Perburuan Malam Hari Kuliner Banjarmasin (2)

lontong orari

Bulan ini, saya dan beberapa rekan memiliki kesempatan mengunjungi kembali Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Seperti beberapa tahun sebelumnya, berburu kuliner menjadi agenda selingan yang wajib dilakukan. Dengan panduan dari teman-teman di Banjarmasin Post, waktu yang singkat tidak menghalangi kami menemukan kuliner Banjarmasin yang berbeda dan sangat unik.

Penerbangan siang yang kami gunakan dari Jakarta mengakibatkan sempitnya waktu yang bisa digunakan untuk berburu kuliner di Kota Banjarmasin, itupun harus malam hari. Terkendala waktu yang sempit, awalnya kami khawatir tidak dapat menemukan kuliner malam hari di kota ini. Beruntung kami memliki rekan ‘lokal’ yang memandu kami menikmati Kota Banjarmasin pada malam hari yang tetap ramai dan bertaburan dengan tempat makan yang bermacam-macam.

Lontong Orari

Tempat makan ini baru buka siang hari, tetapi masa hidupnnya bisa sampai dini hari, sampai jam 4 pagi menurut beberapa rekan di Banjarmasin Post. Bila para penikmat ‘dunia malam‘ di Kota Banjarmasin sudah harus mengakhiri aktivitasnya dengan mengisi perut yang kosong, tempat makan inipun bisa sangat ramai pada jam 01:00 dini hari.

lontong orari

Lontong Orari ala Kota Banjar ini sangat mirip dengan lontong sayur yang biasa ditemukan dan  disantap pagi hari di Jakarta, tetapi dengan tambahan suguhan lauk yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain (baca:Jakarta). Selain tambahan pilihan telur ayam bulat, juga ada tambahan ayam dan Ikan Haruang. Telur dan ayam tentunya sudah biasa, Ikan Haruang Haruan atau biasa disebut Ikan Gabus tentunya sangat berbeda dan memiliki cita rasa unik bila dipadu dengan ketupat/lontong dan sayur. Ikan Haruang yang disajikan sepertinya telah digoreng terlebih dahulu, sehingga tidak akan terasa eneg‘. Ikan yang bertekstur crispy dan disantap dengan kuah sayur sangat mengetarkan 8-} lidah.

Bila memesan porsi ini, berhati-hatilah! Porsi satu artinya anda akan dihidangkan dua buat lontong/ketupat yang berukuran sangat besar! >:D< Sangat disarankan untuk memesan setengah porsi saja, menu anda akan disajikan dengan satu buah lontong/ketupat.

Sate Ayam di tempat makan Lontong Orari

sate ayam

Di bagian depan (tempat parkir) rumah makan Lontong Orari terdapat tempat bakaran sate ayam yang aromanya sangat menggoda. Pesanlah sebagai teman makan Lontong Orari, anda akan mendapatkan sensasi rasa sate ayam yang luar biasa :)>- . Ukuran daging sate ayamnya lumayan besar, tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Ketika digigit terasa sangat crunchy, rasa dan tekstur bakarannya pun ‘meleleh‘ =P~ di lidah. Salah satu menu sate ayam yang sangat direkomendasikan.

Lontong Orari beralamat di Jalan Pahlawan / Kampung Melayu ,Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sate Bulus

Wikipedia Bulus

Sebelum membahas makanannya, apa sih bulus itu? Menurut Wikipedia Indonesia , Bulus (Amyda cartilaginea) adalah adalah sejenis labi-labi (kura-kura berpunggung lunak) anggota suku Trionychidae. Disebut berpunggung lunak karena sebagian perisainya terdiri dari tulang rawan dan tempurung punggungnya (karapas) dilapisi oleh kulit tebal dan licin. Dalam bahasa Inggris, hewan ini dikenal dengan nama Asiatic softshell turtle atau common softshell turtle; dalam bahasa Madura disebut ketempah.

