masukan buat kita menambah perbendaharaan pengetahuan di jalan, supaya kita tau maksud dan tujuannya gak ada salahnya dihormati kalau gak mau diikuti.
    (gimana mo ngangkat kaki, kalo kita sendiri sedang berusaha menghindari lubang, tapi kalo masih sempet dan tidk membahayakan diri sendiri gak ada salahnya toh)
    kalo pakai lampu sign menurut saya justru lebih berbahaya(terutama malam hari), kenapa demikian? contoh :jika ada lubang ada di kiri kita otomatis cari jalan di kanan sambil nyalakan sign kanan, nah kendaraan di belakang cenderung menganggap kalau jalan di kiri itu kosong, dalam kecepatan tinggi tentu itu justru semacam tanda yg menjebak bukan?

    1 lagi yg penting, kendaraan jangan asal mesinnya aja yg nyala tapi perlengkapan pendukung kendaraan seperti lampu dsb juga harus dijaga fungsinya, jangan sampai gara2 lampu rem anada gak nyala andalah yg menjadi penyebab kecelakaan.

    Anda mungkin lihai dalam berkendara, tetapi belum tentu pengendara di sekitar anda, jadi tetap waspada, hormati sesama pengguna jalan, patuhi rambu2 dan peraturan, semoga dengan begitu keamanan dan kenyamanan di jalan dapat kita wujudkan bersama.

    Tingkah laku dan cara anda berkendara di jalan mencerminkan kepribadian anda

    Reply
  19. Ochep
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    Sebenernya simple.. merasa sanggup dan bisa melakukannya.. silahkan lakukan.. kalo merasa ga sanggup dan takut mencelakai diri sendiri.. ya jangan… masa cuma nurunin kaki ke arah jalan bisa bikin emosi pengendara lain… kalo kaki diayunkan dengan cara seperti menendang ke arah samping, baru deh silahkan emsoi.. intinya, semua temen2 di komunitas motor sedang concern terhadap kondisi jalan yg berlubang di Jakarta, sudah banyak korban meninggal karenanya. Atas dasar itu teman2 komunitas hanya ingin mencoba memberi peringatan seperti itu di jalan.

    Dan buat owner blog, cara dengan memberi isyarat lampu sein saya anggap sangat tidak efektif. silahkan liat di jalan, lebih banyak mana kendaraan yg berpindah jalur menyalakan lampu sein dibanding yg tidak ? Pasti jawabannya lebih banyak yg tidak menggunakan lampu sein, karena mereka sudah banyak yg tidak peduli arti dari lampu sein. Sudah menyalakan lampu sein aja kadang kita masih diserobot oleh kendaraan di belakang kita karena keegoisan mereka yg tidak ingin jalannya ditutupi. Yg ada, malah ketika kita memberi tanda sein ke kana dengan maksud memberi tau ada lubang di sebelah kanan, kendaraan di belakang justru buru2 ngebut supaya tidak direbut jalurnya oleh kita. jadinya ? ya nabrak lobang deeehhhh.. Jadi apapun caranya, pasti ada plus minusnya, sehingga saya harap jangan langsung apatis dengan cara-cara yang digunakan oleh para anggota komunitas, karena usaha untuk mengurangi resiko kecelakan….

    kalau mau bersikap apatis, silahkan arahhkan ke pemprov yang sangat lamban dalam menuntaskan masalah ini…

    Reply
  20. polusi_jkt
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    maaf nih para penguna jalan yg mulia ….
    sebener nya klo sitnyal mengepal kan tangan / menurunkan salah satu kaki , emang itu punya nya anak bikers dan mungkin masut hatu ingin kasih tau klo ada maut di jalan tapi yg di kasih tau malah salah faham …
    karna yg di kasih tau lom tau dunia bikers dan cara2 bikers mengeluarkan kde2 bahaya, karna aku sendiri pernah kejadian seperti itu sewaktu aku turunin kaki dia malah mepet saya dan bialng begooo..!!!
    wah ter nyata hanya bikers aja yg tau kode2 itu, akir nya aku putusin ga mau turunin kaki lagi selain anak2 biker mau nyunab / gedupraak itu salah dia…

    Reply
  21. iansyah
    Unknown Unknown Unknown Unknown

    Alhamdulillaah..
    Rupanya makin banyak orang yang makin peduli sama keselamatan berkendara..

    Pendapat saya, tanda-tanda itu bisa dimaklumi kok..
    Saya bisa terima walaupun saya bukan anggota salah satu komunitas motor.. Dulu iya.. Tapi dah nggak lagi..
    Memang banyak orang yang awam akan tanda-tanda ini.
    Tapi kalo' disosialisasikan akan banyak gunanya.

    Permasalahan sekarang adalah bagaimana memperbaiki perilaku pengguna kendaraan bermotor di jalan raya. Mungkin ga FSRJ mengusulkan pencabutan SIM untuk pengendara pelanggaran berat selama… lets say… A year…?
    Nanti kalo' mau ambil SIM lagi harus ada ujian khusus untuk mereka?
    Kalo' bisa, saya rasa akan memberikan efek yang baik..

    Just my 1/2 cent..

    iansyah
    Pengguna Jalan Raya Juga

    Reply

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *