Aplikasi Gratis Terbaik 2010 untuk 2011

mahkota romawi.PNG

Berikut adalah beberapa aplikasi desktop gratis pilihan yang saya gunakan di tahun 2010 dan tetap akan saya gunakan di tahun 2011 beserta sedikit review. Tentunya saya tidak akan menuliskan semua aplikasi favorit saya, hanya beberapa yang paling memberi kesan saja sehingga sepertinya akan saya gunakan terus sepanjang tahun ini.

1.Recuva

Recuva1.png

Pernah dengan tidak sengaja menghapus berkas di komputer ? entah itu berkas di harddisk atau media penyimpanan portabel lain seperti usb drive, sd card dan sejenisnya? Jangan khawatir, Recuva akan mendapatkan dan mengembalikan berkas anda walaupun sudah menghilang dari RecycleBin! Tidak hanya terbatas pada desktop, aplikasi ini dapat mengembalikan berkas dari media peyimpanan yang anda gunakan di gadget anda seperti handphone, MP3 player, Kamera Digital, dan lain sebagainya.

Hati-hatilah ketika anda menyimpan gambar atau video yang sifatnya ‘pribadi’ di gadget seperti handphone, walaupun anda sudah menghapusnya, aplikasi gratis ini dapat mendapatkan kembali berkas tersebut.

2.7zip

7zfm.png

7Zip adalah aplikasi kompresi/dekompresi gratis yang memiliki sumber kode terbuka (opensource). Saya sangat menyukai dukungan kompresi/dekompresi yang sangat beragam , mulai dari 7z, XZ, BZIP2, GZIP, TAR, ZIP dan WIM. Untuk pilihan dekompresi saja , mendukung format ARJ, CAB, CHM, CPIO, CramFS, DEB, DMG, FAT, HFS, ISO, LZH, LZMA, MBR, MSI, NSIS, NTFS, RAR, RPM, SquashFS, UDF, VHD, WIM, XAR and Z .

Walaupun gratis, aplikasi ini memiliki fitur yang sangat mumpuni, seperti kompresi terproteksi (password) dengan algoritma AES 256 yang sangat kuat dan juga  tentunya integrasi dengan Windows Shell.

Menurut situs resminya, aplikasi ini dapat melakukuan kompresi 2-10% leboi baik dari PKZip dan WinZip. Bila kompresi dilakukan dengan format 7z, akan lebih baik 30%-70% dibandingkan versi zip.

3.KeePass Password Safe

main_big.png

Banyaknya  account di komputer pribadi,  server,  juga makin bertambahnya situs jejaring sosial, mengakibatkan makin membengaknya jumlah user dan password yang harus di maintain (bukan diingat loh…). KeePass Password Safe adalah aplikasi gratis, ‘ringan’ dan memiliki sumber terbuka (opensource) yang berguna untuk memanage account-account tersebut dengan mudah dan aman.

Dengan aplikasi ini, kita dapat menyimpan seluruh account ke dalam sebuah database yang dilindungi dengan sebuah password (master key). Database tersebut juga terlindungi dengan algoritma enkripsi terbaik saat ini, AES dan Twofish.

4.FBackup

fbackup.png

Sering tidak disadari bahwa membuat cadangan (backup) berkas di komputer adalah tindakan yang sangat penting. Perangkat penyimpanan semacam harddisk, ssd, sd card dan lainnya suatu ketika pasti akan rusak, dan kita tidak akan tahu kapan malapetaka itu terjadi. Tindakan backup yang rutin dapat menyelamatkan berkas yang mungkin kita bangun dan akan butuhkan seumur hidup. Prosedur backup yang paling umum adalah memindahkan berkas ke media penyimpanan lain. FBackup merupakan aplikasi favorit saya untuk melakukan pekerjaan ini, mudah, fiturnya lengkap, serbaguna dan terpenting gratis! Aplikasi ini dapat berjalan di Windows 7, Vista, XP, 2000 dan  2008/2003/2000 Server (32 dan 64-bit).

Fitur FBackup yang saya sukai adalah schedule dan memiliki fitur pemeriksaan berkas apa yang bertambah (Diff Backup). Untuk aplikasi gratis, rasanya belum ada yang bisa mengalahkan fitur FBackup.