Di kutip dari wiki “Di masyarakat-masyarakat tradisional di Indonesia barat, bulus biasa diburu untuk dimakan dagingnya. Orang Tionghoa juga menyukainya dan kerap dimasak sebagai pi oh. Perdagangan hewan ini untuk keperluan konsumsi di pelbagai bagian dunia mencapai jumlah berton-ton perhari, sehingga mengancam kelestarian populasinya di alam[2]. Oleh sebab itu IUCN menetapkannya ke dalam status Rentan (VU, Vulnerable).”

Hewan ini terutama hidup di perairan yang tenang, berarus lambat[1]. Di sungai atau anak-anak sungai, danau, dan kolam, termasuk kolam pemeliharaan ikan. Memangsa ikan dan hewan-hewan kecil lainnya, bulus biasa bersembunyi dalam lumpur atau pasir di dasar perairan.

Dari kedua deskripsi diatas, bila anda menganut aliran pro konservasi binatang langka sebaiknya anda tidak mengkonsumsi binatang ini. [-X Bagi yang ajaran agamanya melarang konsumsi binatang yang hidup di dua alam juga sebaiknya mencari informasi tambahan mengenai status haram dan halalnya.

Di luar ‘cerita’ yang saya sebutkan sebelumnya ternyata ada rumah makan yang menjual daging bulus ini di Banjarmasin. Sempat terkejut juga ketika membaca daftar menu yang tertulis. Harga Sate bulus Rp.5000,- per tusuk! (Agustus 2010), lumayan mahal tentunya :-SS .  Lebih mahal seribu rupiah dari Sate B2 :@) yang juga ada dalam daftar menu. Sate Bulus ini disajikan dengan bumbu warna merah yang juga biasa disajikan dengan menu itik/bebek panggang khas Banjarmasin.

pose di rm siong

Daging Bulus ini memiliki tekstur yang mirip daging B2, rasa manisnya juga sangat mirip. Bedanya hanya pada kondisi daging Bulus yang lebih basah walaupun sepertinya sudah dibakar dengan cukup lama. Rasanya?? Hemmm..diluar bayangan binatangnya sih :-& lumayan enak :)>- …Hehehe…

Alamat tempat makan Sate Bulus di warung SIONG,  teletak di Jalan Veteran no.74 B / 11 ,Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Lumayan, dengan waktu hanya semalam bisa dapat dua tempat makan yang unik.

Kerja,oleh-oleh dan kuliner Banjarmasin

Bulan Agustus 2008 ini saya mendapat dinas ke Kota Banjarmasin. Bila tugas ke luar kota/pulau, sebenarnya saya tidak begitu bersemangat untuk jalan-jalan. Berbeda dengan di Banjarmasin, saya sempatkan untuk jalan – jalan mencari oleh – oleh, kuliner dan berburu pernak-pernik (cinderamata). Niat ini muncul karena kali ini saya beruntung mendapat pinjaman sepeda motor.

1.Kuliner

Bila berkunjung ke tempat baru, tidak asik rasanya bila belum mencicipi makanan khas daerah tersebut. Karena baru pertama kali ke Banjarmasin, makanan pertama yang saya coba tentunya Soto Banjar…

Btw, beware bagi fakir bandwith…, postingan ini full with picture. 🙂

Soto Banjar

Soto Banjar, soto dengan bahan dasar ketupat, suwiran ayam, telur dan kuah rempah-rempah ini sangat mudah ditemukan di seluruh sudut Kota Banjarmasin. Rasanya..??  Hemm.. bolehlah.., walaupun saya tidak begitu terbiasa dengan makan ketupat yang tenggelam dalam kuah. Namanya yang mengambil dari nama Kota Banjarmasin, menjadikannya mudah diingat. Harganya Rp 8.500,-

Ikan Patin

Ikan Patin, Jenis masakan ikan patin bakar juga sangat mudah ditemukan, biasanya disajikan dalam potongan yang cukup besar. Cukup enak untuk ikan jenis sungai (dibanding Ikan Mas), karena aroma tanahnya tidak sekuat Ikan Mas yang bisa bikin eneg.  Sebenarnya  saya lebih menyukai ikan laut yang menurut saya lebih ‘segar’…

Bebek Panggang

Bebek Panggang, Dibakar dengan ukuran seperti ayam bakar/goreng umumnya , saya kira bebek panggang ini akan disajikan dalam porsi bakarannya (besar). Ternyata penyajiannya mirip menu panggang di lapo dan hidangan bebek pada umumnya, potongan kecil. Kecap yang langsung dicampur dalam jumlah banyak mematikan rasa daging bebeknya, tapi saos khusus berwarna merahnya masih tetap terasa. Mungkin lebih baik bila kecapnya tidak langsung dicampur. Satu set menu yang dilengkapi dengan nasi putih, sop bihun dan es teh manis dihargai Rp 13.000,- saja.

Telur Penyu

Telur Penyu, Nah ini dia menu kuliner yang tidak mudah ditemukan di tempat lain. Telur Penyu ini sangat nikmat rasanya, cara makannya dengan mengupas / merobek (bukan dipecahkan) sedikit kulit telurnya, lalu isinya dihisap…seruppputtt……., isinya cair (tidak bisa keras seperti telur ayam) walaupun sudah dimasak lama. Harga perbutirnya Rp.7.500,- . Mahal?? telur penyu gitu loh…

Selain di santap di tempat, kahirnya saya putuskan membeli beberapa butir telur penyu mentah untuk dimasak di Jakarta. Menurut Ibu pemilik rumah makan, cara memasaknya berbeda dibanding telur unggas pada umumnya. Pertama didihkan air terlebih dahulu, masukkan garam beberapa sendok dan kemudian celupkan 5 butir telur penyu pada air yang telah mendidih tadi. Tunggu 10 Menit dan telur siap dihidangkan dan disantap.

Jadi ingat ketika jaman kuliah dulu, saya mempunyai teman perempuan bernama Sandra yang kurus ceking, setelah mengkonsumsi telur penyu beberapa saat, ia dapat memiliki tubuh yang lebih berisi (sekel / montok) karena nafsu makannya meningkat. Program penggemukan badannya berhasil, tetapi ia akhirnya kesulitan mengontrol berat badannya..hahahaha… hello sand how are u anyway…??

belakangan, setelah googling, ternyata Telur penyu dilindungi undang-undang No.5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Jadi merasa bersalah. Tahu gitu nggak jadi tak konsumsi. 🙁

Udang Galah Bakar

Udang Galah Bakar, Dari penampilannya saja udang ini sangat mengiurkan, hal ini karena ukurannya yang diatas rata-rata (sangat besar). Selain daging udangnya yang tebal, rasanya pun sangat nikmat, apalagi bila mencuil bagian kepalanya… nyam……Harganya yang luamayan mahal , Rp 32.500,- per ekor, terbayar dengan rasa dan ketebalan dagingnya, it’s worth every rupiah..

Rumah Makan Cendrawasih

Kesemua menu kuliner tadi (kecuali soto dan bebek), saya dapatkan di satu tempat makan/oleh-oleh saja yang cukup terkenal di Kota Banjarmasin. Rumah Makan Cendrawasih, Jalan Pangeran samudra No.65/24 , telp (05511) 4364230. Tepat di hook sebuah perempatan yang ada tugu / bundarannya.

Sedangkan Bebek panggangnya saya dapatkan di Rumah Makan Pal Satu Jl.Yani Km 1, Banjarmasin. Kurang begitu tahu tempat favorit untuk menu ini, saya pilih saja yang ramai.

Karena keterbatasan waktu , sebenarnya masih banyak menu khas lainnya yang belum saya cicipi… 🙁 , seperti:Sate Gambut, Uyun (Bekicot),dll

2.Souvenir dan kue

Mitra Plaza

Untuk mencari toko/tempat yang menyediakan oleh-oleh souvenir/ kue di Banjarmasin sangat mudah, bisa di dapatkan di satu lokasi. Kunjungi saja Mitra Plaza yang ada di Jalan Pangeran Antasari no.1 Banjarmasin. Pada salah satu sudut gedungnya ada Toko kue bernama Choco Bakery (sebelah Bank Mandiri), anda bisa mendapatlan kue khas Banjarmasin seperti Kue Bingka dan Kue Lam.

Di bagian depan Plaza tersebut (seberang jalan), berjejer toko yang menjual kerajinan khas Banjarmasin.