Happy New Year 2011

SAP BW: DTP, Extract Very Large Data from PSA to DSO

The next step in SAP BW after Initial (INIT) and Full of  Logistic (LIS) Data Extaction (with InfoPackage) from SAP R/3 to Persistance Storage Area (PSA), is to load very large data (2LIS_11_VAKON) from PSA to DataSource Object (DSO). This data source is one of the biggest Datasource we have on our SAP BW 7 system.

Seconds after we start the extraction  from PSA to DSO using Data Transfer Process (DTP), it suddenly throw an ABAP dump on first Package.

This a log file from ST22 ABAP dump Analysis:

----------------------------------------------------------------------------------------------------
Runtime Errors        UNCAUGHT_EXCEPTION
Exception             CX_SY_NO_HANDLER
----------------------------------------------------------------------------------------------------
What happened?
The exception 'CX_SY_NO_HANDLER' was raised, but it was not caught anywhere along the call hierarchy.
Since exceptions represent error situations and this error was not adequately responded to, the running ABAP program
'CL_RSBK_CMD_X=================CP' has to be terminated.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Error analysis
The exception, which is assigned to class 'CX_SY_NO_HANDLER', was not caught and therefore caused a runtime error.
The reason for the exception is:
An exception with the type CX_SY_OPEN_SQL_DB occurred, but was neither handled locally, nor declared in a RAISING clause.

The occurrence of the exception is closely related to the occurrence of a previous exception "CX_SY_OPEN_SQL_DB", which was raised in the program "CL_RSODSO_SEMANTIC_PACKETIZER=CP", specifically in line 79 of the (include) program "CL_RSODSO_SEMANTIC_PACKETIZER=CM002".
----------------------------------------------------------------------------------------------------
How to correct the error
If you have access to SAP Notes, carry out a search with the following keywords:

"UNCAUGHT_EXCEPTION" "CX_SY_NO_HANDLER"
"CL_RSBK_CMD_X=================CP" or "CL_RSBK_CMD_X=================CM00S"
"IF_RSBK_CMD_X~GET_DATAPACKAGE_GENERAL"

Problem Analysis:

So, after digging on search engine and SAP Notes. The problem or challenge in this ABAP dump analysis is that the process has lack of storage, lack of PSATEMP storage. PSAPTEMP is an ORACLE temporary tablespace using by the SAP BW. Like temp table on Microsoft SQL Server.

You can use ST14 to perform a Business Warehouse Application analysis, finding the large(largest) table so you can determine the suitable(minimum) size for PSAPTEMP. eventhough the exact size might be hard to figure, at least we can figure out the minimum storage size.

DTP - Semantic Groups

The process that took the significant ammount of storage is caused by ‘Semantic Groups’ technique. The ‘Semantic Groups’ feature will first gather all the information based on primary key / groups primary key to sort all the records across the packet.

Option for solution, workaround:

1.Extend  PSAPTEMP
2.Turn Off the ‘Semantic Groups’ feature in DTP. This will do the work also without extend the PSAPTEMP.
The consequence of turning off the ‘Semantic Groups’ is that you might be end up with fixing a lot of unqualified data despite those records have same key(primer key) or group key.

Bahasa Pemrograman Paling Populer Saat Ini ….

c sharp win.pngBulan-bulan ini sebenarnya saya sering ngeblog di ruang sebelah. Ngeblog di DEV itu sebenarnya berarti ada ‘masalah’ , uhuii..! Dokumentasi troubleshoot dan problem solving biasanya saya tuliskan diblog. Kebanyakan menggunakan bahasa C#, SQL, MDX dan sedikit ABAP, doh! ini resiko kerja di multiplatform!

Dan baru saja saya sadari, eh.. mungkin juga menjadi pertanyaan beberapa kalangan IT. šŸ˜•

“Bahasa pemrograman apa sih yang paling populer, atau sekarang populer ?”

Coba kunjungiĀ  Stackovervlow dan tengok bagian Tags, dan ya! bukan PHP, bukan Java, tetapi.. C# (baca: si sharp) ! šŸ™‚

Yup, C Sharp rules!!!!

10 Tips Memenangkan Sebuah Perdebatan

Kita semua suka berdebat , tapi seringkali perdebatan berakhir dengan teriakan dan hinaan serta tidak ada kesimpulan yang bisa ditarik. Saya menemukan tautan dari Listverse berisi 10 kumpulan daftar/tips untuk membantu kita menghadapi perdebatan di masa depan, baik perdebatan di sebuah situs atau offline. Lengkapnya, buka tautannya saja ya…

Soft and Steady,Get Your Opponent On Your Side,Don’t Attack,Don’t Play Dirty,Define The Fundamentals,Stick to the Subject,Ask Questions,Be Silent,Know Your Facts,Know When You’re Beat

SAP BW: ABAP dump on Read Master Data

Read Master Data (Master Data Derivation) in SAP BW NW 7 is one of popular Transformation method to fill an InfoObject on a Cube or DSO. I think 99 percent of SAP BW architecture use this method.

Recently we have problem , an ABAP dump (error) occurs just after we finished a modification to a transformation. We are adding another read master data to new InfoObject. usually there is no any obstacle to perform this kind of modification.

The ABAB dump message (i have reduce the log file for important keyword only) :

----------------------------------------------------------------------------------------------------
Runtime Errors         GETWA_NOT_ASSIGNED
Date and Time          12.11.2010 09:53:30
----------------------------------------------------------------------------------------------------
What happened?
The current ABAP program "CL_RSDMD_LOOKUP_MASTER_DATA===CP" had to be terminated because it has come across a statement that unfortunately cannot be executed.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
What can you do?
Using Transaction ST22 for ABAP Dump Analysis
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Error analysis
You attempted to access an unassigned field symbol
----------------------------------------------------------------------------------------------------
How to correct the error?
If you have access to SAP Notes, carry out a search with the following keywords:
"GETWA_NOT_ASSIGNED" " "
"CL_RSDMD_LOOKUP_MASTER_DATA===CP" or "CL_RSDMD_LOOKUP_MASTER_DATA===CM003"
"PREFETCH"
----------------------------------------------------------------------------------------------------
User and Transaction
Program............. "CL_RSDMD_LOOKUP_MASTER_DATA===CP"
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Information on where terminated
Termination occurred in the ABAP program "CL_RSDMD_LOOKUP_MASTER_DATA===CP" - in "PREFETCH".
The main program was "RSBATCH_EXECUTE_PROZESS ".
In the source code you have the termination point in line 73 of the (Include) program "CL_RSDMD_LOOKUP_MASTER_DATA===CM003".
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Source Code Extract
63|*Get reference to prefetched data
64|data l_lines type i.
65|data l_tabix like sy-tabix.
66|read table p_th_buffer assigning  with table key iobjnm = i_iobjnm.
67|if sy-subrc = 0.
68|  IF i_reset_prefetched_data = rs_c_true.
69|    l_tabix = sy-tabix.
70|    assign -r_data->* to .
71|    describe table  lines l_lines.
72|    delete p_th_buffer index l_tabix.
|>>>>>|    clear .
74|    unassign .
75|    p_current_buffer_size = p_current_buffer_size - l_lines.
76|  ENDIF.
77|ENDIF.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Active Calls/Events
No: 7
Ty.Name : METHOD CL_RSDMD_LOOKUP_MASTER_DATA=>PREFETCH
Program : CL_RSDMD_LOOKUP_MASTER_DATA===CP
Include: CL_RSDMD_LOOKUP_MASTER_DATA===CM003
Line: 73

According to SAP NOTES , your system might have been implement:

SAP Note 1092539 – Master Data Lookup with prefetch

Which is a feature to speed up a read master data process by enabling “Master Data Lookup with Prefetch”. It can be turned ON by
maintaining a parameter named – MD_LOOKUP_PREFETCH_LOGIC in the table
RSADMIN. A value ‘X’ against this parameter causes the Transformation
program to switch to the new mode of Master Data look-up. It is turned ON
by default with SAP NetWeaver 7.0 BI support package 16.