Sialnya untuk mendapatkan kedua kue tersebut harus PESAN DAHULU sehari sebelumnya..!!! Damn! Untungnya di Restoran Cendarawasih yang saya sebutkan sebelumnya, memiliki 1 stok Kue Lam dan Bingka, Thank GOD!

Kue Bingka

Kue Bingka, Mirip kue lumpur yang sering saya temui di jakarta, bedanya kue ini dibuat dalam bentuk besar. Memiliki campuran bahan santan yang sangatm kaya, sehingga hanya tahan satu hari saja. Dari rasa dan kelembutannya, sepertinya menggunakan banyak telur. Rasanya  enak, tapi nggak bisa banyak-banyak karena jadinya cepat eneg.

Kue Lam

Kue Lam, rasa dan bentuknya sangat mirip dengan kue lapis legit. Pastinya kue ini menggunakan telur yang sangat banyak. Nggak rekomendasi buat yang punya masalah kolesterol. Harganya juga lumayan mahal. Biasanya juga dijual dalam potongan kecil

Kuku Macan, yang jelas ini kue ini bukan berasal dari kuku macan asli, bentuknya saja yang mirip kuku macan. Sebenarnya juga bukan kue, tapi kerupuk ikan. Bisa ditemukan di tempat-tempat lain di Indonesia. Bedanya mungkin hanya pada bahan baku ikannya saja. Rasanya sangat enak, kalo sudah makan satu butir, pasti sulit berhenti..haha..

3.Martapura (kain songket , bukan perhiasan)

Pasar Wadai Martapura

Sebenarnya saya ingin berkunjung ke pasar terapung di Banjarmasin, tapi pasarnya bubar seiring terbitnya matahari a.k.a jam 6 pagi, males bo bangun jam 4 pagi…

Akhirnya wisata berikutnya saya ganti ke Martapura saja, salah satu sentra penghasil perhiasan. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan ( 1,5 jam) dengan sepeda motor, akhirnya saya sampai di “Pasar Wadai Tradisional Martapura”. Bayangan Pasar yang kumuh sirna ketika melihat bangunan baru yang modern dengan kios tertata rapi, Pada bagian depannya terdapat taman dengan papan nama besar bertuliskan “Pertokoan Cahaya Bumi Selamat , Pusat Perdagangan Batu Permata dan Cinderamata”.

Agak kecewa juga karena ternyata kios pernak-pernik perhiasannya sangat mirip dengan yang ada di Balikpapan (Pasar Kebun Sayur) dan di Jakarta (Pasar Jatinegara dan Kota). Merasa berbagai jenis kalung, gelang dan cincin mudah saya temukan di Jakarta, saya putuskan saja untuk menjelajah toko kain songket dan pajangan/aksesori yang tidak begitu banyak .

Pemandangan yang cukup menarik ketika melintas Toko /kios Kalimantan’s Kalimantan’s Kalimantan’s yang sangat ramai dan penuh sesak, kontras dengan kios lainnya. Padahal isinya sama saja dengan kios perhiasan lainnya… tanya kenapa..?? Kabarnya yang saya dengar, toko ini memberi sertifikat dan penjualan kembali barang yang dibeli. eeek….not interested

Gift Shop

Setelah mengubek-ubek sana -sini , akhirnya dapat juga kain songket sutra di toko kedua yang harganya lebih murah. Toko pertama mematok harga 230 ribu, toko kedua 130 ribu pada item yang sama. Sayangnya tidak bisa ditawar lagi.

Oh iya kok senang-senang melulu ? bagian cerita kerjanya bagaimana ya? heheh..kalo itu sih pasti beres dan hasilnya tentunya rahasia…

Sebagai informasi tambahan, menemukan nomer rumah toko (ruko) di kota Banjarmasin tidaklah mudah. Nomernya tidak berurutan, disamping ruko nomer 56 bukanlan 57 atau 54 atau ganjil genap, Disamping nomer 56 bisa jadi nomer 3 atau 6 atau lainnya. Yes..!! the number is not sequentialize, it’s random mark by local gov with dice!

btw, sudah home sick nih…, wanna play with our new born babies…

Dinas Banjarmasin at flickr

Update 8 Agustus 2010 Kuliner Banjarmasin Seri 2!!!!!