Other Notes to read:

SAP Note 1175141 – Short Dump in Master Data Lookup in Transformations
SAP Note 1227788 – Reading master data with buffering returns incorrect values
SAP Note 1233535 – Reading master data with prefetch does not work correctly
SAP Note 1236970 – Reading master data returns incorrect data
SAP Note 1239269 – Error during Master Data Lookup in Transformations

Solution

1. Simply turn off the “Master Data Lookup with Prefetch” feature whic is a system-wide setting. Of course this will downgrade the ETL performace significantly
2. Update the BI patch to the latest release, or later than Release 19 . I think this is the best (recomended) option.

Good Luck

Spacecraft Photo from NASA Solar Observatory ?

29-11-2010 10-21-57.pngBeberapa hari yang lalu, saya mendapatkan tautan foto dari sebuah milis mengenai benda aneh yang terlihat(terekam) pada foto matahari NASA. Benda tersebut tampak seperti sedang melewati matahari. Bila benda tersebut berupa Komet yang sudah kita kenal bentuknya, maka tidak ada yang perlu diributkan.

Masalahnya, benda (baca: ufo ) yang melintas dekat dengan matahari tersebut berbentuk seperti pesawat ruang angkasa (spacescraft) yang biasa kita lihat pada film hollywood (star wars, star trek, dll). >-)

http://bit.ly/a019Tv

Bila NASA sedang membuat ā€˜lelucon’, sepertinya agak keterlaluan ya…., btw tautan gambar tersebut berasal dari situs resmi NASA loh..Open-mouthed smile

Update : 29 November 2010

Tiba-tiba, gambar yang berasal dari situs NASA tersebut tidak dapat diakses. Mungkin koneksi lagi jelek atau pada periode tertentu berkas tersebut tidak ditampilkan lagi untuk dijadikan arsip, atau entahlah. Untungnya masih ada cache di webbrowser, saya capture aja screenshotnya… šŸ™

Get UserName on ASP.NET Membership Provider

If you are using ASP.NET Membership Provider for a website, one simple and practical way how to get ‘username’ for logging activities on CRUD (Create Read Update Delete) implementation is by storing the “username” on a session. Put this little code on Default page, or first landing page after succesfull user login.

using System.Web.Security;

 protected void Page_Load(object sender, EventArgs e)
    {
        //check user login
        if (User.Identity.IsAuthenticated)
        {
            //get username and put into session
            Session["UserName"] = Membership.GetUser().UserName.ToString();
        }
    }

Next example, if you are using DataSet , just put the session name on a parameter for later use on SQL Command.

<InsertParameters>
<asp:SessionParameter DefaultValue="na" Name="UserName" SessionField="UserName" Type="String" />
<InsertParameters>

Menentukan Ukuran Frame Sepeda Gunung

Memilih rangka (frame) merupakan salah satu langkah penting dalam membeli atau merakit sepeda gunung (Mountain Bike/ MTB ). Selain pemilihan bahan Aluminium (Al) , faktor terpenting yang harus diperhatikan dalam memilih frame adalah ukuran yang sesuai dengan tinggi badan. Pembahasan mengenai ukuran ini belum (baca:terlewat) pada tulisan sebelumnya. Banyaknya pertanyaan dari komentar yang masuk di blog ini  maupun pertanyaan ketika beberapa teman menanyakan saya secara langsung ‘mendorong’ saya membuat panduan memilih ukuran frame sepeda gunung yang tepat.

Berdasar pengalaman dan ngobrol dengan para pengguna sepeda gunung yang lebih senior dan berpengalaman, pemilihan ukuran frame sepeda yang tidak tepat akan mengakibatkan kendali (handling) yang buruk dan juga ketidaknyamanan yang bisa berakibat otot di bagian tangan, punggung dan kaki menjadi cepat letih dan pegal. Bayangan ektrimnya, orang tua  yang mengayuh sepeda anak tiga(3) tahun, ataupun anak sekolah dasar yang naik sepeda balap.

Perlu diketahui, tidak ada standart industri untuk ukuran frame sepeda gunung.  Tiap merek sepeda memiliki ‘sedikit’ perbedaan dalam cara panduan pengukuran. Setiap merek sepeda memliki spesifikasi dengan standart mereka sendiri,  sehingga sangat disarankan untuk melakukan pengecekan dulu bagaimana merek sepeda yang anda pilih mendeskripsikan ukuran sepeda, cara tercepat adalah kunjungi dealer resmi merek sepeda tersebut atau kunjungi websitenya.

Rasio Tinggi Badan (Height) Vs Ukuran Frame  (ST – CT)

Tidak ada standarisai bukan berarti kita tidak bisa melakukan perhitungan untuk mendapatkan ukuran frame sepeda gunung yang sesuai. Untuk panduan kali ini saya akan fokus dengan variabel Seat Tube – Center to Tube (ST – CT) yang lebih umum digunakan sebagai patokan. Bila ngobrol dengan pengguna sepeda gunung atau masuk ke forum sepeda seperti www.sepedaku.com. Istilah ST – CT (lafal:esti – siti), Seat Tube – Center Tube lah yang paling banyak digunakan.

Berikut adalah daftar lengkap variabel di frame sepeda gunung yang biasa dijadikan dasar perhitungan rasio:

  • Seat Tube (ST) – Center to Tube (CT) -> (ST – CT) –> paling umum digunakan
  • Seat Tube (ST) – Center to Center (CC) -> (ST – CC)
  • Top Tube (TT) – Center to Center (CC) -> (TT – CC)

Sebelum masuk ke rasio frame dan ukuran tubuh, berikut adalah empat(4) variabel tubuh manusia yang biasa digunakan dalam pengukuran. Dalam pengukuran frame MTB, yang terpenting adalah ukuran tinggi badanĀ  (stand over height / height). Sedangkan tiga(3) lainnya, ukuran panjang kaki bagian dalamĀ  (inseam) , ehem… tukang jahit pasti mengerti istilah ini, panjang lengan (arm length) dan panjang badan (torso) bisa ‘agak diabaikan’ dalam melakukan pengukuran pertama kali.

Berikut adalah daftar lengkap variabel di tubuh manusia yang biasa dijadikan dasar perhitungan rasio:

  • Height (stand over height) (Tinggi Badan) –> paling umum digunakan
  • ukuran panjang kaki bagian dalam  (inseam)
  • panjang lengan (arm length)
  • panjang badan (torso)

Tiga (3) variabel yang bisa ‘agak diabaikan’ tersebut karena posisi duduk (sadle) yang bisa diubah ketinggiannnya dapat mengakomodasi variabel panjang kaki dalam (inseam). Kedua, posisi stang (handle bar) yang juga bisa diatur ketinggian dan lebarnya (baik dari bentuk maupun menggunakan ring untuk raiser)  dapat mengakomodasi variabel panjang lengan (arm length) dan juga panjang badan (torso).

Secara umum, tinggi badanlah (height) yang paling menentukan pemilihan ukuran frame (ST-CT).

Tabel Rasio

Walaupun dalam satu tipe, frame sepeda gunung original (bukan palsu/generic) pasti/biasanya memiliki ukuran frame yang bermacam-macam, disesuaikan dengan tinggi tubuh. Berikut adalah tabel yang umum digunakan untuk menghitung ukuran frame yang tepat berdasar tinggi tubuh.

PENTING! Sebelum melakukan pengukuran, pastikan dulu variable apa yang digunakan oleh manufaktur/merek sepeda yang anda pilih. Apakah ST-CC atau ST-CT!!

Sumber : “Mountain Bike Sizing and Fit“.

Konversi
1 inch = 2,54 cm
1 centimeter = 0.394 inch

Tabel Rasio Lengkap

Bila anda seorang yang perfeksionis, atau anda sedang akan membeli frame sepeda gunung dengan harga puluhan juta. Tabel yang mengakomodasi variabel yang lebih lengkap berikut ini mungkin dapat menjadi panduan. Tabelnya saya dapatkan dari www.ebicycles.com. Untuk mempermudah, sudah saya siapkan file PDFnya (khusus hanya sepeda gunung dewasa) yang saya ambil dari direktori situs ebicycles.

Pada beberapa sepeda, biasanya ada penyederhanaan tabel matriks. Bila mendapatkan pencantuman ukuran seperti di bawah ini, sebaiknya kita cari tahu juga cara pengukuran yang digunakan. Apakah menggunakan ST-CT atau ST-CC?

Sudah tahu dan yakin dalam memilih ukuran frame sepeda? selamat berburu dan belanja!

Perburuan Malam Hari Kuliner Banjarmasin (2)

lontong orari

Bulan ini, saya dan beberapa rekan memiliki kesempatan mengunjungi kembali Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Seperti beberapa tahun sebelumnya, berburu kuliner menjadi agenda selingan yang wajib dilakukan. Dengan panduan dari teman-teman di Banjarmasin Post, waktu yang singkat tidak menghalangi kami menemukan kuliner Banjarmasin yang berbeda dan sangat unik.

Penerbangan siang yang kami gunakan dari Jakarta mengakibatkan sempitnya waktu yang bisa digunakan untuk berburu kuliner di Kota Banjarmasin, itupun harus malam hari. Terkendala waktu yang sempit, awalnya kami khawatir tidak dapat menemukan kuliner malam hari di kota ini. Beruntung kami memliki rekan ‘lokal’ yang memandu kami menikmati Kota Banjarmasin pada malam hari yang tetap ramai dan bertaburan dengan tempat makan yang bermacam-macam.

Lontong Orari

Tempat makan ini baru buka siang hari, tetapi masa hidupnnya bisa sampai dini hari, sampai jam 4 pagi menurut beberapa rekan di Banjarmasin Post. Bila para penikmat ‘dunia malam‘ di Kota Banjarmasin sudah harus mengakhiri aktivitasnya dengan mengisi perut yang kosong, tempat makan inipun bisa sangat ramai pada jam 01:00 dini hari.

lontong orari

Lontong Orari ala Kota Banjar ini sangat mirip dengan lontong sayur yang biasa ditemukan dan  disantap pagi hari di Jakarta, tetapi dengan tambahan suguhan lauk yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain (baca:Jakarta). Selain tambahan pilihan telur ayam bulat, juga ada tambahan ayam dan Ikan Haruang. Telur dan ayam tentunya sudah biasa, Ikan Haruang Haruan atau biasa disebut Ikan Gabus tentunya sangat berbeda dan memiliki cita rasa unik bila dipadu dengan ketupat/lontong dan sayur. Ikan Haruang yang disajikan sepertinya telah digoreng terlebih dahulu, sehingga tidak akan terasa eneg‘. Ikan yang bertekstur crispy dan disantap dengan kuah sayur sangat mengetarkan 8-} lidah.

Bila memesan porsi ini, berhati-hatilah! Porsi satu artinya anda akan dihidangkan dua buat lontong/ketupat yang berukuran sangat besar! >:D< Sangat disarankan untuk memesan setengah porsi saja, menu anda akan disajikan dengan satu buah lontong/ketupat.

Sate Ayam di tempat makan Lontong Orari

sate ayam

Di bagian depan (tempat parkir) rumah makan Lontong Orari terdapat tempat bakaran sate ayam yang aromanya sangat menggoda. Pesanlah sebagai teman makan Lontong Orari, anda akan mendapatkan sensasi rasa sate ayam yang luar biasa :)>- . Ukuran daging sate ayamnya lumayan besar, tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Ketika digigit terasa sangat crunchy, rasa dan tekstur bakarannya pun ‘meleleh‘ =P~ di lidah. Salah satu menu sate ayam yang sangat direkomendasikan.

Lontong Orari beralamat di Jalan Pahlawan / Kampung Melayu ,Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sate Bulus

Wikipedia Bulus

Sebelum membahas makanannya, apa sih bulus itu? Menurut Wikipedia Indonesia , Bulus (Amyda cartilaginea) adalah adalah sejenis labi-labi (kura-kura berpunggung lunak) anggota suku Trionychidae. Disebut berpunggung lunak karena sebagian perisainya terdiri dari tulang rawan dan tempurung punggungnya (karapas) dilapisi oleh kulit tebal dan licin. Dalam bahasa Inggris, hewan ini dikenal dengan nama Asiatic softshell turtle atau common softshell turtle; dalam bahasa Madura disebut ketempah.

Di kutip dari wiki “Di masyarakat-masyarakat tradisional di Indonesia barat, bulus biasa diburu untuk dimakan dagingnya. Orang Tionghoa juga menyukainya dan kerap dimasak sebagai pi oh. Perdagangan hewan ini untuk keperluan konsumsi di pelbagai bagian dunia mencapai jumlah berton-ton perhari, sehingga mengancam kelestarian populasinya di alam[2]. Oleh sebab itu IUCN menetapkannya ke dalam status Rentan (VU, Vulnerable).”

Hewan ini terutama hidup di perairan yang tenang, berarus lambat[1]. Di sungai atau anak-anak sungai, danau, dan kolam, termasuk kolam pemeliharaan ikan. Memangsa ikan dan hewan-hewan kecil lainnya, bulus biasa bersembunyi dalam lumpur atau pasir di dasar perairan.

Dari kedua deskripsi diatas, bila anda menganut aliran pro konservasi binatang langka sebaiknya anda tidak mengkonsumsi binatang ini. [-X Bagi yang ajaran agamanya melarang konsumsi binatang yang hidup di dua alam juga sebaiknya mencari informasi tambahan mengenai status haram dan halalnya.

Di luar ‘cerita’ yang saya sebutkan sebelumnya ternyata ada rumah makan yang menjual daging bulus ini di Banjarmasin. Sempat terkejut juga ketika membaca daftar menu yang tertulis. Harga Sate bulus Rp.5000,- per tusuk! (Agustus 2010), lumayan mahal tentunya :-SS .  Lebih mahal seribu rupiah dari Sate B2 :@) yang juga ada dalam daftar menu. Sate Bulus ini disajikan dengan bumbu warna merah yang juga biasa disajikan dengan menu itik/bebek panggang khas Banjarmasin.

pose di rm siong

Daging Bulus ini memiliki tekstur yang mirip daging B2, rasa manisnya juga sangat mirip. Bedanya hanya pada kondisi daging Bulus yang lebih basah walaupun sepertinya sudah dibakar dengan cukup lama. Rasanya?? Hemmm..diluar bayangan binatangnya sih :-& lumayan enak :)>- …Hehehe…

Alamat tempat makan Sate Bulus di warung SIONG,  teletak di Jalan Veteran no.74 B / 11 ,Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Lumayan, dengan waktu hanya semalam bisa dapat dua tempat makan yang unik.

SAP BW: COPY, DELETE Query and WorkBook

sap logo

Managing Query in SAP BW NW7 can be done with theese tools and t-code:

  • Query Designer, an application from SAP NW7 Business Explorer installation.
  • t-code: RSZC : to Copy Query between InfoCube or MultiProvider
  • t-code: RSZDELETE : to Delete Quer between InfoCube or MultiProvider
  • t-code: SA38 , program: RSAQ_DELETE_QUERY : Reorganization of WorkBook and Role Storage , this t-code and program can seek query dependency with workbook. Query with workbook cannot be deleted directly, the workbook should be deleted.

Note for Deleting Query

Deleting Query can be easily done by using this t-code: RSZDELETE or using Query Designer, but sometimes problem just happen.

Problem / Symptom that migght happen when Deleting query with RSZDELETE:

The Query Cannot be deleted from Query Designer or SAP GUI (with RSZDELETE). It just keep showing error / warning message  “ Query Block” on SAP GUI interface. If we delete the Query from Query Designer, the query seems deleted but if logoff and log on BEX again the query magically appear.

So, what we have to do then? Both RSZDELETE and Query Designer cannot delete the Query.

Log on to SAP GUI > RSA1 > Transport Connection Menu.We have to set the query to the Bex Transport Request. Note that there are two kind of transport (Transport and Bex Transport). Build a new Bex Requset transport, by clicking the icon with pictures of a ‘car’ and ‘BEx’. Then Click ‘Assingn / Delete ‘, create ‘new request’ …. done!

and the query should be deleted easily. Good Luck